Senin, 15 Agustus 2016

Filled Under: , , ,

Tempat Liburan Impian Itu Bernama Bali

Share
Tempat Liburan Impian Itu Bernama Bali
Sumber foto website Traveloka

Mari kita buka postingan ini dengan ala-ala buku dongeng.

Suatu hari, di malam yang syahdu, saya tengah menonton televisi. Saat itu televisi sedang menyiarkan tempat-tempat liburan paling indah di dunia. Salah satunya Bali. Bagi saya yang takut pada laut, belum pernah terbesit sebelumnya keinginan berlibur ke sana. Saya pun kemudian hanya menyimpan ingatan tentang informasi dari acara tersebut dalam hati. Beberapa hari kemudian, saya membaca satu novel psikologi thriller berjudul "The Girl On The Train". Tanpa saya sangka, salam novel tersebut disebutkan Bali sebagai tempat yang ingin dikunjungi salah satu tokohnya. Bali lagi, pikir saya. Betapa seringnya Bali disebutkan orang-orang. Ingatan saya kemudian terbang pada satu janji, janji pada salah satu sahabat yang tinggal di Bali. Saya berjanji suatu saat akan mengunjunginya ke sana. 

Lalu keinginan itu tiba-tiba menyeruak. Saya ingin menginjakkan kaki di Bali. Mengunjungi pulau Dewata yang dikelilingi pantai. Menjamah pasirnya yang putih bersih, menikmati awan birunya, tenggelam dalam rasa menyenangkannya saat melihat matahari terbenam, dan mengabadikan kenangan ketika kelak bisa memeluk sahabat saya lagi di sana. Terbayang Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Danau Beratan Bedugul, Danau Besakih, hingga menyaksikan dengan mata sendiri Tari Kecak di tempat asal tarian tersebut--bukan sekadar lewat layar kaca. Mungkin saya akan mendengar dengan khusyuk berbagai kisah menarik dari terumbu karang dan kapal-kapal yang lewat. Juga bertukar cerita dengan sahabat tentang waktu-waktu terlewat pada saat raga dipisah jarak.

Tempat Liburan Impian Itu Bernama Bali
Sumber foto website Traveloka

Saya kemudian mereka-reka liburan seperti apa kelak di sana, Akan menginap di mana, mencicipi makanan apa saja, dan pergi bersama siapa. Saya ingin tinggal di hotel yang nyaman, dan pastinya tidak begitu jauh dari bandara juga tempat wisata supaya tidak menghabiskan waktu berlama-lama di jalan. Setelah berselancar di Traveloka, akhirnya saya menemukan hotel impian: Hotel Conrad Bali. Jaraknya dari Nusa Dua hanya sekitar 1,9 km dan 2,9 km saja dari Museum Pasifika. Hal yang paling membuat saya tertarik memilih hotel itu adalah tersedianya klub anak, area main anak, kolam renang anak, dan perpustakaan. Alasannya sederhana saja, kalau saya sedang ingin bersantai di hotel, anak tidak akan mengeluh minta jalan-jalan karena ada area permainan yang bisa menampung keinginan mereka bertualang. Apalagi hotel juga menyediakan internet yang memungkinkan membantu pekerjaan saya kalau-kalau dibutuhkan. Sebagai pelanggan Traveloka, saya juga mendapat potongan harga kamar yang lumayan.

Bali dalam bayangan saya kini adalah satu pulau berlimpah inspirasi, berselimut energi untuk menge-charge semangat, dan tempat pertemuan istimewa dengan sahabat tersayang. Saya dapat merasakan, liburan itu akan terabadikan dalam foto-foto pemandangan menawan, wajah-wajah cerah dalam setiap gambar, dan video-video yang memuat derai tawa. Kemudian, tertuang dalam tulisan-tulisan berupa artikel dan prosa, agar setiap kali saya merindui Bali, kata-kata akan mengajak saya kembali ke tiap jengkalnya.

16 komentar:

  1. Bali itu emang ngangenin...kalo sudah diBali setiap hari serasa hari libur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya Mbak Rachma keliling Bali <3

      Hapus
  2. Wah kok takut laut teh :D
    Ngomong2 soal Bali saya juga ada saudara disana tapi belum pernah dikunjungi. Harus nabung dulu biar asyik mainnya kalau terencana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Raisa. Mesti banyak nabungnya buat main ke sana :D

      Hapus
  3. Jangan khaatir di Bali banyak tempat wisata selain laut. Aaaahh kpn ya bisa ksana lg hehe

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Mau pilih destinasi yang lain. Tapi tetep penasaran juga sih mau ke pantai Bali.

      Hapus
  4. Bali emang destinasi favorite mba and don't worry, masih banyak tempat wisata lain selain laut hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Pokoknya mesti main ke Bali :)

      Hapus
  5. Huaaaa, saya dulu sudah tinggal nyeberang aja ke Bali, sudah sampe Pelabuhan Ketapang. Tapi karena satu dan lain hal gak jadi-jadi deh. Dua kali tuh padahal. Sampe sekarang pengen banget ke Bali, dan karena sekarang sudah punya anak-istri jadi pengennya mudah-mudahan aja ada rejeki buat liburan keluarga ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan kesampean ya, Mas. Alhamdulillah rezekinya :D

      Hapus
  6. Hotelnya oye mbk, kita happy anak juga happy...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Kenyamanan anak-anak no satu pokoknya :D

      Hapus
  7. Bali emang ngangenin hehehheh. Aku kangen menanti senja di Bali :-D

    BalasHapus
  8. Balii...nggak pernah bosan kalau berkunjung ke Bali, hampir setiap sudutnya menjadi destinasi wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaah... bikin makin pengin ke sana :D

      Hapus