Kamis, 28 April 2016

Filled Under:

Dokumentasi Karya-karya Eva Sri Rahayu

Share

Saya memulai hobi menulis sejak kecil. Saya mencintai dunia tulisan karena bisa membawa saya ke dalam berbagai petualangan tanpa batas. Saya bisa menjadi siapa saja, dengan jutaan pengalaman hidup. Karena hidup manusia terbatas pada satu waktu, maka lewat tulisan saya bisa memiliki banyak kehidupan.

Karya pertama saya adalah komik dengan gambar robot kotak-kotak ala kadarnya. Robot itu saya namain Freddy, entah dari mana saya mendapat nama itu. Setelahnya, saya sempat menulis fanfiction komik Candy-candy, dilanjut dengan kolaborasi komik dengan Evi. Karya kolaborasi pertama kami itu menceritakan petualangan tiga remaja perempuan di gunung. Kemudian entah berapa banyak saya dan Evi membuat majalah-majalah dari kertas. Isinya beragam, ada cerpen, puisi, sampai kuis-kuis psikologi yang tentu saja sangat diragukan kebenarannya :D

Namun impian saya untuk melahirkan buku baru tercapai saat kuliah, tepatnya tahun 2006. Sepuluh tahun lalu, di bulan Juli.

Lama berselang, saya tak juga menyelesaikan novel lagi. Dunia saya teralihkan pada hal-hal lain. Saya pun lupa bagaimana nikmatnya menulis. Saat saya kembali, saya telah tumpul. Untunglah, kala itu, di tahun 2011, sekolah-sekolah menulis online tengah menjamur di Facebook. Saya mengikuti beberapa, tapi yang paling berkesan adalah sekolah menulis online bernama Cendol yang dipimpin seorang kepala sekolah bernama Pak Mayoko Aiko. Di sana, saya belajar sangat banyak. Mulai dari dasar seperti titik koma, hingga teknik penulisan. Kami saling berbagi ilmu hingga kini. Kami telah menjadi keluarga besar, tempat banyak kenangan ditorehkan.

Tahun 2014, saya bergabung dengan Kampus Fiksi. Sekolah menulis yang didirikan Pak Edi Mulyono, pemilik dari penerbit Diva Press grup. Tagline Kampus Fiksi adalah Menulis berbeda dengan menjadi penulis, yang pertama bisa sendirian, yang kedua butuh teman. Di Kampus Fiksi, banyak lagi ilmu menulis yang saya dapat. Lebih dari itu, saya mendapat keluarga yang saling menguatkan dalam menggapai impian menjadi penulis.

Hingga kini, belum banyak buku yang saya hasilkan. Namun semoga, karya-karya yang telah hadir dan karya yang akan lahir kelak, membukakan pintu bagi pembaca menuju ruang sunyi perenungan, atau ingar bingarnya hiburan.

Novel-novel

1. I'm Not an Underdog

Ini novel pertama saya. Dibuat tahun akhir tahun 2005.

Data Buku:
Penerbit: Bukupop
Tebal: 125 halaman
Terbit: Juli, 2006
ISBN: 9791012016

Blurb:

Katanya setiap orang itu punya kelebihannya masing-masing ...
Katanya setiap orang bisa mencapai impiannya kalo mau berusaha ...
Berarti gue juga punya kelebihan yang nggak orang lain punya; gue juga istimewa ...
Tapi kenapa gue keliatan kayak debu ketimbang bintang?
Dan kenapa gue selalu sibuk pengen bikin orang lain impress ke gue?
Tapi kenapa juga gue selalu butuh pengakuan?
Dan kenapa juga sih orang lebih suka orang yang punya segudang talent?
Salah nggak ya kalo gue selalu sibuk dengan eksistensi diri.
Dan selalu sibuk ingin diakui?

Hey world; look at me! I’m really-really human. And it’s the real me!

Selalu gue pengen teriak “I’M NOT AN UNDERDOG!!”

2. Dunia Trisa

Novel kedua saya, yang ditulis mulai tahun 2006 tapi baru selesai tahun 2011. 

 
Data Buku:
Penerbit: Stiletto Book
Tebal: 296 halaman
Editor: Herlina P. Dewi
Terbit: Oktober, 2011
ISBN: 9786029602661

Blurb:

Trisa, seorang wanita enerjik berumur 25 tahun, sangat terobsesi menjadi aktris terkenal. Sayangnya, dunia entertainment yang penuh persaingan, seperti tidak memberinya kesempatan. Hal itu jampir membuatnya frustrasi.

Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk casting di mana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saja Trisa memilih Adam, seandainya saja dia bukan pria yang dicintai Errie, seorang sutradara yang akhirnya mengangkat kariernya. Di tengah masalah yang menimpanya, dia juga harus kehilangan sahabat terbaiknya.

Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meraih semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya?

3. Love Puzzle

Novel ini saya buat outline-nya mulai dari tahun 2008, baru kelar tahun 2013. Ya ampuuun, kenapa sih bikin novel lama-lama terus -__-"

Data Buku:
Penerbit: Noura Books
Tebal: 284 halaman
Editor: Jason Abdul dan Ifnur Hikmah
Terbit: November, 2013
ISBN: 9786021606049

Blurb:

Rasi memberi senyuman, tetapi cowok itu malah tidak mengacuhkannya.
“Raja?” sapa Rasi.
“Sori?” Kening cowok itu berkerut.
“Kamu Raja, kan?” tanya Rasi lagi.
“Hmm, enggak usah sok kenal, deh,” balas Raja dingin.
Rasi melengkungkan bibirnya, cowok keren memang sering kena amnesia! “Enggak usah nyebelin gitu, deh. Kamu kan yang nanya-nanya soal fotografi di atap BIM kemarin? Kalau aku salah orang, biasa aja, deh.”
Raja merespon perkataannya dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi Raja kembali sinis. “Denger ya, aku enggak kenal kamu!” geram Raja penuh penekanan.
***
Sejak ketemu cowok itu, Rasi merasa level hatinya naik turun seperti roller coaster: kadang berbunga, kadang kesal setengah mati. Sama seperti sikap Raja yang jago sulap: kadang baik, kadang nyebelin. Ada ya orang yang seperti itu? Rasi hanya belum tahu kalau di balik semua kejadian ada misteri tersimpan. Dan takdir menuntun Rasi masuk ke labirin yang entah ke mana berujung ….

Buku Personal Literature

TwiRies: The Freaky Twins Diaries

Ini buku duet pertama bareng kembaran, Evi Sri Rezeki. Rencananya sih dibikin bersambung dengan beda tema tiap bukunya. Cerita tentang kisah nyata kami sebagai anak kembar. Buku pertama membahas dasar-dasarnya aja, seperti soal perbedaan kami.


Data buku:
Penerbit: Diva Press
Penulis: Eva Sri Rahayu dan Evi Sri Rezeki
Tebal: 304 halaman
Terbit: Mei, 2014
ISBN: 9786022555773

Blurb:

"Apa sih bedanya kalian?" tanya orang kesatu.
"Nah, kalau mata Evi itu belo-belo sipit. Kalau saya sipit-sipit belo," jawab Eva dengan bersemangat.

"Apa sih bedanya kalian?" tanya orang keseratus tujuh.
"Eva sipit, saya belo," jawab Evi dengan tangan mengetuk-ngetuk tak sabar.

"Apa sih bedanya kalian?" tanya orang ketiga ribu tiga puluh dua.
"Belo, sipit," kata kami dengan muka datar dan memberi jawaban yang tidak menjelaskan sama sekali.

Hal-hal yang membuatmu penasaran sama si kembar, seperti, "Mereka pernah bertukar sekolah?"
"Pernah bertukar pacar?"
"Atau punya telepati?"
Temukan jawabannya di buku ini.
 
 
Buku-buku Antologi

1. A Cup of Tea for Complicated Relationship

Ini buku antologi pertama saya. Menceritakan salah satu kisah cinta saya yang rumit. Memang buku semuanya berisi kisah-kisah nyata. Saya berbagi pengalaman hidup saya yang kelam, tentu saja berharap agar pembaca bisa belajar dari cerita saya.



Data Buku:
Penerbit: Stiletto Book
Tebal: 214 halaman
Editor: Herlina P. Dewi
Terbit: Agustus, 2011
ISBN: 9786029602654

Kontributor: Angeline Julia - Archa Bella - Dieta Aditya Dewi - Eva Sri Rahayu - Harlis Setyowati – Ichi Aulia Insani - Kiandra Aesha - Lucya Chriz - Mpok Mercy Sitanggang - Mukti A. Farid - Nannet - Nita Tjindarbumi - Oci YM - Puput Happy - Rachmi Rosanti Arifianto - Ririe Rengganis - Yazmin Aisyah - Yuska Vonita

Blurb:

Setiap manusia tentunya berharap ingin memiliki cinta yang indah dan abadi. Namun, bagaimana jika cinta yang ada di hadapan kita menjadi begitu rumit? Mulai dari cinta beda agama, cinta segitiga, cinta sesama jenis, sampai dengan poligami dan poliandri.
Bersama buku ini, Anda seperti menemukan teman untuk saling berbagi, betapa cinta memang layak kita perjuangkan. Kalaupun langkah kita mesti terhenti, bukan berarti dunia kita telah berakhir. Mungkin, Tuhan telah menyiapkan sebentuk cinta lain untuk Anda.
Mari, duduklah sejenak. Biarkan hal lain yang harus Anda lakukan menunggu sebentar. Nikmatilah secangkir teh Anda bersama 20 kisah nyata yang ditulis dengan jujur ini, Anda akan menemukan banyak cinta, semangat dan harapan di dalamnya.


2. In the Name o(f)f Love: Semua Kisah Pasti Berakhir




Data Buku:
Penerbit: Chibi Publisher
Tebal: 120 halaman
Terbit: 2012
ISBN: 978-979-25-4858-7
Kontributor: Yunis Kartika – Eva Sri Rahayu – Evi Sri Rezeki – Jacob Julian – Gagak Sandoro – Aa Kaslan – Latif Nur Janah – Weni Mardi Waluyani – Tutty Alawiyah – Felis Linanda – Cinung Azizy – Mila Mardia Husna – Skylashtar Maryam – Thy – Retno Handini – Ch. Evaliana – Nimas Kinanthi – Astrid Keiko Narahashi – Sri Windari – Suhe Herman

Blurb:

PUTUS, apapun bentuknya pasti menyakitkan. Peristiwa PUTUS tidak lazim kita rayakan, berbeda dengan peristiwa ulang tahun, kelahiran, memulai sebuah hubungan, dan peristiwa menyenangkan lainnya. Kadang kita tidak menyadari bahwa peristiwa PUTUS merupakan kejadian yang patut kita syukuri dan patut kita rayakan. Karena peristiwa PUTUS merupakan hari kelahiran rasa yang membangunkan kita pada pertemuan kesejatian diri.
Selamat menikmati kisah-kisah PUTUS dalam berbagai rasa.

3. When ... I Miss You

Buku ini diterbitkan secara indie bersama teman-teman.


Data Buku:
Terbit: 2012
ISBN: 978-602-20209-4-3
Kontributor: Eva Sri Rahayu | Endang SSn |  Ika Endaryani
                | Ceng Ahmar Syamsi | Kamal Agusta
                | Zya Verani | Ragil Kuning| Endah Wahyuni
                | Akarui Cha | Chie Chera | Dian A. Yuan
                | Vivie  Hardika | Bayu Rhamadani | Sahartina Jufri
                | Angri Saputra | Arniyati Saleh | Atfa Mufida
                | Avioleta Zahra | Ayu Ira Kurnia | Bintang Kirana
                | El Fasya | Mukhammad Nailul | Rainif  Vanesa | Zahara Putri |

Blurb:
Setiap orang pernah merasa RINDU.
Saat itu, dada sepertinya penuh sesak, hingga sulit untuk bernapas. Saat merasa rindu, otak dan hati kita bersatu, tertuju pada satu “DIA”.
Lalu apa yang akan kamu lakukan saat merasakan rindu? Mengatakannya? Menemui orang yang dirindukan? Atau menyimpannya saja di dalam hati?
Mengeja rindu adalah mengecap banyak rasa. Penantian, bahagia, kecewa, dan penuh harap. Rindu datang saat menanti. Menunggu untuk bertemu, menuntaskan segala yang ingin diucapkan dan dilakukan.
Rindu datang karena cinta, karena sayang, karena ingin bertemu. Karena itu, nikmatilah rindu saat dia datang. Meskipun menyiksa, meskipun merapuhkan, meskipun membuat jantung berdetak cepat. Karena rindu tetaplah indah. Karena rindu membuat pertemuan menjadi bermakna.
Sekarang, nikmatilah segala campuran rasa dalam rindu di buku ini. Kamu akan bersyukur karena masih dapat merasakan rindu.
4. Sell Your Soul!


 
Data buku:
Penerbit: Chibi Publisher
Tahun terbit: 2012
ISBN: 978-979-25-4858-8
Tebal: 128 halaman + xv

Kontributor: Bintang Berkisah, Eny Puji Lestari, Erry Sofid, Eva Sri Rahayu, Evi Sri Rezeki, Felis Linanda, Lewi Satriani, Marrisa Amar,
Mpok Mercy Sitanggang, Poppy D. Chusfani, Ratih Handayani, Shita K. Larasati, Vincentia Natalia, Weni M. Waluyani, Yunis Kartika.

Blurb:

“Apa yang sebenarnya kauinginkan?” gadis itu bertanya.
Aku menatapnya lekat-lekat, menyadari betapa matanya menyorot bijaksana, tapi juga berhasrat. “Keabadian,” jawabku. “Namaku dalam sejarah.”
“Dan untuk itu kau harus merasakan kesedihan?” gadis itu bertanya lagi.
Bukan Keabadian – Poppy D. Chusfani.

High heels-ku menginjak darah segar yang mengalir dari tubuh orang itu, darah bercampur dengan air hujan. Orang itu terkapar tidak jauh dari mobilku dengan keadaan mulut terbuka, mata melotot dan kepala sobek, bahkan aku bisa melihat otaknya. Orang itu jelas sudah tidak bernyawa. Aku membekap mulut agar tidak menjerit.
Keep Silent! – Eva Sri Rahayu.

Aku menyedot rokok dalam satu tarikan panjang lalu mengepulkan asapnya ke wajah Amy. Kepulan asap rokok menyeruak ke dalam hidung si gadis kecil dan menyelusup masuk hingga ke pori-pori kulitnya. Aku sampai bisa melihat asap keluar dari sana di antara kulitnya yang telah mulai rusak oleh pembusukan. Di tengah kepulan asap kelabu aku melihat gadis kecilku membuka matanya, “Mami?”
Sebatang Rokok Merk Olimpia – Lewi Satriani.

Darah berbusa mengucur dari lubang matanya. Kuperlihatkan bola matanya yang tertusuk ujung obeng ke hadapan matanya yang menatap gemetar. Aku menyeringai.
Kematian Bidadari Mata Biru – Erry Sofid.

Lamat-lamat Deri bangun dari tidur berjalan sempoyongan menghampiri Pak Dimas, tangannya menggenggam sebuah cutter, perlahan memotong bagian lehernya. Darah berceceran, Deri terus memotong leher sendiri. Mulut Deri bergerak-gerak mengeluarkan suara memilukan.
“To … long … hen … ti … kan … a … ku ….”
Siapa pun Tolong Hentikan Aku – Evi Sri Rezeki.

“Anak Setan! Anak Setan! Anak Setan! Bakar!!!” teriak warga dusun dengan beringas. Ludah berhamburan dari mulut mereka dengan penuh kebencian. Mata mereka membelalak, melotot dan menyala. Tubuh mungilku di seret, di arak menuju lapangan dekat balai dusun.
666 – Yunis Kartika.

Aku gemetar ketakutan, sambil terus menangis. Aku benci diriku yang cengeng. Tanpa sadar, tanganku mulai menampar pipiku sendiri. Dana bangkit berdiri, tertawa sambil berjalan ke arah pintu. Di depan pintu, tiba-tiba Dana menghentikan langkahnya, dia menoleh padaku dan mengancam. “Buat gue, loe udah mati, Dani. Gue malu punya kembaran cacat kayak loe!”
Kembar – Mpok Mercy Sitanggang.

Setelah memaki-maki, ibu pergi ke kamarnya dan membanting pintu. Aku yang masih dalam keadaan shock hanya bisa mematung. Okaa-san? Muak? Ibuku sendiri muak melihatku karena aku mirip ayahku? Muak?! Ha! Ingin rasanya tertawa dan menangis lalu mati dalam waktu yang bersamaan. Mereka berpisah kan bukan salahku! Haha …. Hidup yang lucu!
Crystallize Dust – Shita K. Larasati

Aku mengeluarkan buku yang kunamakan buku kematian. Aku membukanya dan melihat tulisanku sendiri, ‘Joki Aditya, meninggal karena keracunan makanan jam 06.40’. Tiba-tiba tulisan itu menghilang. Aku terkejut dan hampir tidak percaya kalau tidak melihatnya sendiri.
Death Book – Felis Linanda

Merah, semerah darah. Semerah hatiku yang berdarah-darah. “Pembohong …,” jawabku pelan sambil menutup telepon. Aku pun menangis sambil mengutuki kristal tersebut. Mengutuki kejujuran kristal tersebut. Mungkin kehidupanku akan lebih bahagia kalau saja aku tidak pernah memilikinya.
Kristal Hati – Marrisa Amar

“Tolong! Kumohon siapa pun!!” Aku berteriak sekeras mungkin. Tapi tak ada seorang pun yang bergerak. Aku makin panik, semua anggota tubuhku terasa sakit. Aku benar-benar tidak tahu mengapa hal ini terjadi padaku. Sampai tiba-tiba rasa sakit mulai mengumpul di dada kiriku, di jantungku.
Menggadaikan Masa Depan – Weni Mardi Waluya

Darah menggenangi tanah tempat kami terbaring. Ingin meminta tolong, namun suara tak bisa keluar, tubuhku juga menolak untuk bergerak karena rasa-rasanya ada tulang yang patah di punggung. Alih-alih menolong, orang-orang hanya berlalu pergi karena pertunjukan sudah usai. Dalam kesakitan, aku merasa lega melihat Billy tidak bergerak lagi, kalau perlu, selamanya.
Ill Will – Vincentia Natalia

Kupikir anak itu semakin gila. Pikirannya sudah dirasuki setan. Beraninya ia menuduhku hendak membunuh ayahnya. Mungkin ia pikir, bubuk yang kutuang dalam minuman suamiku adalah racun. Benar-benar anak bodoh. Padahal itu oralit. Bagaimana mungkin aku meracuni suamiku sendiri?
Seteru – Bintang Berkisah

Keluar sebuah gambar polaroid. Kaget. Yang lebih mengagetkan lagi, tak ada sosok aku di situ. Terdapat seorang lelaki yang duduk di sebelah Citra, tapi bukan aku. Padahal aku ingat betul, harusnya yang duduk di situ adalah aku. Tapi, tunggu, matanya Citra sungguh mengatakan jatuh cinta yang amat dalam pada sosok laki-laki ini. Siapa dia?
Telaga Warna – Ratih Handayani

Terdengar suara letusan ban lalu disusul suara ban beradu dengan aspal yang siapa pun mendengarnya pasti akan merasa sesuatu mengiris ulu hatinya. Aku menyaksikan beberapa mobil bertabrakan di depan mataku. Orang-orang terkejut dan berteriak.
When I Couldn’t Let You Go – Eny Puji Lestari

5. Before the Last Day

Kumcer ini lahir dari grup penulis di BBM bernama Writing Writer. Dari grup ini juga saya banyak sekali belajar tentang menulis dan dunianya.


Data buku:
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Desember 2012
Jumlah Halaman:  320 halaman
ISBN:  978-979-22-9086-8
 Kontributor: Lexie Xu, Retni Sb, Irena Tjiunata, Valleria Verawati, Felis Linanda, Vincentia Natalia, Regina Feby, Catz Link Tristan, Delia Angela, Glenn Alexei, Eva Sri Rahayu, Alexander Blue, Lorythai Chai, Dadan Erlangga,  Erlin Cahyadi dan Teresa Bertha.

Blurb:

Megie menerima pekerjaan sebagai peramal jadi-jadian hanya karena ingin meramaikan kedai kopi temannya, namun dia terpaksa mulai mengarang-ngarang cerita saat gambar-gambar di kopi mulai terasa mengerikan. Smile hanya ingin melihat senyum Kakek sebelum dia meninggal, namun tiba-tiba dia mendapatkan dirinya bakalan dikurbankan untuk ritual menyelamatkan Bumi. Sementara Feby yang memenuhi bucket list-nya sebelum kiamat, mendadak kebagian tugas untuk melenyapkan mayat.

Kalau bukan gara-gara kiamat, Anette tidak akan berani menyelidiki bunyi-bunyian menyeramkan dari loteng rumahnya. Rasi tidak akan mengalami time slip yang membuatnya bertemu Rezky kembali. Sementara Dinda dan Salsa akan terus melanjutkan meneruskan permusuhan mereka tanpa mengindahkan masa lalu yang pernah mengikat mereka.

16 kisah gelap dan mencekam, ditulis oleh 16 penulis dengan gaya berbeda. Kisah-kisah yang diawali dengan pembunuhan, pengkhianatan, penglihatan, kebencian, ketakutan, dan kesedihan. Kisah-kisah yang kemudian membawa pada harapan, keajaiban, dan pada akhirnya… cinta.

Besok adalah hari kiamat. Apa yang akan kalian lakukan hari ini?


6. Ladies' Journey

Data buku:
Penerbit: Stiletto Book
Tebal: x + 168
Editor: Herlina P Dewi
Proofreader: Tikah Kumala
Kontributor: Lala Purwono, Triani Retno, Icha Ayu, Nimas Aksan, Yuska Vonita, Eva Sri Rahayu, Theresia Anik, Lygia Pecanduhujan, Judith Hutapea, Tikah Kumala, Mpok Mercy Sitanggang, Widya Ross, Ririe Rengganis.

Blurb:


Karena Setiap Perjalanan Menyimpan Cerita…
Setiap perjalanan menyimpan cerita: kepedihan, kekecewaan, kehangatan, ataupun kebahagiaan. Begitulah kisah-kisah yang terangkum dalam buku ini. Mereka meninggalkan rumah untuk mencari kepastian, mencari cinta, menemukan jati diri, atau bahkan untuk kabur dari hiruk-pikuknya hidup.
Beberapa perempuan menempuh jarak dan waktu, demi cinta. Di sudut Jakarta, Lina harus menabung keberanian untuk kembali pulang dengan sekoper kesedihan. Sementara Clara menemukan dirinya kembali di negeri antah-berantah. Perempuan lainnya sibuk membuang masa lalu dan mulai mengoleksi kepingan-kepingan masa depan.
Kisah-kisah dalam buku ini akan mengantarkanmu menjelajah waktu dan menelusuri kenangan, karena setiap perjalanan menyimpan cerita.

7. Mealova


Data buku:
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
ISBN: 978-602-251-750-4
Terbit : 10 November 2014
Tebal: 216 halaman
Kontributor: Catz Link Tristan, Eva Sri Rahayu, Glenn Alexei, Muhamad Rivai, Lily Zhang, dkk

Blurb:

Ini bukan sepenggal cerita cinta biasa. Melainkan kumpulan dari sentuhan rasa penuh makna. Yang melumer sempurna di langit-langit mulut dan hati mu dalam waktu bersamaan.

“Aku mengalami patah hati berkali-kali karena gadis yang sama.” – Rasa Gurih.
“Memasak bisa menjadi terapi yang menyenangkan.” – Tangisan Ayam.
“ Kalau bukan karena dia, aku tak mungkin bisa menjadi Martha yang sekarang.” – Kenangan Nasi Ayam Bakar Bumbu Kecap.
“Aku tidak akan mencintai perempuan selain kamu.” – Kimchi Promise.
“I fell for you, you have to know that.” – Sandwich and The Hostage.
“Kalo jengkol kan direndam satu malam, kalo cinta dipendam berapa malam?” – Balado Jering Cinta Zia.
“Ia menangis.” – Nasi Kuning Sesaji.
“Apa loe udah punya pacar?” – Sweet Fried Rice.
“Ketika kau benar-benar mencintai seseorang, kau hanya ingin membuatnya tersenyum. Dengan cara apa pun itu.” – Smilling Pasta.
“Biarkan bara waktu mematangkan seti ap sisi kehidupanmu secara sederhana dan alami.” – I Hate What You Love.

Ketika masa lalu bertemu dengan harapan. Saat penyesalan bertaut dengan impian. Tersaji di atas sepiring cita penuh cinta. Hingga kau kenal betul rasa itu; pahit, manis, asam, asin, pedas, kadang membuatmu alami de’javu akan kenangan masa lalu, jejak saat ini, sekaligus mimpi masa depan.

8. 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres

Buku ini berisi tips-tips menulis berbagai genre, masuknya nonfiksi.


Data buku:
Penerbit: Universal Nikko
Tebal: 285 halaman
ISBN: 9786029458213
Terbit: September, 2015

Kontributor: Mayoko Aiko, Ceko Spy, Andhika Wandana, Ari Keling, Arniyati Shaleh, Arista Devi, Astuti Parengkuh, Ayu Marpaung, Cem Acem, Eva Sri Rahayu, Hadi Kurniawan, Lonyenk Rap, Monica Anggen, Ocuz Wina, Pilo Poly, Richa Miskiyya, Sorayya Usman, Vivie Hardika, Zya Verani.

Blurb: 
Mau jadi penulis tapi bingung mulai dari mana? Belum menulis sudah pusing duluan. Sudah menulis tapi tata caranya tak beraturan.
Tetapi seribu alasan yang bisa meruntuhkan impianmu menjadi penulis akan terpatahkan dengan mudah sekarang. Buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres–alias sukses tanpa stres–akan menjawab tuntas semua pertanyaanmu.
19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres memuat jurus menulis beragam genre, fiksi maupun nonfiksi, sehingga kamu bisa mempelajari semua jenis tulisan hanya dalam satu buku.
Jadi, jika kamu ingin menjadi penulis serba bisa, buku inilah jawabannya!

9. Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini

Sebenarnya ini novel, novel yang utuh. Namun karena ditulis bersama, saya kategorikan antologi di sini. Novel ini ditulis bersama-sama sekolah menulis online bernama KOBIMO.

 


Data buku:
Penerbit: Rumah Fiksi
Tebal: 318 halaman
Terbit: Oktober, 2015
ISBN: 9786021168592
Kontributor: Hengki Kumayandi, Eva Sri Rahayu, Ari Keling, Mel Ara, Koko Ferdie, Reyhan M. Abdurrohman, dkk.

Blurb:

2 Juli 1961, ia mati dengan sebuah senapan yang ditembakkannya ke kepala. Mati meninggalkan karya-karyanya yang membuatku tergila-gila. Aku suka tulisannya yang banyak memandang hidup. Dan semenjak mengetahui kisah hidup penulis itu dan mengagumi karyanya, entah mengapa aku ingin mati seperti dia: bunuh diri.

Tapi wajah Marini yang selama ini melekat di benakku seakan melarangku, menarikku dari imajinasi tentang kematian. Aku harus hidup, harus menjaganya sampai kematian memang Tuhan yang menentukan. Bukan karena jiwa ini yang begitu lemah. Tapi tidak untuk sekarang, aku harus melawan wajah Marini yang melarangku.

Aku sudah tak pantas hidup. Tak berguna. Lihatlah aku sudah menggantungkan tali ke langit-langit kamar. Ya, tali ini sudah siap menarik leherku. Tinggal kutendang saja kursi yang kuinjak di kamar sepi yang sudah aku kunci ini. Secarik kertas untuk Marini sudah kutidurkan di atas lantai. Juga sebuah puisi terakhir untuknya. Agar ia tahu, tentang semua alasanku.


10. Surat yang Datang dari Masa Lalu

Buku ini merupakan kumpulan cerita hasil seleksi grup menulis Taman Fiksi. Dipilih dari cerpen-cerpen yang sebelumnya pernah ditayangkan di tamanfiksi (dot) com.  


Data buku:
Tebal: 172 halaman
Terbit: Oktober, 2015
ISBN: 9786023960033
Kontributor: Kurnia Effendi, Yulina Trihaningsih, Guntur Alam, Utami Panca Dewi, Eva Sri Rahayu, dkk.

Blurb:

Bagi saya, kumpulan cerpen online Taman Fiksi itu sungguh unik. Terbit periodik dengan komposisi yang menarik: ada cerpen lama, ada cerpen baru, ada cerpen apresiasi (karya pemula). Ada karya penulis lama, karya penulis yang sudah punya nama, dan ada karya penulis muda. Kelebihannya, semua karya menarik, karena diseleksi editor fiksi berpengalaman puluhan tahun: Farick Ziat! Komposisi dan kualitas itu yang membuat Taman Fiksi menjadi semacam medan proses kristalisasi karya-karya fiksi (sastra). Di buku ini, para pengarang maupun pembaca menemukan perbandingan serta pematangan apresiasi dan karya.
Nestor Rico Tambun, penulis, pengajar dan pemerhati)

Waktu tahu Taman Fiksi akan menerbitkan Seri Cerita Pilihan Taman Fiksi, aku langsung memesan. Karena aku tahu, aku akan diajak berkelana ke dalam ‘taman’ berisi berbagai hasil penulisan dari ide yang cemerlang dan imajinasi yang kreatif. Cerpen-cerpen dalam edisi ini bukan sekadar menghibur, tapi juga membuat kita tercenung dan berpikir Thought provoking.
(Belinda Gunawan, penulis dan editor)

"Masa lalu, kenangan, dan pelayaran perasaan yang kesulitan menemukan tepian, adalah bahan baku yang khatam dan lihai diracik sehingga menghidangkan cerita-cerita yang lunas, bernas, dan meninggalkan "sesuatu' di benak pembaca--seperti warna kuning daging mangga di kemeja putih, seperti warna ungu pada merah magenta. Tentu, selain keandalan para pencerita, juga tak lepas dari kepiawaian Farick Ziat, pengagas Taman Fiksi yang menyunting karya-karya terbaik dalam bunga rampai ini. Menjura!"
(Benny Arnas, penulis, peraih Pena Award 2013)


11. Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya

Kumpulan karya hasil penjaringan cerpen-cerpen para alumni Kampus Fiksi yang didirikan oleh Penerbit Diva Press.


Data buku:
Penerbit: Diva Press
ISBN13: 9786023911479
Terbit: Mei, 2016
Penyunting: Addin, Muhajjah, Misni
Penyelaras Akhir: RN
Kontributor: Gin Teguh, Amaliah Black, Evi Sri Rezeki, Sugianto, Lugina WG, Eva Sri Rahayu, Sayfullan, Ghyna Amanda Putri, Frida Kurniawati, Puput Palipuring Tyas, Farrahnanda, Erin Cipta, Reni FZ.

Blurb:

Cerita-cerita pendek di kumpulan ini telah berusaha dengan baik menarik lepas persoalan kecil dari satu dunia besar kemudian menjadikannya jalan masuk baru bagi pembaca untuk kembali ke dunia dari mana cerita itu berasal.
—M Aan Mansyur, novelis dan penyair

Celia tak pernah mengerti, mengapa Puffin tak bisa berhati-hati. Ia menyenggol perabotan ke mana pun ia pergi; gelas beradu menyentuh lantai.... Prang!
Seingat Celia, dulu Puffin tak pernah bertingkah nakal. Ia manis dan begitu lembut.

Namun, Celia kini sering terpaksa memarahi Puffin. Celia benci melihat pecahan gelas berhamburan. Ia sungguh benci terbangun di malam hari karena bunyi gelas-gelas bertumbukan. Bermalam-malam ia dihantui mimpi pecahan kaca yang mengejarnya seperti gerombolan lebah. Menyengat dan menancap di kepalanya seperti mahkota. (Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya--Lugina WG)

Jika selama ini mendengarkan musik, menonton film, atau menghirup aroma parfum menjadi pilihan untuk memperbaiki mood, coba tambahkan kumpulan cerpen dalam antologi #KampusFiksiEmas2016 ini. Pembaca akan menyaksikan aroma parfum, mendengarkan film bisu, atau membaui kuatnya pengaruh musik kepada manusia.

Coba buka, dan ikuti ke mana mata membawa indra lain mengembara.


*********


Itulah jejak karya saya. Semoga akan lahir karya-karya lainnya. Doakan ya ^_^

*NB: Kalau bertambah akan saya update postingannya




5 komentar:

  1. Keren banget Mba Eva, semoga terus berkarya y mba. Menginspirasi saya biar terus belajar :)sukses selalu mba Eva & Mba Evi

    BalasHapus
  2. wah sudah banyak ya bukunya , salut

    BalasHapus
  3. nah, ini saya harus berguru dengan blogger sederet panjang prestasi

    *sungkem*

    BalasHapus
  4. iya nih harus banyak belajar sama yang berprestasi

    BalasHapus
  5. mantab...
    pengin juga belajar menulis

    BalasHapus