Aman Atau Tidak Sih Memakai Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan?



Terus terang saja, saya sempat menghindari pemakaian styrofoam. Bahkan saya melarang Mama menggunakan styrofoam ketika melihat benda itu tertata rapi di dapur. Alasannya karena styrofoam membutuhkan waktu sangat lama bahkan tidak bisa diurai mikroorganisme. Belum lagi mendengar rumor yang beredar bahwa styrofoam enggak aman untuk makanan. Tapi... apa semua itu benar? Atau ternyata ada penemuan baru sebagai solusinya? Jawabannya saya dapatkan ketika mengikuti acara Cooking in Style with Chef Vera Christiani bertema "How to Make Good Quality Take-Away Foods" yang menghadirkan para ahli. Chef Vera ini jebolan Master Chef season 2 yang dulunya dijurii sama Chef Juna. Ini penting banget di-mention karena saya die hard fans-nya Chef Juna, eh. 


Pada awalnya, saya bingung saat melihat semua bahan makanan untuk demo masak kok disimpen di styrofoam. Kenapa ya? Kalau kata Chef Vera sih dia memakai styrofoam ini karena praktis, ringan, dan bikin bahan awet. Jadi ketika bepergian ke mana-mana enggak berat ngangkut-ngangkut bahan. Itu kan dari segi kepraktisan, tapi gimana dari segi kesehatan dan lingkungan? Sambil menunggu masakan jadi, saya menyimak penjelasan mengenai styrofoam dari dua pakar, yaitu Dokter Dianika Lestari ST, dosen program teknik pangan di ITB, dan Ir. Akhmad Zainal Abidin M.Sc., Ph.D kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB. 

Dateng ke acara sama Rasi. Sama-sama diiket rambutnya biar keliatan kompak ^^

Beda Stiren dan Polistiren
Sederhananya stiren ini plastik dan polistiren itu busa yang mengandung sedikiiiit bahan plastik. Kadarnya jauh sekali dari ambang yang membahayakan tubuh. Jadi keduanya berbeda.
Menurut Dewan Ilmu Kimia Amerika Serikat sih begini: Polistiren dan stiren adalah dua zat yang berbeda. Meskipun polistiren dibuat dari stiren, namun menyatakan polistiren sama dengan stiren adalah seperti menyatakan berlian dengan karbon. Keduanya bukan merupakan zat yang sama.
Dokter Dianika Lestari ST, sedang menjelaskan tentang styrofoam

Amankah Memakai Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan?
Menurut Ibu Dianika styrofoam untuk kemasan makanan itu... aman. Malah, ada beberapa kelebihan lain, yaitu:
1. Bahan makanan dalam styrofoam terjaga kualitasnya juga lebih awet, soalnya bahan makanan tetep bisa bernapas.
2. Ekonomis alias harganya murah.
3. Styrofoam ini ringan buat dibawa ke mana pun.
4. Bersih, higienis, dan enggak berpori. Styrofoam bisa mencegah kebocoran cairan dan bakteri dari bahan makanan semisal daging, unggas, dan makanan hasil laut. Ini sudah disetujui sama Badan Federal Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) pada tahun 1958 loh.
5. Di dalam styrofoam, makanan panas tetep panas, makanan dingin tetep dingin. Karena polistiren punya sifat isolasi yang bisa menjaga suhu makanan.

Pusat Harvard untuk Analisa Resiko menyatakan: Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan pemaparan terhadap stiren dari makanan atau polistiren yang digunakan dalam wadah yang bersentuhan dengan makanan, seperti kemasan dan wadah penyajian makanan.

Kesimpulannya rumor tentang styrofoam yang enggak aman buat kemasan makanan itu hoax semata.

Pak Ir. Akhmad Zainal Abidin M.Sc., Ph.D sedang menjelaskan tentang styrofoam

Zaman Selalu Menyediakan Solusi Untuk Masalah Zamannya Sendiri
Sehabis mendengar penjelasan Ibu Dianika, saya makin semangat menyimak penuturan Pak Zainal. Kata Pak Zainal keunikan styrofoam ini dalam plastik ada udaranya. Udaranya bahkan mencapai 90 persen, karena itulah ringan dan aman ketika disentuh kulit saat menyimpan makanan panas di dalamnya. Pemakaian bahan bakunya pun hemat.

Untuk menyimpan bahan makanan styrofoam punya kelebihan ketimbang plastik dan kertas:
1. Plastik biasa tidak bisa diisi udara sehingga menghabiskan bahan lebih banyak.
2. Kertas yang dipakai untuk menyimpan bahan makanan harus dilapisi plastik dulu. Sehingga menghabiskan dua bahan. Dan ketika dibuang, tidak terurai cepat juga karena kertasnya sudah berlapis plastik.

Bersama Pak Zainal

Ini ada fun fact tentang styrofoam. Styrofoam yang dituduh sebagai penyebab banjir itu enggak bener. Justru styrofoam ini saking ringan, gampang dihanyutkan air. Yang bikin penyumbatan itu sampah-sampah yang berat semacam tempat tidur. Iya, memang beneran ada yang buang kasur ke sungai. Duh! Fakta kedua, sampah styrofoam dan plastik punya nilai ekonomi. Biasanya para pemulung yang ke rumah memang nyarinya sampah plastik untuk diolah lagi. Tugas kitalah ini di rumah selalu pisahin sampah organik dan nonorganik. Kalau rapi gitu kan sampah plastik berdaya guna lagi. Ini bukan berarti kita enggak mesti diet plastik loh ya. Ya sebisa mungkin pemakaiannya efektif dan efisien.



Solusi Pengolahan Limbah Styrofoam
Selain didaur ulang jadi kebutuhan rumah semacam home decor, adakah solusi lain untuk sampah styrofoam dan plastik? Ada! Solusi itu salah satunya ditemukan oleh Pak Zainal. Begini ceritanya.... Satu hari Prof. Akhmad membaca kertas-kertas edaran di kampus bertuliskan 'Wayah gini pake plastik?' dalam Bahasa Indonesia artinya 'Hari gini masih pake plastik?' Prof. Akhmad merasa tergelitik memikirkan solusinya. Lalu semester berikutnya, beliau mengadakan mata kuliah pilihan 'Pengolahan Limbah Plastik'.
Ujar beliau, "Kita hidup di zaman plastik bukan zaman jati." Yang saya terjemahkan bahwa kita tidak bisa melawan perubahan zaman, maka jalan terbaik adalah kita mesti mencari solusi masalah plastik ini.

Prof. Akhmad Zainal Abidin mengatakan cara menangani sampah styrofoam sebagai berikut:
1. Didaur ulang menjadi kebutuhan rumah.
2. Dikumpulkan kemudian diproses dengan "MASARO" alias manajemen sampah zero untuk diolah jadi BBM yang merupakan hasil penemuan beliau. Di Indramayu BBM paling laku merupakan BBM dari bahan plastik dan styrofoam. Saat ini Masaro sedang mempersiapkan aplikasinya. Mari kita tunggu.
3. Pola hidup kitalah yang mesti diubah. Bagaimana memanfaatkan segala hal di lingkungan kita. Ya itu tadi, memisahkan sampah plastik dan styrofoam dari sampah lain supaya bisa diolah lagi. Enggak susah kok. Di rumah tinggal siapkan saja 2 sampah untuk kategori yang berbeda.





Dalam menghadapi masalah satu zaman, kita mesti melihatnya dari sudut pandang zaman tersebut. Kita enggak bisa terpaku sama masa lalu. Kata Prof. Akhmad Zainal Abidin, “Styrofoam kalau diurai oleh mikroba ya akan sangat lama sekali, tapi ada solusi untuk uraian biologi. Styrofoam jika diurai energi termal hanya butuh ukuran detik, menghasilkan BBM.”
Kemudian saya menemui beliau, saya katakan bahwa penjelasan beliau membuat saya berpikir, "Prof, setiap zaman selalu menyediakan solusi untuk masalah zamannya, ya." Kemudian ucap beliau, "Kata-kata yang bagus, mewakili sekali."

Rasi sedang membuat shusi pertamanya ^^

Rasi dan Vito tampak seru-seruan di taman

Setelah selesai mendengar penjelasan kedua ahli, kami sampai sesi membuat shusi partneran dengan anak. Ini yang Rasi tunggu-tunggu dari tadi. Makanya dia semangat banget belajarnya. Seru banget deh! Seneng deh liat Rasi selama acara keliatan girang, soalnya dapet temen baru juga, Vito ^^

Rasi bersama Chef Vera ^^

Saya jadi enggak was-was lagi memakai styrofoam sebagai kemasan makanan, enggak lagi ngelarang Mama deh. Dan... saya jadi makin optimis, bahwa bumi selalu bisa kita jaga, bahwa di masa depan, anak-anak cucu kita akan tetap merasakan indahnya hidup di bumi.

SIMILAR POSTS

UMAMI Cita rasa Kelima Penggugah Selera Makan


Meskipun hanya bisa masak makanan yang tergolong dalam kategori “survive” atau hanya layak makan, namanya anak memang menganggap masakan ibunya enak. Rasanya senang sekali tiap melihat Rasi menghabiskan makanan dengan cepat dan muka semringah mengatakan, “Masakanan Mama enaaaak...!” Enggak selalu tiap saya masak dapat pujian sih, terkadang dia makannya lama dan enggak berkomentar apa-apa sebelum saya tanya. Kemudian dijawab dengan polosnya masakan saya kurang ini atau kurang itu. Bener juga sih kalau ada yang bilang “Percuma masak makanan bergizi kalau enggak dimakan karena rasanya enggak enak” soalnya gizinya ya enggak diserap tubuh juga.
Dalam memasak saya mencontoh 3 resep mama saya, yaitu bawang, garam, dan micin. Terbukti masakan mama saya enggak pernah gagal, sesederhana apa pun itu. Meskipun tetap ya ada penilaian subjektif saya sebagai anaknya. Sejak dulu saya memang enggak anti sama micin, walaupun sempat termakan rumor kalau micin itu berbahaya buat tubuh. Tapi ya hanya terima-terima saja tanpa menjauhi sang micin. Alasannya memang sesimpel karena micin bikin makanan enak. Namun, tentang bahaya micin itu sebenarnya hoax apa fakta sih?

Blogger gathering bertema “Eat Well Live Well”

UMAMI Cita rasa Kelima
Sebelum menjawab pertanyaan tadi, kita kenalan dulu dengan UMAMI si citarasa dasar kelima.
Beberapa waktu lalu saya mengikuti acara blogger gathering bertema “Eat Well Live Well” yang menghadirkan Pak Purwiyatno Hariyadi seorang profesor pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, juga Vice Chairman, Codex Alimentarius Commision, FAO/WHO.

Menurut Prof. Purwiyatno fungsi pangan terbagi menjadi 3, yaitu:
1.    Fungsi utama pangan sebagai sumber zat-zat gizi.
2.    Fungsi kesehatan.
3.    Fungsi pangan sebagai sumber kenikmatan.



Dalam mencecap rasa di lidah, kita mengenalnya sebagai cita rasa. Ada 5 jenis cita rasa dasar yaitu manis, asam, asin, pahit, dan... umami. Yes! Ada yang namanya cita rasa umami alias rasa gurih. Zaman dulu manusia kan sedang mengenal jenis-jenis makanan apa saja di alam yang bisa dimakan dan enggak. Setiap rasa ini ngasih informasi atau sinyal pada tubuh makanan apa yang bagus dan enggak buat dimakan beserta sebagai sumber gizi apa.
Berikut penjelasan Prof. Purwiyatno:
-    Manis: sumber energi.
-    Asin: sumber mineral.
-    Asam: potensi busuk atau rusak.
-    Pahit: potensi beracun.
-    Umami: sumber protein.

Pak Purwiyatno Hariyadi menjelaskan tentang UMAMI
Sejarah Penemuan UMAMI
Seorang ilmuwan dari Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda melihat beda postur antara orang Jepang dengan Eropa. Beliau berpikir, kenapa orang Eropa lebih besar dan tinggi ketimbang orang Jepang? Apakah ada di perbedaan banyaknya makanan yang dikonsumsi? Dr. Ikeda kemudian mencari cara bagaimana agar orang Jepang lebih banyak makan, tentunya harus dirangsang oleh makanan yang lezat. Dr. Ikeda lalu meneliti bahan apa yang dapat membuat makanan enak. Di Jepang sendiri ada yang namanya “dhasi” kuah yang menjadi dasar masakan khas Jepang. Bahan utama dari dhasi ini adalah konbu yang merupakan sejenis rumput laut.  Hasil penelitian beliau adalah konbu memiliki komponen utama asam glutamat yang memberikan sensasi cita rasa UMAMI, karena bukan manis, asam, asin, apalagi pahit. Dr. Ikeda kemudian mempublikasikan penelitiannya di “the 8th International Congress of Applied Chemistry, AS, pada tahun 1912.

Bersama Pak Purwiyatno Hariyadi
Mengenai Micin alias MSG Pembangkit Rasa UMAMI
Rasa UMAMI atau gurih bisa dibangkitkan oleh Mono Sodium Glutamate (MSG) yang kita kenal sebagai micin. MSG memiliki kandungan ‘asam glutamat’ alias asam amino yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai penyusun protein. Apalagi bahan bakunya kan alami, dari tebu. Komposisinya sendiri adalah 78% Asam Glutamat, 12% Natrium, dan 10% Air. Jadi MSG ini aman. Kalaupun ada yang makan MSG ada indikasi alergi, itu reaksi yang sama seperti alergi pada makanan lain. Misalnya kembaran saya alergi udang, Rasi alergi telur.
Lalu seberapa banyak penggunaan yang aman? Kata Prof. Purwiyatno sih enggak ada pembatasan khususnya, tapi dari lidah bisa merasakan takaran yang pas. Kayak kalau kebanyakan garam kerasanya keasinan sampai makanan enggak bisa dimakan. Memang yang pas itu selalu bikin enak, misalnya pas lapar ada temen yang traktir makanan. Intinya sih MSG itu aman dikonsumsi tubuh.

Demo masak Chef Deny Gumilang

Resep Dapur UMAMI dari Chef Deny Gumilang
Seusai menyimak penjelasan dari Prof. Purwiyatno kami melihat demo masak Chef Deny Gumilang yang menyajikan resep khususnya untuk kami praktikkan di rumah. Ada 3 masakan yang terang bikin saya ngiler. Ketiga resepnya adalah mi kocok Bandung, steak ayam sambal matah, dan chicken milanese valdostana yang tentunya memakai tambahan bumbu penyedap Ajinomoto. Beruntungnya kepenasaran saya terobati karena bisa merasakan mi kocok Bandungnya. Enak? Enak dong! Terakhir, kami diberi tantangan menata makanan di atas piring. Urusan plating ini enggak segampang kelihatannya. Hasil plating saya pun tampak... ya gitulah.



Steak ayam sambal matah masakan Chef Deny Gumilang


Mi kocok Bandung masakan Chef Deny Gumilang

Ada satu hal lagi nih yang jadi keinginan saya: melihat sendiri proses pembuatan Ajinomoto. Tampaknya bulan depan akan terwujud. Nanti saya ceritakan ya. Tunggu aja postingannya ^^


Plating absurd saya

SIMILAR POSTS

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Disabilitas Untuk Inspirasi Dunia

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Sepulang menyaksikan pawai obor Asian Para Games di Pangkalpinang, hati saya terusik. Ketika bibir mengatakan 'gelorakan semangat atlet disabilitas', suara saya terasa tersangkut di tenggorokan. Ada yang membuat gelisah hingga suara tak lepas. Satu pertanyaan membayang, "Adakah yang sudah saya lakukan, sedikitnya untuk selangkah saja lebih dekat?" Saya pikir, minimal saya mesti memperhatikan komunikasi dengan teman-teman disabilitas. Malam itu keinginan saya untuk belajar bahasa isyarat menyeruak kembali. Sesungguhnya memang sudah sejak lama saya dan Evi—kembaran—ingin belajar bahasa isyarat. Tapi... belajar pada siapa?

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia
Bersama Kang Chris dan Kang Ivan

Semesta selalu menjawab dengan caranya sendiri. Esoknya, Mas Christianto Harsadi menghubungi WhatsApp saya untuk membicarakan keberangkatan kami dari Bandung untuk menghadiri pawai obor di Jakarta. Kang Chris memperkenalkan diri sebagai perwakilan dari Komunitas Disabilitas bersama Kang Ivan Octa Putra. Maka ketika kami bertemu di kereta, saya langsung menyampaikan keinginan saya. Betapa gembiranya, karena kedua sahabat difabel itu sangat antusias dan sabar mengajari si kembar. Diajarilah kami dasar-dasar bahasa isyarat. Jadilah sepanjang jalan menuju hotel terasa hidup, menyenangkan, dan berlimpah pengetahuan. Kami menjadi tahu, ternyata, seperti bahasa daerah, tiap kota memiliki bahasa isyaratnya sendiri. Dan ada bahasa isyarat yang dipakai internasional.

Tambah lagi ketika makan malam, teman-teman lain pun diajari bahasa isyarat. Kami bersama-sama mengeja “Asian Para Games 2018, nyalakan semangat!” Kurang lebih, itu salah satu bentuk mengapresiasi dan memaknai spirit Asian Para Games.

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Baca kisah saya sebelumnya saat menyaksikan pawai obor Asian Para Games 2018 di Pangkalpinang.


Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Disabilitas Untuk Inspirasi Dunia

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia
Teman-teman dari komunitas difabel
Melihat dengan mata telanjang pawai obor Asian Para Games di Pangkalpinang saja rasanya sudah seperti mimpi, betapa bungahnya ketika saya bisa melihatnya lagi di kota tujuan terakhir: Jakarta.
Jadwal hari itu, tanggal 30 September 2018, lebih pagi dan memang rangkaian acaranya lebih panjang. Matahari sudah bersinar dengan gembiranya ketika rombongan kami sampai ke balaikota. Tampak wajah-wajah ceria memenuhi halaman balaikota. Mulai dari berbagai komunitas, pengisi acara, panitia, pewarta, warga Ibu Kota, sampai anak-anak sekolah. Berkali-kali teman-teman dari komunitas disabilitas meneriakkan yel-yel mereka. Seluruh pemandangan itu membuat dada saya gaduh oleh semangat.


Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia


Tak lama, acara pun dibuka. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Kami menyanyikannya bersama dengan bangga. Tak peduli jika suara kami fals atau tak enak didengar. Kemudian doa-doa terbaik kami panjatkan meminta kesuksesan acara. Setelah itu panggung disemarakan oleh tarian Kembang Serunai yang berhasil membuat mata kami terpaku. Disusul pemberian sambutan dari Pak Welly sebagai Ketua Paralympic Indonesia, lalu Pak Raja Sapta Oktohar sebagai Ketua INAPGOC, terakhir Pak Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa Asian Para Games adalah perwujudan kesempatan dan kesetaraan bagi sahabat difabel.

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Kita menginjak bumi yang sama, menghirup udara yang juga sama, betapa indahnya ketika kita semua bisa bersinar dengan cara sendiri.

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Sesi pertama diakhiri dengan penyerahan obor dari Pak Raja Sapta Oktohar pada Pak Anies Baswedan yang merupakan pembawa obor pertama dalam kirab di kota tujuan terakhir ini. Api abadi yang tampak berkobar-kobar di obor seperti perlambang bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah yang baik.

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Arak-arakan mulai bergerak menuju Bundaran HI yang dibagi menjadi 20 pos. Setiap pos obor diestafetkan pada pemegang yang berbeda. Seperti Najwa Shihab, Bambang Pamungkas, Nirina Zubir, Sheryl, dan sahabat difabel

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia


Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Sahabat-sahabat dari komunitas difabel tampak berjajar di depan, dari ekspresinya saja dapat kita rasakan semangat tulus yang menular. Berbeda dengan pawai obor di Pangkalpinang, kali ini di sepanjang jalan, lagu yang diperdengarkan adalah lagu Song of Victory versi berbagai bahasa yang dinyanyikan musisi berbagai negara peserta. Pawai kali ini disemarakan ondel-ondel khas Betawi yang berlenggak-lenggok mengikuti musik, para pembawa bendera, kemudian ada pencak silat, para pemusik jimbe, dan arak-arakan berkostum berbagai negara peserta yang dengan cantiknya menarikan koreografi khas negara masing-masing.

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Penonton yang berjajar mulai dari adik-adik berseragam hingga berbagai lapisan masyarakat termasuk para pedagang tampak di kiri kanan jalan, menyemuti pawai yang berjalan di tengah jalan. Mereka begitu berseri-seri, dan tampak sesekali mengabadikannya. Tak sekadar merekamnya dalam gawai dan kamera masing-masing, tapi menyimpannya sebagai kenangan menghangatkan hati yang kelak diputar berulang-ulang dalam kepala.

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Ketika pawai sampai ke Bundaran HI, arak-arakan berlanjut memakai kendaraan menuju gedung Kemenpora RI. Mobil-mobil beriring-iringan membelah jalanan disambut gembira teriakan warga Jakarta. Terik matahari seolah menjadi amunisi semangat kian menyala.

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia
Si kembar tiba di gedung Kemenpora RI

Sekali lagi, keharuan menggetarkan dada. Semua bisa berprestasi dalam segala bidang, termasuk olahraga. Rasa kemanusiaan, cinta, dan sportifitas menebas dan membungkam segala bentuk diskriminasi. Saya percaya itu bukan sekadar sebentuk jargon. Betapa kita dipersatukan oleh harapan dan doa yang dilayangkan untuk para atlet difabel yang siap menorehkan sejarah. Mengisnpirasi dunia! 

Antusias Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Bentuk Dukungan Bagi Atlet Difabel Untuk Inspirasi Dunia

Sayup-sayup dari sekarang kita bisa mendengar atlet-atlet difabel Indonesia menyanyikan Song of Victory. Nyanyian kemenangan persembahan untuk Ibu Pertiwi.


Bersama panitia, tim dokumentasi, dan para influencer siap menyukseskan Asian Para Games 2018

SIMILAR POSTS