Antarkan Kebaikan Literasi Bersama Paxel



Sewaktu kecil saya dan Evi tinggal di kampung. Tahun-tahun itu di sana belum ada toko buku, sehingga kami yang hobi baca ini sulit mendapat buku cerita. Kami termasuk yang beruntung karena orang tua kami berlangganan koran dan majalah untuk setiap anggota keluarga—kecuali kami yang dianggap masih terlalu kecil, sehingga kami bisa membaca majalah-majalah lungsuran dari kakak-kakak kami. Kami juga suka meminjam buku pada teman semasa kecil yang suka dibelikan buku oleh ayahnya yang bekerja di kota. Waktu itu kami bermimpi memiliki perpustakaan pribadi di rumah yang berisi ribuan buku. Ketika akhirnya kami pindah ke Kota Bandung, tidak serta merta kami mendapat asupan banyak buku. Orang tua kami menerapkan aturan ketat soal pembelian apa pun, karena itu agar bisa memiliki buku, kami terbiasa menabung. Mengingat masa kecil itu kami sedikitnya mengerti bagaimana perjuangan untuk mendapat buku bacaan. Berangkat dari pengalaman pribadi dan melihat fenomena sosial, bahwa hingga kini—belasan tahun kemudian—masih banyak orang kesulitan mendapat buku bacaan. Terutama perpustakaan-perpustakaan di daerah-daerah terpencil. Karena itulah ketika kami membuat komunitas kembar, program utama kami fokus pada literasi. Salah satunya program Membaca Nusantara yang di dalamnya terdapat sub program “Donasi Buku Untuk Perpustakaan”. Usia program tersebut barulah dua tahun.

Di acara blogger gathering Paxel

Untuk merealisasikan program itu, kami tidak sendirian. Kami mengajak beberapa penerbit untuk bekerja sama sebagai penyedia buku-bukunya. Selain dari donatur-donatur pribadi yang berbaik hati menyumbangkan koleksi buku mereka. Namun, bukan berarti program itu berjalan lancar begitu saja. Kesulitannya terletak pada pengiriman buku. Sejak program itu disosialisasikan, kami menerima belasan proposalan dari perpustakaan-perpustakaan daerah seluruh Indonesia. Sebagai komunitas independen, kami mesti mengusahakan sendiri biaya pengirimannya. Sering kali, harga pengirimannya cukup mahal. Sehingga terus terang saja, jarak waktu pengiriman buku kadang jauh hari setelah proposal kami setujui. Semesta sepertinya memahami hal tersebut, karenanya membukakan jalan terbaik bagi kami. Minggu lalu, kami diundang acara blogger gathering oleh perusahaan ekspedisi bernama Paxel. Tanpa disangka, Paxel yang memiliki slogan “Antarkan Kebaikan” mau bekerja sama dengan kami untuk program tersebut.

Tentang Paxel Ekspedisi “Sameday”
Dalam acara gathering Paxel, kami mendengarkan kisah awal mula Pak Djohari mendirikan Paxel. Pak Djohari memulai ceritanya dari perjalanan spiritualnya ke tanah Mekah. Ketika itu beliau tersengat satu ingatan masa kecil, ingatan deja vu. Apa yang beliau alami persis sama seperti dalam mimpinya di masa kanak. Beliau mendapat satu kesadaran, bahwa agama yang dianutnya mesti dijalankan dengan sungguh-sungguh. Termasuk ajaran kebaikan di dalamnya. Maka beliau menjadikan kebaikan sebagai fondasi dalam usahanya. Saat mendirikan bisnis, beliau mendasarkannya pada, “Apa manfaat bisnis ini untuk khalayak? Kalau hanya mencari untung, itu tidak akan long term.” Beliau berprinsip, segala yang didasarkan pada kebaikan akan menghasilkan kebaikan pula. “Saya saksi hidup, bahwa perbuatan yang baik akan berbalik kepada kita di waktu-waktu yang tidak kita sangka.” Itulah kenapa Paxel “Antarkan Kebaikan”. Sebenarnya Pak Djohari telah lama berkecimpung di dunia ekspedisi. Salah satu ekspedisi terbesar saat ini merupakan hasil asuhannya.


Menegaskan slogannya, Paxel banyak memberi support dan terlibat dalam kampanye sosial. Salah satunya bekerja sama dengan Rumah Singgah Indonesia (RHI) yang memiliki 5 cabang, yaitu Bandung, Bali, Semarang, Jakarta, dan Makasar. Dalam gathering kemarin Teh Intan sebagai perwakilan RHI bersama Erlangga adik asuhannya sharing tentang kegiatan mereka dan bagaimana Paxel memberi dukungan.



 “Please take a noted, ‘antarkan kebaikan’ bukan isu buat jualan, tapi memang begitu sesungguhnya tujuannya,” ucap Pak Alexander Zulkarnaen, Brand Happiness Paxel. Menurutnya, suatu brand itu tergantung pada visi founder-nya. Kemudian kenapa ‘antarkan kebaikan’ disosialisasikan agar gerakan ini mampu mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi.  Pak Alex bercerita, ketika awal bergabung dengan Paxel, dia diminta mengurusi kerjasama dengan badan-badan sosial yang sudah dikurasi. Pak Alex berpikir, “Ini perusahaan baru kok udah ngurusin CSR?” Padahal Paxel ini memang menganggap hal itu sebagai 'bagian' dari perusahaan, bukan program CSR. Menurutnya, kesulitan terbesar mengembangkan brand di Indonesia terdapat di logistik. Sebaik apa pun brand melakukan promo, jika pengirimannya bermasalah, tetap tidak baik di mata customer.
Brand: its about promise, about perception.



Pak Alex juga menjelaskan arti logo Paxel adalah bergerak. Manusia yang bergerak, yang selalu berakselerasi. Memang, bergerak tidak selalu indah, kadang kita jatuh justru karena bergerak. Namun, bergerak membuat manusia belajar dari pengalaman dan mendengarkan. To create the light moment. Paxel memiliki tujuan movement di bidang logistik dengan berbasis solusi. Perubahan yang diharapkan bukan hanya di e-commerce, tapi lebih besar: lifestyle. Paxel bukan ingin menjadi nomor satu di bidang ekspedisi, tapi lebih spesifik, menjadi nomor satu untuk jasa pengiriman “sameday”.


Antarkan Kebaikan Literasi Bersama Paxel
Mbak Intan sedang menjelaskan tentang Paxel

Kelebihan Paxel Dari Jasa Ekspedisi Lain
Mbak Intan Saraswati, Chief Happiness Operation Paxel menjelaskan beberapa kelebihan Paxel dari jasa ekspedisi lain, yaitu:
1.    Pengantaran same day alias sampai di hari yang sama.
2.    Aplikasinya sederhana sehingga mudah digunakan siapa saja, termasuk orang tua.
3.    Barang dijemput oleh kurir yang disebut “Happiness Hero”. Jadi buat kita para umat mager, enggak mesti ke mana-mana, bisa anteng-anteng di rumah sambil leyeh-leyeh tiada bertepi.
4.    Order pengiriman barang kita enggak akan di-cancel, jam berapa pun itu. Tapi... untuk penjemputannya sendiri ada pembagian waktunya alias ada slot waktunya. Ini berfungsi untuk estimasi waktu pengiriman juga.
5.    No distance limit. Enggak ada perhitungan jarak jauh dekat, karena yang dihitung hanya antar kotanya saja.
6.    Money back guarantee. Ketika kita mengirim barang, bakalan muncul tuh estimasi waktu pengiriman di aplikasi, kalau melebih estimasi, meskipun cuman satu dua menit, uang kamu bakalan dibalikin. Segitunya loh!
7.    Harga pengiriman flat. Hanya tergantung dari ukuran dan ke kota mana pengirimannya. Saat ini Paxel baru menjangkau Jabodetabek, Bandung, Semarang, Jogja, dan Solo. Harganya bisa kamu lihat di foto ya.


Intinya sih kata Mbak Intan, Paxel pengin ngasih sisi emotional experience. Yang terpenting kebahagiaan customer.

Oh iya, Paxel ini menggunakan sistem referal. Jadi buat kamu yang menggunakan referal akan mendapat saldo Rp100.000 sedangkan yang kode referalnya dipakai akan mendapat saldo Rp50.000. Boleh banget loh kalau mau memakai kode referal saya "evasrirahayu" hehe. Untuk menggunakan Paxel, kamu bisa mengunduh aplikasinya di Google Play Store, ya.


Antarkan Kebaikan Literasi Bersama Paxel
Happiness Hero yang mengantarkan buku donasi

Antarkan Kebaikan Literasi Bersama Paxel
Dalam benak saya ketika menyimak penuturan Pak Djohari adalah setelah selesai acara, komunitas kami bisa mengajak Paxel bekerja sama untuk program Membaca Nusantara. Dasar kembar, meskipun enggak saling berkomunikasi, ternyata Evi sepikiran dengan saya. Pada sesi tanya jawab, Evi tanpa tedeng aling-aling langsung menanyakan pada Pak Djohari mengenai kemungkinan kerja sama tersebut. Gayung bersambut, tanpa ragu Pak Djohari langsung menyetujui. Memang program tersebut sejalan dengan visi dan misi Paxel. Rasanya senang sekali mendapat solusi untuk masalah kami.


Antarkan Kebaikan Literasi Bersama Paxel
Kiriman buku dari penerbit

Menjelang akhir tahun, stok buku-buku program “Donasi Buku Untuk Perpustakaan” sudah hampir habis. Kami pun kembali menghubungi penerbit-penerbit rekanan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut. Betapa melegakan ketika kami bisa menawarkan pada penerbit untuk mengurus ekspedisi pengirimannya menggunakan Paxel, sehingga tidak memberatkan penerbit untuk ongkos kirim pengirimannya. Apalagi buku yang mencapai puluhan itu pasti beratnya lumayan. Senin siang, Happiness Hero mengambil paketnya dari penerbit. Malamnya, Kang Happiness Hero menghubungi saya untuk mengantar paket yang sudah di-packaging lagi dengan rapi. Waktu pengiriman sesuai dengan estimasi. Hari itu mata saya dan Evi berbinar-binar membuka paket berisi buku-buku itu. Sambil membayangkan kebahagiaan dan semangat anak-anak yang membaca buku-buku itu di perpustakaan-perpustakaan daerah. Semogalah makin banyak orang mendapat asupan bacaan bergizi yang diantarkan sepenuh hati.


Antarkan Kebaikan Literasi Bersama Paxel
Buku-buku untuk donasi

Oh iya, bagi kamu yang ingin turut berpatisipasi dalam program ini, kamu bisa menghubungi kami untuk donasi bukunya. Yuk, kita bergiat dalam literasi untuk generasi optimis di masa kini dan nanti.

SIMILAR POSTS

Film 3 Dara 2: Ketika Kepala Keluarga Berada di Wilayah Domestik

Film 3 Dara 2: Ketika Kepala Keluarga Berada di Wilayah Domestik


Film 3 Dara 2 masih mengangkat gagasan mengenai nilai kesetaraan sebagai manusia, melibat gender, hanya lebih menekankan pada fase 'rumah tangga'. Tiga tokoh utamanya Jay (Adipati Dolken), Afandi (Tora Sudiro), dan Richard (Tanta Ginting) pasca kebangkrutan mereka akibat tertipu oleh Bowo (Dwi Sasono), mesti berperan sebagai 'bapak rumah tangga' yang berjibaku dengan segala urusan domestik. Sementara para istri yaitu Aniek (Fanny  Fabriana), Kasih (Rania Putrisari), dan Grace (Ovi Dian) menjadi wanita karier. Mengambil alih tugas sebagai tulang punggung keluarga untuk membayar utang-utang suami mereka yang berjumlah puluhan miliar.

Sumber gambar: trailer film 3 Dara 2

Cerita dibuka dengan adegan konsultasi ketiga dara dengan Windy (Rianti Cartwright)—psikolog mereka—yang menanyakan perihal pandangan mereka mengenai perempuan. Meski ketiganya telah memiliki sisi penghormatan terhadap peremuan—hasil pengalaman menjalani kutukan menjadi perempuan di kisah sebelumnya—mereka tetap meremehkan tugas-tugas domestik yang diemban para istri di rumah. Scene beralih pada pernikahan Richard yang dihadiri Eyang Putri (Cut Mini). Inilah awal mula konflik terbesarnya. Eyang Putri menatap sebelah mata pada Afandi menantunya yang dianggap tidak mumpuni sebagai kepala keluarga sekaligus ‘mokondo’, karena perusahaan yang dijalankan Afandi selama ini ternyata milik sang mertua. Apalagi melihat bagaimana Afandi memperlakukan Aniek seperti pembantu. Afandi yang ingin terbebas dari penilaian negatif dan intimidasi mertuanya menerima ajakan bisnis sayuran organik dari Bowo.

Ketika Kepala Keluarga Berada di Wilayah Domestik
Sejak pembukaan film, penonton disuguhi kelucuan-kelucuan, mulai dari komedi yang masuk akal hingga yang terasa agak maksa—termasuk parodi dan unsur horornya—berhasil memancing tawa. Terasa ‘geeerr’ di beberapa bagian. Komedi dibangun terutama dari tingkah para pria ketika menjalankan tugas domestik, juga kekonyolan solusi-solusi mereka untuk membayar utang. Betapa ketiga dara merasa tersiksa mengurusi pekerjaan rumah yang tiada habis. Meskipun demikian, terasa sekali adanya nilai edukasi yang diemban. Ketiga penulis skenario, yaitu Nataya Bagya, Fatmaningsih Bustamar, dan Monty Tiwa berusaha memberi pandangan berimbang dari segi istri maupun suami. Pemilihan penyampaian gagasan lewat jalur komedi terasa pas karena mudah dicerna dan aman, sehingga tidak tampak menyinggung pihak mana pun. Sesungguhnya di masa kini, sudah tidak mengherankan jika kita menemukan laki-laki yang cakap di wilayah domestik dan perempuan yang sukses berkarier sehingga menghasilkan uang banyak. Baik itu berstatus single ataupun telah berumah tangga. Wilayah tugas mana yang diemban tergantung kesepakatan masing-masing pasangan. Meski memang masih banyak stigma negatif terhadap pasangan yang menempatkan pria di wilayah domestik dan perempuan yang bekerja. Pria dianggap tidak cakap sebagai kepala keluarga, sedang perempuan dituduh tidak becus menjadi kepala rumah tangga.

Sumber gambar: trailer film 3 Dara 2
Kemudian dari segi akting, semua pemain tampil cukup bagus. Termasuk Soleh Solihun yang berperan sebagai Jentu si ajudan Eyang Putri. Saya tidak melihat ada satu pemain yang tampak menonjol. Tentunya ini juga berkat arahan dari Monty Tiwa sang sutradara.

Sekuel 3 Dara 2
Sekuel cerita selalu menanggung beban ekspektasi penikmat kisah pertamanya. Ada yang lebih baik, ada yang kualitasnya menurun, atau seimbang. Tapi itulah risiko yang harus diambil ketika membuat sekuel, bukan? Ketika menonton film pendahulunya, saya sangat menikmati jalinan kisah dari awal hingga akhir. Komedinya cukup menggigit, ceritanya cukup bagus, dan isu yang diusung tersampaikan dengan baik. Namun, sekuelnya terasa kurang solid. Kekurangan terasa dari segi cerita. Sekuel 3 Dara 2 tampak terlalu berat menanggung gagasan yang dikemukakan. Terasa terlalu banyak bermain-main dengan komedi, seolah penonton mesti sering-sering diajak tertawa. Tapi jadinya, ketimbang memberi adegan-adegan yang lebih mendekati realitas, 3 Dara 2 lebih memilih hal-hal absurd untuk ditertawakan. Memang salah satu formula komedi adalah menabrak realitas, tapi kisah film ini menjadi kedodoran, sehingga memunculkan pertanyaan karena logika cerita. Seperti: mengapa ketiganya suami bisa tidak bekerja? Iya, Afandi memang bisa meminta cuti pada kantornya. Tapi Jay dan Richard bagaimana? Sebagai pria-pria yang telah malang melintang di dunia bisnis, apakah tidak ada cara lain untuk mencari pekerjaan sampingan dengan memanfaatkan kolega-kolega mereka? Kemudian, dari mana hitungan bahwa bila para wanita yang bekerja mereka akan bisa membayar utang lebih cepat? Logika cerita itulah yang membuat film ini terasa mengganjal.

Sumber gambar: trailer film 3 Dara 2

Di akhir, penonton diberi twist yang bisa dibilang tidak mengejutkan. Saya mengira-ngira, twist ini memang tidak didesain agar penonton terperangah karena gampang ditebak. Lebih pada penyelesaian yang mudah dan dianggap paling bijak pada kasus cerita ini.

Di luar dari kekurangannya, 3 Dara 2 adalah film yang menghibur, berani menyajikan gagasan kuat dan penyampaian pesan yang jelas. Di sela tawanya, penonton diajak merenungkan mengenai nilai kemanusiaan, konflik-konflik rumah tangga, dan betapa pentingnya saling mengapresiasi antara pasangan.

3 dari 5 bintang untuk film ini.


SIMILAR POSTS

Temukan Rumah dan Mobil Impian di Drive Expo 2018

Temukan Rumah dan Mobil Impian di Drive Expo 2018
Temukan Rumah dan Mobil Impian di Drive Expo 2018 (Sumber gambar: Ani Berta)

Setiap awal tahun biasanya saya menetapkan hal-hal yang ingin dicapai tahun itu. Tujuannya sebagai bentuk motivasi diri, biar usaha dan semangat menggapainya maksimal. Minimal, saya maju selangkah menujunya. Satu langkah demi satu langkah, akhirnya akan sampai ke tujuan. Perjalanan mencapai impian memang enggak pernah mudah, tapi bukan berarti enggak bisa dinikmati. Sesulit apa pun rintangannya, selalu ada jalan untuk kita yang ikhtiar. Kamu tipe yang begitu jugakah?
Kalau impianmu tahun ini menemukan rumah dan mobil impian, dan belum juga menemukan yang sreg di hati, ada satu langkah menuju impian, yaitu menghadiri gelaran Drive Home Expo 2018 di ICE BSD City tanggal 2 sampai 4 November nanti.
Drive Home Expo 2018 merupakan pameran yang menggabungkan antara produk-produk otomotif dan properti. Expo ini digelar oleh portal properti terdepan di Indonesia dan portal otomotif nomor 1 di Indonesia. Ya, benar, Rumah.com dan Mobil123.com.

Konferensi pers Drive Home Expo 2018 (Sumber gambar: Ani Berta)

Sekilas Tentang Rumah.com
Rumah.com merupakan portal properti yang sudah beberapa kali mendapat penghargaan bergengsi. Seperti pada tahun 2016 lalu diganjar penghargaan Asia’s Most Influential Brand for Online Property Search oleh konsumen, dan tahun 2017 berhasil menyabet The Best in Experiential Marketing dalam ajang Marketing Award 2017. Portal ini bagian PropertyGuru group, satu perusahaan properti online terbesar di Asia. Aplikasi mobile-nya saja sudah diunduh lebih dari 1 juta pengguna, dan tiap bulannya sudah membantu sekitar 5,5 juta orang Indonesia buat mencari dan menemukan rumah impian mereka di Indonesia.

Sekilas Tentang Mobil123.com
Kalau Mobil123.com pasti udah pada tahu kan ya. Sebagai Portal Otomotif No. 1 di Indonesia yang mempertemukan antara pembeli dan penjual terpercaya dalam satu platform online maupun kegiatan offline—seperti Drive Home Expo 2018 ini—mereka selalu berinovasi dengan fitur-fitur terbarunya. Di Mobil123.com kita bisa menemukan lebih dari 220 ribu iklan kendaraan berkualitas.

Temukan Rumah dan Mobil Impian di Drive Expo 2018
Saya sempet bertanya-tanya, kenapa pameran ini diselenggarakan menuju akhir tahun? Ternyata event ini terinisiasi dari survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018, dimana hasil survei itu menunjukkan bahwa optimisme para pencari rumah di semester dua tahun 2018 ini masih tinggi. 63% dari 1.000 responden mengaku berniat membeli rumah dalam kurun waktu enam bulan ke depan. 57% dari 1.000 responden alias 6 dari 10 orang punya rencana membeli rumah antara Juli sampai Desember. Mungkin di awal-awal tahun menabung dulu ya. Nah, buat memenuhi kebutuhan masyarakat itulah Drive Home Expo 2018 digelar.

Indonesian Market Sentiment (Sumber gambar: Ani Berta)

Terus kenapa sih expo ini memadukan properti dan otomotif? Kalau kata Country Manager Rumah.com, Marine Novita, first time buyers didominasi oleh milenial yang mobilitasnya tinggi sehingga mencari rumah yang gampang diakses. Kayak kita-kita inilah ya....
“Tak pelak, milenial lebih mengincar properti di pinggir kota. Selain harga yang jauh lebih terjangkau, rumah atau apartemen di kawasan suburban cukup banyak yang ditunjang dengan akses bagus seperti dekat dengan pintu tol,” ujar Marine Novita dalam press conference Drive Home Expo 2018 lalu di Jakarta.
Karena pilihan rumah yang terjangkau itu di pinggir kota, butuh banget dong kendaraan biar gampang ke sana-sini, termasuk ke tempat kerja. Jadinya pilihan mengawinkan antara properti dan otomotif dalam satu pameran itu “Sekali dayung, dua tiga pula terlampaui” deh. Menjawab dua kebutuhan langsung.


Marine Novita, Country Manager Rumah.com (Sumber gambar: Ani Berta)

Ada apa aja sih di Drive Home Expo 2018 ini? Sebagai pengunjung kita bisa melihat 50 proyek properti dari developer dan produsen mobil terpercaya di Indonesia. Acara ini punya tagline “Juaranya Temukan Rumah dan Mobil Idaman” sebagai jaminan bahwa pengunjung akan disuguhi hal-hal istimewa di sana. Pada event itu kalau kita sudah yakin menemukan rumah dan mobil yang pas di hati maupun di kantong, kita bisa langsung melakukan pemesanan dalam satu atap dengan didukung oleh teknologi terkini yang cuma dimiliki kedua portal itu. Seandainya pun kita baru berniat buat ngeriset dan membanding-bandingkan dulu, data yang kita kumpulin bakalan mumpuni banget.
Di pameran, ada promo-promo eksklusif seperti skema DP 0%, cicilan uang muka, promo bebas biaya KPR, program khusus buat yang mau beli sepaket properti dan mobil, dan banyak lagi penawaran menarik lainnya. Kalau mau tahu info lengkapnya, kamu bisa baca di https://www.drivehomeexpo.id/


Konferensi pers Drive Home Expo 2018 (Sumber gambar: Ani Berta)
Masih ada waktu buat ngejadwalin dan menikmati weekend seru berfaedah di Drive Home Expo 2018 nih. Satu langkah menuju rumah dan mobil impian.

SIMILAR POSTS

Jilbab Segi Empat Square Premium I&U Apparel yang Nyaman dan Mudah Digunakan



Tiap kali melihat teman-teman yang berjilbab dengan berbagai model, saya selalu merasa takjub. Dalam hati bertanya-tanya, “Itu gimana sih cara pakainya?” Beberapa kali saya sempat menonton tutorial jilbab di Youtube maupun Instagram. Sempat berusaha mempraktikkannya, tapi ternyata... susah! Susah karena saya enggak sabaran dan sudah berpikir “sulit” duluan. Jadi ya gagal terus. Pada dasarnya saya memang tipe yang enggak mesti mengikuti tren fashion, lebih ke memilih yang nyaman. Saya sampai pada kesimpulan, bahwa saya nyaman memakai jilbab segi empat karena lebih praktis memakainya. Itu pun kadang saat memakainya butuh waktu lama supaya bentuknya sesuai harapan. Selain itu pemilihan jilbab segi empat, memilih bahan jilbab dan warna juga menjadi andalan. Untuk warna, saya lebih suka yang polosan, bukan yang bermotif-motif. Alasannya karena warna polos lebih mudah di-mix and match-kan. Maklumlah ya... saya kurang bisa menyelaraskan warna-warna baju dan jilbab. Sering enggak percaya diri dan takut terlihat aneh karena tabrakan atau sebagainya. Kemudian soal pemilihan bahan, ada bahan-bahan yang mudah dibentuk dan bentuknya bertahan seharian. Selalu seneng deh kalau menemukan bahan jilbab seperti itu.


Bahan Cornskin Tale

Jilbab Segi Empat Square Premium I&U Apparel yang Nyaman dan Mudah Digunakan
Ketiga kriteria jilbab favorit saya yaitu segi empat, warna polos, dan bahan yang mudah dibentuk, saya temukan di jilbab I&U Apparel Moeslem Wear.
Bulan ini saya menambah koleksi jilbab segi empat berbahan premium yaitu Pollycotton Coral dan Cornskin Tale. Kedua warna tersebut belum saya miliki sebelumnya. Baik secara kasatmata maupun saat disentuh, perbedaan dari kedua bahan jilbab itu tampak jelas. Bahan corn skin serat-seratnya lebih terlihat, sedang bahan pollycotton tampak halus. Bahan corn skin ini sesuai pengertiannya secara harfiah seperti kulit jagung yang ketika diraba terasa teksturnya.

Memakai jilbab Pollycotton Coral

Kesan Saya Memakai Jilbab Segi Empat Square Premium I&U Apparel Moeslem Wear
Ini kesan-kesan saya saat memakai kedua jilbab tersebut:
1.    Sebelum digunakan, keduanya saya setrika terlebih dulu. Ternyata kedua bahan tersebut mudah sekali dirapikan, sehingga enggak susah menyetrikanya, dan kerapiannya bertahan seharian.
2.    Ketika saya perhatikan, jahitan di pinggir-pinggir jilbabnya rapi
3.    Keduanya mudah dibentuk, dan senangnya bentuknya enggak gampang berubah sehingga saya enggak mesti beberapa kali bercermin untuk memastikan kerapian bentuknya. Karena gampang dibentuk inilah jadi saya enggak membutuhkan waktu lama memakai jilbab.
4.    Bahannya juga adem, enggak bikin gerah. Saya tipe yang selalu memakai daleman, jadi keademan bahan ini penting banget digaris bawahi.
5.    Poin penting berikutnya adalah masalah harga. Dengan kualitas yang baik, harga jilbab I&U Apparel Moeslem Wear ini terjangkau! Sebagai orang yang ekonomis, cocok banget buat saya. Pollycotton Coral dibanderol dengan harga Rp35.000 per satuan dan Rp100.000 jika membeli 3 jilbab sekaligus. Sedangkan Cornskin Tale harganya Rp55.000 kalau membeli 6 jilbab atau lebih menjadi Rp50.000 saja.
6.    Pilihan warna jilbab I&U Apparel Moeslem Wear ini banyaaak! Jadi kita bisa memilih warna-warna favorit dan sesuai dengan koleksi baju.



Kalau kamu penasaran dengan koleksi jilbab I&U Apparel Moeslem Wear dan berminat membelinya, bisa lihat-lihat di akun Instagram mereka @ianduapparel kali-kali aja ada promo-promo menarik lainnya, kan.... Buat informasi lengkap kamu bisa mengontak Whatsapp : 081807083727 atau Line : AYCLSTORE

SIMILAR POSTS

Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?

Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?
Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?

Pernah mendengar orang ingin menghasilkan uang dari hobi? Pasti pernah. Hobi memang kegiatan yang membuat hati senang. Maka enggak heran jika kita ingin pekerjaan yang digeluti bukan menjadi beban dan bikin stres, justru menjadi sumber kebahagiaan. Tapi nih, seringnya hobi ini dituduh sebagai biang penguras dompet ketimbang menggendutkan rekening. Karena ya itu tadi... hobi dianggap untuk kesenangan semata. Bukan kegiatan produktif yang membantu menopang kesejahteraan keluarga.

Pernah mendengar orang mengeluhkan pekerjaan yang enggak sesuai dengan passion atau jurusan waktu kuliah? Pasti pernah juga. Merasa ketika kerja hanya jadi robot yang bekerja sesuai target dan deadline. Kadang enggak ada kegairahan untuk memberikan yang terbaik apalagi terus melampaui hasil-hasil sebelumnya. Tapi, banyak juga yang bekerja enggak sesuai passion dan jurusan kuliah tetap memberikan hasil maksimal dan punya prestasi gemilang. Kembali pada pola pikir, sudut pandang, dan motivasi diri.

Pertanyaannya, apakah bekerja sesuai hobi dan passion itu sesuatu yang mustahil? Hanya utopis yang sekadar seksi untuk diimpikan. Jawabannya tentu sangat mungkin diwujudkan.












Beberapa di antaranya karya saya


Bekerja Sesuai Hobi dan Passion


Dari kecil saya punya hobi membaca dan menulis. Pada tahun-tahun itu, masih banyak orang memandang aneh anak kecil yang punya impian menjadi penulis. Menulis adalah paket lengkap sebagai hobi dan passion. Sampai ketika saya tumbuh dewasa, hobi itu benar-benar bisa dijadikan mata pencaharian. 

Memang, selain memberikan kesenangan, saya punya deretan alasan yang menjadi motivasi untuk menulis. Salah satunya menulis buat saya adalah jalan mengedukasi. Saya ingin memberi bacaan yang berkualitas. Saya percaya generasi Milenial ini enggak malas membaca. Media bacaannya saja yang lebih beragam. Seperti lebih suka membaca via berbagai aplikasi di smartphone. Para penulis juga punya ladang baru, yaitu menulis untuk berbagai portal dan aplikasi. 

Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?
Salah satu kegiatan di Rumah Pintar (Sumber gambar: Sinar Mas)



Rumah Pintar
Lewat tulisan, saya ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap literasi. Termasuk dengan program komunitas, yaitu program donasi buku untuk perpustakaan. Ini selaras dengan Rumah Pintar yang memberdayakan diri lewat komunitas. Bekerja sama dengan Sinar Mas, Rumah Pintar menyediakan berbagai fasilitas seperti Sentra Komputer, Sentra Bermain, Sentra Kriya, Sentra Anggrek, Sentra Buku, Sentra Panggung dan Sentra Audio Visual. Di Sentra Kriya, para ibu diberi pelatihan kerajinan tangan yang nantinya dijadikan penghasilan tambahan. Anak-anak dapat belajar sambil bermain di Sentra Buku dan Sentra Audio Visual. 

Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?
Kegiatan pengembangan pontensi anak-anak di Rumah Pintar (Sumber gambar: Sinar Mas)

Sampai saat ini Sinar Mas sudah mengelola 29 Rumah Pintar yang tersebar di beberapa daerah. Berkat program ini, tahun 2014 lalu, Sinar Mas mendapatkan penghargaan Anugerah Adicipta Lokatara dari pemerintah karena dinilai konsisten dalam memberdayakan masyarakat sekitar dengan basis komunitas. Setuju kan kalau komunitas itu efektif dalam memberdayakan masyarakat?



Mitra Kreasi Handycraft
Balik lagi ke hobi. Banyak banget hobi yang kalau ditekuni sungguh-sungguh jadi menghasilkan. Termasuk hobi unik bikin kerajinan tangan dari bahan limbah kertas. Hal itu sukses dilakukan oleh Mitra Kreasi Handycraft di bawah asuhan program corporate social responsibilty (CSR)—program CSR adalah program tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat—Sinar Mas. Usaha kecil mikro dan menengah di Serang, Banten, ini berhasil mengubah limbah kertas dan kardus bekas menjadi kerajinan tangan berkualitas... ekspor! Keren banget, ya!


Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?
Salah satu hasil karya Mitra Kreasi Handycraft (Sumber gambar: Sinar Mas)


Penasaran enggak sih sama behind the story keberhasilan mereka? Sebagai pencinta kisah di balik kesuksesan, saya sih pengin tahu. Kalau kamu penasaran juga, saya ceritain ya. Jadi ceritanya suatu hari di tahun 2009, Pak Farid sang ketua kelompok Mitra Kreasi Handycraft bertemu dengan corporate social responsibility (CSR) Sinar Mas. Pihak Sinar Mas meminta Pak Farid dan kelompoknya membuatkan kerajinan tangan dari limbah kertas dan kardus bekas dari produksi perusahaan Sinar Mas di Serang. Waktu itu Pak Farid yang merupakan ayah tiga orang anak ini lagi mengalami masa sulit karena kehilangan pekerjaannya. Sebelum produksi, Pak Farid dan kawan-kawan diberi pelatihan bagaimana membuat barang-barang kerajinan tangan. Apa sehabis itu mereka langsung berhasil? Enggak sodara-sodara. Hasil kerajinannya dianggap belum memenuhi standar, jadilah perusahaan terpaksa menolak. Apa Pak Farid dan kawan-kawan juga perusahaan menyerah begitu aja? Enggak dong! Mereka lalu dikasih pelatihan lagi. Akhirnya... jeng-jeng-jeng... teman-teman Mitra Kreasi Handycraft berhasil menghasilkan produk sesuai dengan standar dan permintaan perusahaan. Mereka membuat kerajinan tangan berupa kantong belanja, miniatur kapal pinisi dan becak, aneka stationery set, dan banyak lagi.


Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?
Sumber gambar: Sinar Mas
Program ini juga menghasilkan penghargaan Social Business Innovations Award tahun 2012 dari majalah Warta Ekonomi.

Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?
Salah satu kegiatan di Rumah Kreatif (Sumber gambar: Sinar Mas)
Rumah Kreatif
Adakah yang punya hobi menenun? Mungkin kamu bisa mengikuti kesuksesan teman-teman di Rumah Kreatif yang diinisiasi Sinar Mas sebagai “rumah pendidikan” sekaligus sarana pemberdayaan bagi warga masyarakat. Program corporate social responsibilty (CSR) ini mengangkat tenun ikat tradisional Humbang Shibori, dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Sebuah kerajinan kriya yang dibuat dengan metode ikat celup (tie dye).


Bekerja Sesuai Hobi dan Passion, Bisakah?
Sumber gambar: Sinar Mas

Kamu bisa mengunjungi bit.ly/TumbuhBersama atau www.sinarmas.com untuk melihat program sosial lainnya.

Ada banyak jalan mewujudkan impian bekerja sesuai dengan hobi dan passion, salah satunya dengan mengikuti komunitas dan program yang bersinergi dengan hobi tadi. Mari kita buat anggapan hobi hanya membuang-buang uang jadi pandangan ketinggalan zaman.

SIMILAR POSTS