Sabtu, 20 Juni 2015

Filled Under:

12 Tips Menjadi Admin Program di Grup Facebook [Bagian Pertama]

Share


Salah satu keuntungan punya Facebook adalah kita bisa menimba ilmu lewat grup-grup yang sesuai dengan minat kita. Beberapa tahun ini menjamur bermacam-macam grup di Facebook, seperti grup penulisan, grup blogger, grup yang membahas makanan, grup fashion, dan banyak lagi. Hampir setiap grup memiliki program andalan yang menarik minat sekaligus mengembangkan potensi anggotanya. Misalnya saja grup penulisan di tempat saya menjadi salah satu koordinatoornya, di sana ada program bedah karya, menulis bertema,pembahasan film, sampai program curhat. Setiap program dipegang oleh satu sampai beberapa koordinator. Di grup tersebut, saya memegang dua program, yaitu program curhat dan pembahasan film.

Menjadi koordinatoor –biasa juga disebut admin atau PIC—program tidak mudah, kadang ada persiapan-persiapan khusus sebelum mengawalnya.  Saya kepikiran menulis pengalaman menjadi koordinatoor program ini setelah adik kembaran saya bertanya tentang program yang diasuhnya. Saya memberinya beberapa tips untuk diterapkan. Lalu saya kepikiran, mungkin banyak juga koordinator program lain yang membutuhkan tips ini.

12 Tips menjadi admin program Facebook:

1. Beri perhatian yang intens.

Ketika kita membuka program atau kelas, usahakan kita dalam keadaan siap stand by selama jam program yang sudah ditentukan. Misalnya programnya berlangsung selama dua jam, maka selama itu kita usahakan bisa terus memantau program. Jangan sesudah posting lalu ditinggalkan. Karena orang-orang yang mengikuti program enggak akan merasa gak diacuhkan. Beri mereka perhatian intens. Dengan begitu, komunikasi akan terasa lancar berlangsung dari dua arah. Anggota yang mengikuti kegiatan merasa dihargai, dan efek positif lainnya, sebagai koordinatoor kita pun akan semakin bersemangat mengawal program. Keuntungan lainnya, program yang kita gawangi akan sering muncul di news feed anggota. Anggota yang belum ikut program pun akan mulai memperhatikan kelas kita.

2.       Keajaiban mention.

Setelah memposting, biasakan me-mention sebanyak-banyaknya anggota grup. Hal ini bertujuan menarik mereka untuk mengikuti program. Dulu, saya jarang melakukan hal ini, pikir saya, biarlah orang-orang yang mau dan berminat saja yang ikut, tanpa ada paksaan dari saya. Namun, saat program saya sepi, saya mulai me-mention anggota. Dan ternyata hal itu berhasil. Karena selain para anggota merasa dihargai dengan diajak mengikuti program, anggota-anggota lain yang malu-malu—biasanya anggota pasif atau anggota baru—ikut program menjadi mulai aktif. Bahkan beberapa anggota pasif yang bermula dari sering di-mention ini menjadi anggota loyal grup. Hal itu karena akhirnya mereka menjadi merasa memiliki program dan grup.

3. Pilih tema yang sedang “hits” atau “dibutuhkan” oleh anggota.

Pilihlah tema-tema pembahasan yang sedang hits atau dibutuhkan oleh anggota, karena akan lebih mudah menarik anggota untuk ikut berdiskusi. Untuk itu, koordinatoor harus jeli menangkap fenomena yang sedang marak. Misalnya untuk program menulis, bisa memilih tema yang sedang marak dilombakan oleh penerbit. Tetapi “hits” di sini tidak harus sesuatu yang baru, bisa juga hal lama yang pernah fenomenal. Contohnya di program pembahasan film yang saya asuh, saya akan memilih film lama yang sering ditayangkan di TV dan memorable seperti Ada Apa Dengan Cinta, atau memilih film baru yang masih bertengger di bioskop yang berhasil menjaring banyak penonton.

Selain itu, memilih tema yang dibutuhkan oleh anggota juga akan menarik mereka aktif berdiskusi. Untuk menentukan tema yang dibutuhkan ini, koordinatoor harus mengamati perkembangan grup. Atau bisa juga kita mengadakan survey. Contohnya, sehari sebelumnya, kita membuat postingan yang menanyakan usulan tema dari anggota untuk dibahas di program. Kebanyakan jawaban mereka adalah tema pembahasan yang mereka butuhkan.

  4. Posting tema di dokumen lalu dokumentasikan di web atau blog grup.

Kenapa posting di dokumen dan blog grup? Agar pengurus dan anggota mudah mencari pembahasan diskusi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Dengan menerapkan ini, setiap pembahasan program akan terdokumentasi dengan baik. Setelah posting di dokumen grup, ada baiknya juga di-copas di komentar agar anggota-anggota yang sulit membuka dokumen tetap bisa membacanya.

  5. Banyak-banyak bertanya.

Setelah tema diskusi program dilemparkan, banyak-banyaklah bertanya pada anggota. Pertanyaan ini bisa menggali pendapat mereka yang bahkan pada awalnya belum terpikir oleh mereka. Dengan diberi pertanyaan, anggota diskusi pun merasa diperhatikan. Jawaban-jawaban anggota pun akan mengembangkan arah diskusi, program menjadi ramai dan hidup, sehingga bisa menarik anggota lain yang belum aktif. Bagi pertanyaan-pertanyaan dalam beberapa komentar agar anggota bisa menjawab fokus satu per satu. Tips mengembangkan pertanyaan adalah dengan memperhatikan jawaban mereka, dari tiap jawaban pasti ada hal-hal yang bisa digali lagi.

Misalnya dalam program pembahasan film, kita bisa memberi beberapa pertanyaan yang diberikan dalam tiga komentar.
Pertanyaan pertama: Apa pendapatmu tentang film itu?
Pertanyaan kedua: Siapa tokoh yang paling kamu sukai?
Pertanyaan ketiga: Berapa rating yang kamu berikan untuk film itu?
Dari jawaban mereka, akan lahir lagi pertanyaan-pertanyaan lain, seperti: Kenapa film itu berkesan? Kenapa kamu tidak suka pada tokoh utamanya? Dan lain-lain.

Jika kita menggawangi program curhat, pertanyaan akan lebih kaya lagi, karena setiap orang memiliki problem dan pengalaman yang berbeda-beda. Contohnya tema bully.
Pertanyaan pertama: Apa kamu pernah mengalami di-bully?
Pertanyaan kedua: Apa kamu pernah melihat teman di-bully? (Pertanyaan ini bisa beranak, semisal, “Apa yang kamu lakukan ketika melihat itu?”)
Pertnyaan ketiga: Apa penyebab kamu di-bully?
Jawaban beragam itu pasti memancingmu untuk memberi pertanyaan-pertanyaan lain.

  6. Jangan membuat kesimpulan dalam dokumen program.

Saat kamu melempar tema pembahasan, jangan sertakan kesimpulannya dulu. Biarkan kesimpulan terbentuk dari proses diskusi. Hal ini mejaga agar anggota enggak merasa belum-belum sudah merasa digurui. Buat kesan bahwa kita sedang belajar bersama bukan kita sebagai guru yang sedang berkhotbah—dan memang kita sedang belajar bersama. Bahkan ketika kita memang benar-benar sedang menjadi guru. Contohnya di program sharing ilmu menulis di grup penulisan. Biasanya ada satu yang menjadi guru untuk sharing ilmu.


Tips menjadi admin program di grup FB ini saya bagi ke dalam dua postingan ya. Takut kepanjangan soalnya XD Semoga tips-tips ini bermanfaat ^_^


Bersambung ke bagian dua.

8 komentar:

  1. Nice tips. Terima kasih sudah berbagi, Teh.

    BalasHapus
  2. Waaa, ada Acha. Makasih juga udah baca XD

    BalasHapus
  3. tips yang bagus, thanks for sharing

    BalasHapus
  4. Tips ini sangat membantu 'adik kembar' Eva mengawal program lho :D

    BalasHapus
  5. Ilmu baru, nih. Walopun belom pernah jadi admin....

    BalasHapus