Kamis, 16 November 2017

, , , , ,

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan


Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan




Waktu kecil, saya suka berada di dapur bersama Mama. Meskipun hanya sekadar menonton atau paling banter mengupas bawang. Mencium aroma masakan Mama dan melihatnya memasak memberi sensasi yang menyenangkan. Tapi setelah abege apalagi remaja, dapur menjadi tempat yang agak ‘angker’. Selain terpaksa membantu mengupas sayuran dan mengocok adonan kue untuk persiapan lebaran, masuk ke dapur hanyalah soal mengambil makan, minum, dan mencuci piring. Kata ‘memasak’ jadi asing, saking malesnya belajar masak. 

Setelah memiliki anak, mindset saya pada memasak berubah. Enggak jadi hobi juga sih, tapi memasak memang kebutuhan. Ada masa-masanya juga memasak di dapur menjadi terapi dan kegiatan ‘istirahat’ dari tumpukkan deadline pekerjaan lain. Meskipun lebih suka memasak makanan simpel-simpel, kadang saya suka menonton acara masak-memasak dan kompetisinya. Niatnya sih kepengin meningkatkan skill memasak, jatuhnya malah kagum melihat banyaknya jenis bahan dan peralatan masak yang menimbulkan hasrat memiliki, eh.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Salah satu resep masakan yang didemokan oleh Chef Yunita di Dapur Umami
Waktu awal dapet hidayah belajar memasak, saya pernah bertanya sama Mama, apa sih rahasia masakan beliau? Soalnya di lidah saya, masakan Mama enggak pernah gagal. Jawaban Mama begini, “Masak itu kuncinya... bawang, garam, dan micin atau penyedap rasa.” Mendengar itu saya sempat berpikir, “Eh, ya kok Mama malah nyaranin saya pakai micin. Mama kayaknya kurang update nih soal bahayanya micin.” Kata Mama penyedap rasa ini bisa diganti sama gula pasir.

Suatu hari saya baca teman saya yang seorang guru membagikan satu artikel mengenai micin di beranda Facebook-nya. Dalam artikel itu disebutkan bahwa micin tidak berbahaya karena terbuat dari tebu. Yang bikin berbahaya itu kalau pemakaiannya berlebihan. Seperti pun kalau kita makan sesuatu berlebihan dan kebanyakan, bukannya bagus buat kesehatan malah membahayakan. Okelah saya simpan dulu informasinya.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Lobi PT. AJINOMOTO

Sampai, seminggu yang lalu, saya dan teman-teman bloger diundang ke Dapur Umami. Tempatnya di kantor pusat AJINOMOTO di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. Sesampainya di sana, saya sempat terkagum-kagum melihat desain interior Dapur Umami yang tataannya dapur idaman banget. Peralatan masaknya lengkap, terawat, higienis, dan ruangannya luas. Kami lalu duduk di kursi-kursi yang menghadap ke dapur utama yang di sebelah kirinya terdapat layar untuk memutar slide dan video. Para pembicara sudah siap dengan materinya. Selain talkshow, nantinya kami juga diajak langsung praktik masak. Dalam hati saya berpikir, waaah... bakalan jadi talkshow dan pengalaman masak yang seru nih.

Tentang Micin alias MSG
MSG yang sering disebut micin ini singkatan dari Mono Sodium Glutamate. MSG ini punya kandungan ‘asam glutamat’ alias asam amino yang ternyata dibutuhkan makhluk hidup sebagai penyusun protein. Asam glutamat ini ada dalam sumber makanan alami seperti daging merah, ayam, brokoli, keju, susu, ikan, dan tomat.

MSG punya komposisi sebagai berikut:

    78% Asam Glutamat
    12% Natrium
    10% Air

MSG = Aman
-          1987: JECFA (Komite Gabungan Ahli Bahan Tambahan Pangan – WHO & FAO –di bawah PBB)
-          1991: Uni Eropa
-          1958 & 1995: FDA – Amerika (GRAS)
-          No.033-2012: PERMENKESRI
-          MSG adalah BTP Penguat Rasa yang diizinkan dengan batas maksimum penggunaan “secukupnya” (sewajarnya sesuai dengan tujuan penggunaannya)
-          No.23-2013: Peraturan Ketua BPOM “Batas maksimum Penggunaan BTP Penguat Rasa”

Menurut pakar nutrisi dari IPB yang juga merupakan ketua umum Pergizi Pangan Indonesia, Bapak Prof Dr. Ir. Hardinsyah, MS, MSG itu aman karena bahan bakunya alami, yaitu berasal dari tebu. MSG juga mudah larut dan dimetabolisme dengan baik dalam tubuh.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
PR Manajer Indonesia Bapak Harris Fadillah menjelaskan tentang MSG
MSG beneran aman enggak sih? Aman kalau digunakan secukupnya, takarannya yaitu 0,2-0,8% dari volume makanan yang dikonsumsi. Jadi kata kuncinya memang ‘jangan berlebihan’ tapi pas-pasan saja. Seperti pas perut keroncongan, pas masakan matang XD

PT. Ajinomoto ini memproduksi banyak varian, 3 paling favorit saya adalah Masako, Saori, dan bumbu tepung Sajiku. Dalam talkshow kemarin, dijelaskan tentang proses pembuatan Masako.

Proses Pembuatan Masako
Awal mula perkenalan saya dengan Masako ini dari Mama. Biasanya Mama sukanya pakai yang ayam, saya sendiri lebih sering pakai yang rasa sapi. Berhubung sudah kenal dengan Masako, saya excited juga mengetahui seperti apa proses pembuatannya.

Masako terbuat dari apa?
Masako ini bumbu ekstrak daging ayam atau sapi yang dibuat dari daging segar beneran, tentunya dipilih daging-daging paling berkualitas atau terbaik, diracik dengan bumbu dan rempah pilihan. Daging sapi terbaik ini yang kadar lemaknya rendah, bebas penyakit, dan sudah lolos uji kualitas mikrobiologi dan kimia.

Bentuk produk Masako ini powder atau bubuk, jadi gampang larut. Masako dikemas memakai plastik berlaminasi untuk menjaga kualitasnya. Selain itu bikin makanan enak, praktis, dan ekonomis secara harganya terjangkau banget, yang bikin tenang pakainya juga karena mempunyai sertifikat HALAL dari Majelis Ulama Indonesia.

Kalau kepengin liat dan membuktikan sendiri proses pembuatannya, bisa loh nonton streaming di sini. Ini live loh langsung dari pabrik Masako di Mojokerto, Jawa Timur, jadi enggak ada rekayasa gimana-gimana.

Gizi Untuk Anak Obesitas
Sampai juga ke talkshow tentang gizi untuk anak obesitas. Sebenarnya saya enggak pernah punya masalah dengan anak obesitas, tapi masalahnya anak saya ini kekurusan. Kalau anak lain susah dikasih makan sayuran, anak saya susah dikasih makan daging. Ngelesnya adaaa ajaaaa.... Anak susah makan sayur dan anak susah makan daging sama-sama mesti ditangani dengan kreativitas supaya si anak akhirnya mau makan juga.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Dokter Rita menjelaskan tentang menangani gizi anak obesitas

Menurut Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, M.Kes obesitas itu kelebihan lemak non esensial di dalam tubuh. Biasanya orang seneng kalau anaknya gendut, selain terlihat menggemaskan, juga ada rasa berhasil membesarkan anak. Berhubung anak saya kurus banget itu, seringkali kalau ketemu orang agak horor kalau sudah mendengar pendapat mereka tentang keadaan anak saya itu. Kata Dokter Rita yang sudah menulis banyak buku tentang kesehatan ini, kondisi anak yang kegemukan dan terlalu kurus sama-sama kurang baik. Kalau mau melihat apa anak sehat atau enggak itu dari tinggi badan yang sesuai dengan beratnya dan apakah anak sering sakit atau enggak.

“Banyak yang menganggap anak gemuk itu adalah keturunan dari orang tuanya, padahal gak ada loh gemuk yang diturunkan, biasanya yang diturunkan itu ya pola hidup orang tuanya,” ucap Dokter Rita. Sepertinya itu berlaku juga buat anak yang kurus. Kata-kata Dokter Rita itu mengena banget buat saya. Saatnya untuk berbenah supaya bisa jadi contoh yang baik untuk anak, nih.

Strategi Penurunan Berat Badan Anak
Dokter Rita punya cara atau strategi untuk menurunkan berat badan anak yang obesitas. Cara-cara ini mesti dilakukan dengan kerja sama yang baik antara orangtua dan anak. Jadi, enggak bisa memaksakan anak sendiri yang melakukannya, terus orangtua cuman nyuruh-nyuruh aja. Bagaimanapun anak itu peniru orangtuanya kan.

Caranya adalah:

  1. Move
Apa sih move itu? Move itu mengajak anak untuk bergerak. Enggak mesti langsung diajak olahraga berat. Bisa bergerak melakukan hal-hal kecil seperti membereskan mainan seusai dimainkan. Atau mengajak anak bermain yang mengharuskan badannya bergerak aktif. Anak jangan dibiarkan seharian hanya menonton TV dan bermain gawai. Harus diimbangin dengan gerak tubuh yang aktif. Kalau musim panas, seru juga nih si kecil diajak main lari-larian di pantai.

  1. Model
Memang sulit menjadi rollmodel bagi anak. Tapi itu sudah tugas kita sebagai orangtua. Kita harus mencontohkan pola hidup sehat. Mulai dari kebiasaan makan makanan sehat, sampai berolahraga. Susah sih buat saya yang hanya berolahraga ketika mendapat hidayah, tapi pelan-pelan harus dilakukan kalau kepengin anak menuruti permintaan kita berolahraga dan makan makanan sehat. Sebenernya waktu olahraga bisa jadi waktu berkualitas kita dengan anak juga ya. 

  1. Meet
Tahap ini adalah mengajak anak untuk mendiskusikan menu makanannya. Tanya anak, apa saja makanan yang ingin dia makan dan kegiatan apa yang membuat mereka mau bergerak dengan sukarela. Misalnya, membuat menu dari hari Senin sampai Minggu, lalu mengajak anak untuk ikut berbelanja bahannya. Biarkan anak ikut memilih bahan masakan, sehingga dia akan senang ketika memakannya nanti.


Demo Masak dan Cooking Challenge di Dapur Umami

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Demo masak oleh Chef Yunita Princess

Setelah mendapat pencerahan lewat talkshow, kami diajak melihat demo masak dari Chef Yunita Princess yang bikin betah menyimaknya. Gimana enggak, orangnya kocak dan humble. Tambah lagi duet maut dengan sang MC. Chemistry tektokan antara mereka membuat kami terhibur. Petjah banget pokoknya! Saya jadi belajar juga cara membersihkan sayuran dan daging yang bener. Demo masak ini terdiri dari 2 resep masakan lezat yang cocok untuk anak obesitas, yaitu Brokoli Saus Telur Asin dan Siomay Jamur Masako. Menu-menu yang disiapkan adalah menu yang mudah dipraktikkan dan dikreasikan. Tiap mendemokan satu resep, Chef Yunita mengajak bloger turut serta. Resep kedua malah dua orang bloger sekaligus yang diajak. Sebenernya saya kepengin ikutan juga, tapi takut mengacaukan demonya XD

Cooking Challenge
Di sesi ini, 20 orang mama bloger dibagi ke dalam 4 grup. Masing-masing grup terdiri dari 5. Saya masuk dalam grup Jamur bersama Mbak Irma, Mbak Ria, Mbak Handayani, dan Mbak Nunu. Kami ditantang untuk memasak resep Bayam Mentega Udang. Semua bahan sudah disediakan dan dicuci bersih oleh tim Dapur Umami. Jadi kami tinggal masak aja. Enggak ketinggalan dong Masakonya yang paling bisa bikin masakan enak. Karena berlima, kami berbagi tugas. Saya mengambil tugas plating makanan dan mendokumentasikan kegiatan memasaknya. Sedang Mbak Irma yang masak.
Ternyata... waktu pengumuman pemenang, tim kami menang loh. Duh... enggak nyangka. Kata Chef Yunita yang menjadi jurinya, semua plating peserta bagus, penampilan masakannya juga oke semua yaitu bayamnya enggak berubah warna jadi kuning.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Tim Jamur foto dulu sebelum masak

Kalau kepengin nyoba berbagai resep masakan dari Dapur Umami dan Masako, main aja ke fanpage-nya Asli Masako.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Senengnya dapet hadiah cooking challenge dari Masako

Seru banget acara minggu lalu dengan Masako di Dapur Umami. Paket lengkap deh. Dapet ilmu, dapet resep, dan dapet juga hadiahnya XD Saya jadi semangat untuk menyiapkan masakan terbaik di rumah.


Publisher: eva sri rahayu - 00.27

Minggu, 05 November 2017

, ,

Pergeseran Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung di Grand Opening RS Awal Bros Bekasi Timur



Selama bertahun-tahun, Mama saya terkena penyakit jantung dan hipertensi. Mama jadi sering minum obat :'( Ternyata memang penyakit jantung dan hipertensi sangat berkaitan.
Seingat saya, Mama waktu masih rajin olahraga sehat-sehat aja. Beliau dan teman-temannya dulu sering sepedaan ke gunung. Rumah kami dulu memang di kampung. Jadi sore-sore atau hari libur, seru sepedaan bareng tetangga, lalu sesudahnya makan botram.
Tapi setelah pindah, Mama jadi enggak pernah lagi sepedaan. Jadi begitulah. Duh, saya jadi parno karena jarang olahraga.

Mungkin karena pengalaman pribadi itu, Mama jadi rajiiiin bangeeet ngingetin saya supaya rajin olahraga. Dan saya tetep keukeuh dengan kemalesan :'(
Selain menanggung penyakit males segunung, lifestyle alias gaya hidup saya juga bisa dibilang sembrono. Begadang mah udah makanan sehari-hari.
Sepertinya saya memang mesti membekali diri dengan pengetahuan cukup biar dapet hidayah olahraga tiap hari, jaga pola makan, dan istirahat cukup, agar terhindar dari berbagai penyakit, termasuk jantung.



Rabu tanggal 1 November 2017 kemarin, saya menghadiri acara 'Grand Opening RS Awal Bros' di Bekasi Timur. Dalam peresmian itu, ada talkshow yang pas banget sama pengetahuan yang saya cari. Temanya itu loh... Nyentil banget :)
Tema 'Pergeseran Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung'.

Tentang RS Awal Bros

Sebelum ke topik talk show, saya mau bahas dulu tentang RS Awal Bros yang ngadain talk show-nya.
RS Awal Bros berdiri pertama kali di Pekanbaru pada tahun 1998.
Saat ini sudah memberikan layanan kesehatan melalui 11 rumah sakit yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia di antaranya Batam, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Pekanbaru, Tangerang, Jakarta, Makassar, Ujung Batu, Panam dan Palangka Raya (coming soon). Rumah sakit ini telah mendapatkan akreditasi JCI berada di wilayah Tangerang, Bekasi, Batam dan Pekanbaru.

Rumah Sakit Awal Bros (RS Awal Bros) Bekasi Timur merupakan jaringan rumah sakit swasta nasional yang diresmikan langsung oleh walikota Bekasi - Rahmat Effendi dan disaksikan oleh seluruh pemangku kepentingan RS Awal Bros pada tanggal 1 November 2017.
Dibangunnya RS Awal Bros di Bekasi Timur ini adalah untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat di Kota Bekasi yang merupakan wilayah penyangga ibu kota. Kualitas pelayanannya setara dengan kualitas pelayanan di Jakarta.

Pergeseran Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung di Grand Opening RS Awal Bros Bekasi Timur


“Kami bersyukur dan bangga hari ini RS Awal Bros memperkuat tonggak sejarah dengan hadir di wilayah Bekasi Timur. Dukungan Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat kepada RS Awal Bros merupakan penghargaan bagi kami. RS Awal Bros siap memberikan mutu dan pelayanan kesehatan dengan mengutamakan Keselamatan, Kenyamanan, Kepiawaian, Kecepatan, dan Keakuratan terhadap kebutuhan pasien, kata CEO RS Awal Bros dr. Ferdy Tiwow.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2016 secara nasional saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 258 juta jiwa dengan ketersediaan tempat tidur  sebesar 319 ribu sehingga rasionya sebesar 1,23.

“Atas dasar inilah RS Awal Bros hadir di wilayah Bekasi Timur untuk memberikan solusi kepada Pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam memilih fasilitas kesehatan dengan sistem pelayanan yang baik dan mutu berkualitas. Hal ini didukung sumber daya profesional yang cakap di bidangnya sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan berstandar internasional, ujar Ferdy.

Terakreditasi JCI

RS Awal Bros sukses mendapatkan akreditasi dari Joint Commission International (JCI). Di Indonesia hanya terdapat 14 rumah sakit swasta yang telah mendapatkan akreditasi JCI dan empat diantaranya dimiliki oleh RS Awal Bros dimana grup rumah sakit ini memiliki jumlah akreditasi JCI terbanyak di Indonesia. Hebat ya!
Dengan JCI ini, RS Awal Bros menunjukkan keunggulan dan pengalaman dalam menerapkan pelayanan prima yang mengutamakan keselamatan pasien berdasarkan standar internasional.

Pergeseran Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung di Grand Opening RS Awal Bros Bekasi Timur


RS Awal Bros telah terakreditasi JCI bahkan telah mempertahankan status akreditasi ini sejak tahun 2014. Pencapaian ini merupakan prestasi dan komitmen RS Awal Bros dalam menciptakan Continous Quality Improvement dimana pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit menjadi hal yang paling utama.


Talk Show Pergeseran Lifestyle dan Risiko Jantung

Setelah melihat peresmian RS Awal Bros, sesi yang paling saya tunggu dateng juga. Talk show...!




Talk show-nya diisi oleh:
1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Manoefris Kasim Sp.JP (K), Sp.KN
2. Spokesperson Yayasan Jantung Indonesia, Marcelino Lefrant

Di Indonesia, Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes dan jantung terus meningkat 20 persen setiap tahunnya. Angka yang fantastis banget ya :(
Data Kementerian Kesehatan melalui Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 menunjukkan bahwa penyakit jantung kini menjadi penyebab kematian tertinggi.
Bahkan, sekitar 12,9 persen kematian di Indonesia, diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah. Kenyataan ini jelas bikin ngeri :(

Pergeseran Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung di Grand Opening RS Awal Bros Bekasi Timur


Dalam talk show kemarin, dokter Manoefris menerangkan tentang siapa-siapa saja yang berisiko terkena penyakit jantung koroner. Mereka adalah orang dengan faktor genetik alias turunan, usia, gender, merokok, gangguan lipid, darah tinggi, dan kencing manis. Jadi, selain buat menjaga kesehatan diri sendiri, hidup sehat juga berarti menjaga keturunan kita tetap sehat, biar enggak terkena genetik penyakit yang diderita.

Apa sih penyebab seseorang kena penyakit jantung?
Ternyata 50% gak diketahui loh. Kata dokter Manoefris sih, yang enggak diketahui ini kemungkinan besar faktor genetik. Mungkin ada leluhur yang enggak ketahuan punya penyakit jantung, jadi enggak ke-track bahwa seseorang terkena penyakit jantung karena keturunan.

Setelah penjelasan panjang lebar dari dokter Manoefris, Marcelino Lefrandt, salah satu tokoh publik, sharing pengalamannya yang pernah didiagnosa kena penyakit jantung.
Ceritanya, dulu Marcelino ini pernah obesitas. Karena itu Marcelino menjaga ketat pola makan dan olahraganya. Ternyata, di usia tertentu olahraga tertalalu berat itu enggak baik justru buat kesehatan. Waktu itu Marcelino agak memforsir diri. Mulailah muncul sakit dada yang khas. Ayah Marcelino yang seorang dokter bernama dokter Lefrandt, menyarankan anaknya untuk cek kesehatan terutama jantung. Sebagai anak yang baik, Marcelino menurut. Setelah serangkaian tes, ketahuanlah kalau ada penyumbatan di jantung Marcelino. Dia syok sekali menghadapi kenyataan itu. Sampai psikologinya nge-drop. Karena waktu itu Maecelino sedang menyusun buku tentang pola hidup sehat. Pikirnya, gimana bisa menginspirasi orang lain kalau dirinya saja sakit.
Dokter menyarankan Marcelino memasang ring di jantungnya. Tapi, saat operasi, dokter enggak jadi memasang ring itu. Baru ketahuan kalau penyumbatan di jantung Marcelino adalah faktor genetik. Tapi, meskipun enggak jadi dipasang ring, Marcelino sangat menjaga pola hidupnya.


Rumah Sakit Tour

Setelah puas menyimak talk show, para undangan diajak mengelilingi rumah sakit.
Ternyata fasilitas RS Awal Bros ini lengkap. Ada ruang MSCT, IGD 24 jam, poli jantung, radiologi, sampai ruang perawatan VVIP. Mana tempatnya bersih dan pelayanannya ramah sekali.



Istimewanya lagi, ada diskon khusus di hari itu. Semoga ya, dengan kehadiran RS Awal Bros, masyarakat Kota Bekasi Timur semakin aware dengan kesehatan, dan mau memeriksakan kesehatannya ke dokter, sehingga bisa mencegah penyakit timbul dalam tubuh.

Pergeseran Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung di Grand Opening RS Awal Bros Bekasi Timur
Poli jantung


Kepengin tahu lebih lebih lanjut? Kunjungi website-nya di http://www.awalbros.com

Pergeseran Lifestyle dan Risiko Penyakit Jantung di Grand Opening RS Awal Bros Bekasi Timur



Publisher: eva sri rahayu - 02.48

Selasa, 31 Oktober 2017

, ,

Aturan Bagasi pada Penerbangan Untuk Umrah

Aturan Bagasi pada Penerbangan untuk Umrah (sumber gambar freepik.com)



Penerbangan pesawat memiliki aturan yang ketat yang harus dipatuhi bersama demi terciptanya keamanan dan kenyamanan selama penerbangan. Salah satu aturan terkait penerbangan yang dibuat pihak maskapai adalah terkait dengan bagasi. Terdapat aturan yang berisi batas maksimum bagasi dan benda-benda apa saja yang dilarang dibawa dalam bagasi. Aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk penerbangan umum, melainkan juga untuk penerbangan khusus seperti penerbangan yang melayani perjalanan umrah.
Berikut ini adalah beberapa aturan bagasi pada penerbangan untuk umrah:
Saat pergi umrah, salah satu barang bawaan yang pasti dibawa oleh jamaah umrah adalah air zam-zam. Air zam-zam yang disunnahkan untuk dikonsumsi tersebut banyak diburu oleh jamaah umrah asal Indonesia untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Akan tetapi, sebenarnya terdapat kebijakan yang sangat ketat terkait dengan aturan membawa barang berupa cairan dalam penerbangan. Hampir setiap bandara di dunia menerapkan aturan yang sangat ketat terkait dengan cairan yang boleh dibawa ke dalam pesawat. Lalu bagaimana jika melakukan penerbangan untuk umrah?
Apabila melakukan penerbangan reguler dalam wilayah Indonesia, penumpang boleh membawa cairah dengan volume lebih dari 100 ml ke dalam kabin seperti membawa minuman. Namun berbeda halnya ketika melakukan penerbangan internasional, maka saat melewati security check maka akan diperiksa secara ketat. Apabila kedapatan membawa cairan dengan volume lebih dari 100 ml, maka cairan tersebut akan disita dan tidak diizinkan untuk dibawa ke dalam pesawat.
Namun kebijakan membawa cairan maksimal 100 ml tersebut biasanya tidak berlaku untuk calon penumpang jamaah haji atau umrah. Pada jamaah haji, di Bandara King Abdul Aziz biasanya seluruh calon penumpang memperoleh jatah air zam-zam sebanyak 5 liter yang dibagikan secara gratis. Namun kebanyakan para jamaah ingin membawa tambahan air zam-zam. Lalu bagaimana caranya agar bisa membawa air zam-zam dalam bagasi penerbangan umrah tanpa menyalahi aturan serta tidak membahayakan penerbangan?
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pertama, bedakan barang yang akan diletakkan di bagasi tercatat serta bagasi kabin. Untuk koper jamaah umrah dimasukkan ke dalam bagasi tercatat, sedangkan untuk tas tenteng serta tas paspor masuk ke kabin.
Kedua, dalam sebuah penerbangan, tidak boleh membawa cairan dengan volume lebih dari 100 ml ke dalam koper. Oleh sebab itu sebaiknya tidak membawa zam-zam tambahan di dalam koper meski sudah ditutup,  apabila masih nekat memasukkan cairan lebih dari 100 ml, hal tersebut termasuk pelanggaran.
Lalu bagaimana jika ingin membawa air zam-zam? Maka sebaiknya bawa air zam-zam sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh maskapai penerbangan, karena hal ini ditetapkan juga untuk menjaga keselamatan penumpang serta penerbangan.  Aturan seperti ini memang bisa jadi berbeda dengan mayoritas bandara yang ada di Arab Saudi, yang masih memperbolehkan penumpang untuk membawa cairan minuman masuk ke dalam kabin, seperti bandara King Abdul Aziz Jeddah, atau Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.
Namun, sebagai jamaah umrah Indonesia, maka harus tetap mematuhi aturan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, jamaah umroh hendaknya bersikap bijak dengan jangan membawa air zam-zam terlalu banyak.  Sedangkan untuk aturan bagasi berupa koper, sesuai dengan ketentuan masing-masing maskapai yang digunakan, oleh sebab itu jamaah umrah harus menyiasati jika memang ingin membawa oleh-oleh untuk dibagikan ke sanak saudara, kerabat, dan sahabat. Agar tidak membawa barang bawaan melebihi kapasitas dan berat yang sudah ditentukan oleh pihak maskapai penerbangan. 
Itulah beberapa aturan bagasi pada penerbangan untuk umrah agar penerbangan umrah Anda menjadi selamat, aman, dan nyaman.
Publisher: eva sri rahayu - 10.51

Selasa, 17 Oktober 2017

, ,

Film My Generation: Memotret Kehidupan Generasi Remaja Milineal

Selangkah Lebih Dekat dengan Kehidupan Remaja Masa Kini Lewat Film My Generation



Tiap kali melihat anak SMA, jiwa remaja saya selalu terpanggil. Ruang dan waktu terbelah. Dalam imajinasi saya, saya yang masih remaja sedang berada di sekolah memakai seragam abu-abu. Mungkin sedang mengobrol dengan teman sebangku, atau seru-seruan bareng geng. Entah siapa yang awalnya mencetuskan warna seragam abu-abu. Seakan paham saat kita masih berseragam putih-abu, jiwa kita pun memang abu-abu. Kala itu hidup memang berada di tataran abu-abu, tidak ada yang benar dan salah. Kita yang muda dan menggebu, penuh harapan dan petualangan.
Karena merasa selalu jadi remaja 'selamanya', ehm..., saya selalu tertarik dengan kehidupan mereka. Maka itulah saya betah menulis novel-novel dengan tokoh remaja. Bagi saya, mempertahankan jiwa remaja dalam diri seperti terus menghidupkan 'semangat' yang belum kuyu dikikis waktu. Kalau bicara beban hidup, remaja memiliki beban dan tantangannya sendiri yang tak kalah berat ditanggung untuk manusia seusianya. 

Film My Generation: Memotret Kehidupan Generasi Remaja Milineal

Bicara soal remaja di generasi mana pun, sebenarnya semuanya memiliki kesamaan dinamika: percarian jati diri, persahabatan, cinta, prestasi sekolah, sampai hubungan dengan orang tua dan lingkungan. Hal yang kentara beda dari generasi ke generasi adalah teknologinya. Teknologi ini ternyata memberi banyak sekali warna dalam kehidupan. Misalnya saja, generasi remaja sekarang yang sangat akrab dengan media sosial menjadikan dunia mereka begitu luas sekaligus sempit. Dunia dalam genggaman, dan dunia hanya selebar layar gawai. Jadinya di era media sosial kayak sekarang. Pencarian jati diri remaja jadi double. Ya di dunia nyata, ya di dunia maya. 

Film My Generation: Memotret Kehidupan Generasi Remaja Milineal

Kisah remaja masa milineal ini ternyata menarik perhatian Sutradara Upi yang dituangkannya lewat film "My Generation". Film sebagai media untuk bersuara, memang sejak dulu selalu menjadi tempat mengabadikan peradaban. Hal itulah yang sedang dilakukan Upi. Tidak tanggung-tanggung, sebelum membuat film ini, Upi sudah lebih dulu melakukan riset social media selama 2 tahun. Upi bahkan mengatakan dia memasukkan percakapan anak milineal di social media sehingga dialog ataupun karakter mereka sesuai dengan gaya bahasa dan tren anak muda zaman sekarang. Kalau melihat trailer filmnya, saya jadi teringat film besutan Upi sebelumnya, yaitu “Realita, Cinta, dan Rock n Roll”. Terlihat karakteristik Upi di sana.

Coba deh tonton trailer-nya:



Film “My Generation” menceritakan tentang persahabatan empat orang siswa SMU, yaitu Zeke, Suki, Konji dan Orly. Karena video buatan mereka yang mengkritik guru, sekolah dan juga orang tua, menjadi viral di sekolah, mereka dihukum tidak boleh pergi liburan. Siapa mengira, liburan sekolah yang mereka prediksi bakal membosankan, justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberikan mereka pelajaran berarti dalam kehidupan. Semenjak saat itu kehidupan mereka tak lagi sama.

Film My Generation: Memotret Kehidupan Generasi Remaja Milineal


Selain premis ceritanya menjanjikan suguhan tontonan yang menarik, keunikan lain dari film yang diproduksi IFI Sinema ini adalah keempat tokoh utamanya diperankan oleh wajah-wajah baru di industri perfilman. Mereka adalah Arya Vasco, Bryan Langelo, Lutesha, Alexandra Kosasie yang akan beradu akting dengan para aktor senior. Ini seperti benar-benar menawarkan realita gap antara pemikiran antar generasi. Film ini tampaknya cocok ditonton untuk para orang tua juga. Lewat film ini, orang tua bisa selangkah lebih dekat dengan dunia anak-anak remajanya.


Saya tertarik menonton film “My Generation” ini untuk 2 alasan besar. Pertama, saya ingin membuka pintu lorong waktu, mengunjungi saya yang abadi sebagai remaja. Terus terang saja, tiap kali saya menonton film remaja, saya benar-benar merasa kembali jadi anak SMA XD Kedua, dilihat dari trailer-nya konflik film ini kompleks. Entah bagaimana saya yakin akan mendapatkan ‘sesuatu’ setelah selesai menontonnya.

Film My Generation: Memotret Kehidupan Generasi Remaja Milineal



Mau nonton bareng tanggal 9 November nanti?

Film My Generation: Memotret Kehidupan Generasi Remaja Milineal


Publisher: eva sri rahayu - 08.07
 

 

Our Leading Clients

Awesome people who trust us