Kamis, 16 November 2017

Filled Under: , , , , ,

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan

Share

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan




Waktu kecil, saya suka berada di dapur bersama Mama. Meskipun hanya sekadar menonton atau paling banter mengupas bawang. Mencium aroma masakan Mama dan melihatnya memasak memberi sensasi yang menyenangkan. Tapi setelah abege apalagi remaja, dapur menjadi tempat yang agak ‘angker’. Selain terpaksa membantu mengupas sayuran dan mengocok adonan kue untuk persiapan lebaran, masuk ke dapur hanyalah soal mengambil makan, minum, dan mencuci piring. Kata ‘memasak’ jadi asing, saking malesnya belajar masak. 

Setelah memiliki anak, mindset saya pada memasak berubah. Enggak jadi hobi juga sih, tapi memasak memang kebutuhan. Ada masa-masanya juga memasak di dapur menjadi terapi dan kegiatan ‘istirahat’ dari tumpukkan deadline pekerjaan lain. Meskipun lebih suka memasak makanan simpel-simpel, kadang saya suka menonton acara masak-memasak dan kompetisinya. Niatnya sih kepengin meningkatkan skill memasak, jatuhnya malah kagum melihat banyaknya jenis bahan dan peralatan masak yang menimbulkan hasrat memiliki, eh.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Salah satu resep masakan yang didemokan oleh Chef Yunita di Dapur Umami
Waktu awal dapet hidayah belajar memasak, saya pernah bertanya sama Mama, apa sih rahasia masakan beliau? Soalnya di lidah saya, masakan Mama enggak pernah gagal. Jawaban Mama begini, “Masak itu kuncinya... bawang, garam, dan micin atau penyedap rasa.” Mendengar itu saya sempat berpikir, “Eh, ya kok Mama malah nyaranin saya pakai micin. Mama kayaknya kurang update nih soal bahayanya micin.” Kata Mama penyedap rasa ini bisa diganti sama gula pasir.

Suatu hari saya baca teman saya yang seorang guru membagikan satu artikel mengenai micin di beranda Facebook-nya. Dalam artikel itu disebutkan bahwa micin tidak berbahaya karena terbuat dari tebu. Yang bikin berbahaya itu kalau pemakaiannya berlebihan. Seperti pun kalau kita makan sesuatu berlebihan dan kebanyakan, bukannya bagus buat kesehatan malah membahayakan. Okelah saya simpan dulu informasinya.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Lobi PT. AJINOMOTO

Sampai, seminggu yang lalu, saya dan teman-teman bloger diundang ke Dapur Umami. Tempatnya di kantor pusat AJINOMOTO di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. Sesampainya di sana, saya sempat terkagum-kagum melihat desain interior Dapur Umami yang tataannya dapur idaman banget. Peralatan masaknya lengkap, terawat, higienis, dan ruangannya luas. Kami lalu duduk di kursi-kursi yang menghadap ke dapur utama yang di sebelah kirinya terdapat layar untuk memutar slide dan video. Para pembicara sudah siap dengan materinya. Selain talkshow, nantinya kami juga diajak langsung praktik masak. Dalam hati saya berpikir, waaah... bakalan jadi talkshow dan pengalaman masak yang seru nih. Tambah lagi bisa ketemu langsung dengan Brand Manager Masako, Mbak Eurli Asria.

Tentang Micin alias MSG
MSG yang sering disebut micin ini singkatan dari Mono Sodium Glutamate. MSG ini punya kandungan ‘asam glutamat’ alias asam amino yang ternyata dibutuhkan makhluk hidup sebagai penyusun protein. Asam glutamat ini ada dalam sumber makanan alami seperti daging merah, ayam, brokoli, keju, susu, ikan, dan tomat.

MSG punya komposisi sebagai berikut:

    78% Asam Glutamat
    12% Natrium
    10% Air

MSG = Aman
-          1987: JECFA (Komite Gabungan Ahli Bahan Tambahan Pangan – WHO & FAO –di bawah PBB)
-          1991: Uni Eropa
-          1958 & 1995: FDA – Amerika (GRAS)
-          No.033-2012: PERMENKESRI
-          MSG adalah BTP Penguat Rasa yang diizinkan dengan batas maksimum penggunaan “secukupnya” (sewajarnya sesuai dengan tujuan penggunaannya)
-          No.23-2013: Peraturan Ketua BPOM “Batas maksimum Penggunaan BTP Penguat Rasa”

Menurut pakar nutrisi dari IPB yang juga merupakan ketua umum Pergizi Pangan Indonesia, Bapak Prof Dr. Ir. Hardinsyah, MS, MSG itu aman karena bahan bakunya alami, yaitu berasal dari tebu. MSG juga mudah larut dan dimetabolisme dengan baik dalam tubuh.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
PR Manajer Indonesia Bapak Harris Fadillah menjelaskan tentang MSG
MSG beneran aman enggak sih? Aman kalau digunakan secukupnya, takarannya yaitu 0,2-0,8% dari volume makanan yang dikonsumsi. Jadi kata kuncinya memang ‘jangan berlebihan’ tapi pas-pasan saja. Seperti pas perut keroncongan, pas masakan matang XD

PT. Ajinomoto ini memproduksi banyak varian, 3 paling favorit saya adalah Masako, Saori, dan bumbu tepung Sajiku. Dalam talkshow kemarin, dijelaskan tentang proses pembuatan Masako.

Proses Pembuatan Masako
Awal mula perkenalan saya dengan Masako ini dari Mama. Biasanya Mama sukanya pakai yang ayam, saya sendiri lebih sering pakai yang rasa sapi. Berhubung sudah kenal dengan Masako, saya excited juga mengetahui seperti apa proses pembuatannya.

Masako terbuat dari apa?
Masako ini bumbu ekstrak daging ayam atau sapi yang dibuat dari daging segar beneran, tentunya dipilih daging-daging paling berkualitas atau terbaik, diracik dengan bumbu dan rempah pilihan. Daging sapi terbaik ini yang kadar lemaknya rendah, bebas penyakit, dan sudah lolos uji kualitas mikrobiologi dan kimia.

Bentuk produk Masako ini powder atau bubuk, jadi gampang larut. Masako dikemas memakai plastik berlaminasi untuk menjaga kualitasnya. Selain itu bikin makanan enak, praktis, dan ekonomis secara harganya terjangkau banget, yang bikin tenang pakainya juga karena mempunyai sertifikat HALAL dari Majelis Ulama Indonesia.

Kalau kepengin liat dan membuktikan sendiri proses pembuatannya, bisa loh nonton streaming di sini. Ini live loh langsung dari pabrik Masako di Mojokerto, Jawa Timur, jadi enggak ada rekayasa gimana-gimana.

Gizi Untuk Anak Obesitas
Sampai juga ke talkshow tentang gizi untuk anak obesitas. Sebenarnya saya enggak pernah punya masalah dengan anak obesitas, tapi masalahnya anak saya ini kekurusan. Kalau anak lain susah dikasih makan sayuran, anak saya susah dikasih makan daging. Ngelesnya adaaa ajaaaa.... Anak susah makan sayur dan anak susah makan daging sama-sama mesti ditangani dengan kreativitas supaya si anak akhirnya mau makan juga.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Dokter Rita menjelaskan tentang menangani gizi anak obesitas

Menurut Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, M.Kes obesitas itu kelebihan lemak non esensial di dalam tubuh. Biasanya orang seneng kalau anaknya gendut, selain terlihat menggemaskan, juga ada rasa berhasil membesarkan anak. Berhubung anak saya kurus banget itu, seringkali kalau ketemu orang agak horor kalau sudah mendengar pendapat mereka tentang keadaan anak saya itu. Kata Dokter Rita yang sudah menulis banyak buku tentang kesehatan ini, kondisi anak yang kegemukan dan terlalu kurus sama-sama kurang baik. Kalau mau melihat apa anak sehat atau enggak itu dari tinggi badan yang sesuai dengan beratnya dan apakah anak sering sakit atau enggak.

“Banyak yang menganggap anak gemuk itu adalah keturunan dari orang tuanya, padahal gak ada loh gemuk yang diturunkan, biasanya yang diturunkan itu ya pola hidup orang tuanya,” ucap Dokter Rita. Sepertinya itu berlaku juga buat anak yang kurus. Kata-kata Dokter Rita itu mengena banget buat saya. Saatnya untuk berbenah supaya bisa jadi contoh yang baik untuk anak, nih.

Strategi Penurunan Berat Badan Anak
Dokter Rita punya cara atau strategi untuk menurunkan berat badan anak yang obesitas. Cara-cara ini mesti dilakukan dengan kerja sama yang baik antara orangtua dan anak. Jadi, enggak bisa memaksakan anak sendiri yang melakukannya, terus orangtua cuman nyuruh-nyuruh aja. Bagaimanapun anak itu peniru orangtuanya kan.

Caranya adalah:

  1. Move
Apa sih move itu? Move itu mengajak anak untuk bergerak. Enggak mesti langsung diajak olahraga berat. Bisa bergerak melakukan hal-hal kecil seperti membereskan mainan seusai dimainkan. Atau mengajak anak bermain yang mengharuskan badannya bergerak aktif. Anak jangan dibiarkan seharian hanya menonton TV dan bermain gawai. Harus diimbangin dengan gerak tubuh yang aktif. Kalau musim panas, seru juga nih si kecil diajak main lari-larian di pantai.

  1. Model
Memang sulit menjadi rollmodel bagi anak. Tapi itu sudah tugas kita sebagai orangtua. Kita harus mencontohkan pola hidup sehat. Mulai dari kebiasaan makan makanan sehat, sampai berolahraga. Susah sih buat saya yang hanya berolahraga ketika mendapat hidayah, tapi pelan-pelan harus dilakukan kalau kepengin anak menuruti permintaan kita berolahraga dan makan makanan sehat. Sebenernya waktu olahraga bisa jadi waktu berkualitas kita dengan anak juga ya. 


  1. Meet
Tahap ini adalah mengajak anak untuk mendiskusikan menu makanannya. Tanya anak, apa saja makanan yang ingin dia makan dan kegiatan apa yang membuat mereka mau bergerak dengan sukarela. Misalnya, membuat menu dari hari Senin sampai Minggu, lalu mengajak anak untuk ikut berbelanja bahannya. Biarkan anak ikut memilih bahan masakan, sehingga dia akan senang ketika memakannya nanti.


Demo Masak dan Cooking Challenge di Dapur Umami

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Demo masak oleh Chef Yunita Princess

Setelah mendapat pencerahan lewat talkshow, kami diajak melihat demo masak dari Chef Yunita Princess yang bikin betah menyimaknya. Gimana enggak, orangnya kocak dan humble. Tambah lagi duet maut dengan sang MC. Chemistry tektokan antara mereka membuat kami terhibur. Petjah banget pokoknya! Saya jadi belajar juga cara membersihkan sayuran dan daging yang bener. Demo masak ini terdiri dari 2 resep masakan lezat yang cocok untuk anak obesitas, yaitu Brokoli Saus Telur Asin dan Siomay Jamur Masako. Menu-menu yang disiapkan adalah menu yang mudah dipraktikkan dan dikreasikan. Tiap mendemokan satu resep, Chef Yunita mengajak bloger turut serta. Resep kedua malah dua orang bloger sekaligus yang diajak. Sebenernya saya kepengin ikutan juga, tapi takut mengacaukan demonya XD

Cooking Challenge
Di sesi ini, 20 orang mama bloger dibagi ke dalam 4 grup. Masing-masing grup terdiri dari 5. Saya masuk dalam grup Jamur bersama Mbak Irma, Mbak Ria, Mbak Handayani, dan Mbak Nunu. Kami ditantang untuk memasak resep Bayam Mentega Udang. Semua bahan sudah disediakan dan dicuci bersih oleh tim Dapur Umami. Jadi kami tinggal masak aja. Enggak ketinggalan dong Masakonya yang paling bisa bikin masakan enak. Karena berlima, kami berbagi tugas. Saya mengambil tugas plating makanan dan mendokumentasikan kegiatan memasaknya. Sedang Mbak Irma yang masak.
Ternyata... waktu pengumuman pemenang, tim kami menang loh. Duh... enggak nyangka. Kata Chef Yunita yang menjadi jurinya, semua plating peserta bagus, penampilan masakannya juga oke semua yaitu bayamnya enggak berubah warna jadi kuning.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Tim Jamur foto dulu sebelum masak

Kalau kepengin nyoba berbagai resep masakan dari Dapur Umami dan Masako, main aja ke fanpage-nya Asli Masako.

Bicara Gizi Bersama Masako: Dari Masalah Anak Obesitas, Micin, Sampai Resep Masakan
Senengnya dapet hadiah cooking challenge dari Masako

Seru banget acara minggu lalu dengan Masako di Dapur Umami. Paket lengkap deh. Dapet ilmu, dapet resep, dan dapet juga hadiahnya XD Saya jadi semangat untuk menyiapkan masakan terbaik di rumah.


36 komentar:

  1. Waaah selamat, menang cooking challengenya <3

    BalasHapus
  2. Pasti bayam mentega nya enak bgt yah makanya jd juara di lomba masak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, hehe
      *loh membanggakan kelompok sendiri
      *tutup muka

      Hapus
  3. Selamat teteh kelompoknya jadi juara, sayang nih aku gak icip icip dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa... Aku juga penasaran sama masakan temen-temen :)

      Hapus
  4. Huhuy menang uy.. duh asyiknya dateng ke acara banyak ilmu gini ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh, seruuu dan banyak makanan 😁

      Hapus
  5. Waah asiknya ya jauh2 dari Bandung, pulangnya bawa Masako banyak. Gak habis dipake masak berbulan2 yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak.
      Stok banyak nih... Seneeeng 😁

      Hapus
  6. Saya jadi gak ragu dan bimbang lagi deh menggunakan masako untuk masakan, karena sebenernya saya sudah libur pake masako dan semacamnya hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakainya sedikit aja, Teh.
      Buat nambah gurih dan enak :)

      Hapus
  7. waah, keren Eva menang lomba cooking, keren nih acaranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi aku bukan bagian masaknya sih, Teh. Heuheu

      Hapus
  8. Wah asyek banget acaranya. Liat dapur keren. Dapat ilmu dan hadiah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapurnya bikin betah masak ini mah, Teh :)

      Hapus
  9. MSG aman asal digunakan tidak berlebihan ya. Resepnya gampang dipraktekkan sehari-hari apalagi Bayam Mentega. Masak yuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Dipakai sedikit aja.
      Insya Allah amaan...

      Hapus
  10. Jadi dapat ilmu ya mba,,, penggunaan msg pada masakan tidak berbaya Dan tentunya Aman, jadi dapat menu tambahan Yang di sajikan untuk keluarga

    BalasHapus
  11. Dapurnya bikin mupeng ya heheheh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapurnya bikin ngedadak kepengin masak XD

      Hapus
  12. wah lengkap banget acaranya ya

    BalasHapus
  13. Udah ikut terus menang itu, bangga lah pastinya .. selamat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheu... Iya, Kang. Serasa terbayar jauh-jauh ke sana :)

      Hapus
  14. Bumbu dapur favoritku... ✩_✩

    BalasHapus
  15. Balasan
    1. Kita kan selera makanannya samaaa, eh

      Hapus
  16. Setuju mbak.. yang penting jangan berlebihan. Kelebihan garam juga gak baik. Kelebihan makan juga efeknya gak bagus. Yang pas pas aja lah yaaa.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas di lidah, pas di perut, pas di kantong ya, Mbak :))

      Hapus
  17. Bener mba, yang penting tidak berlebihan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pas, makanan jadi makin enak :)

      Hapus
  18. Ketemu aku aja, Vaaaa. Aman, Rasi nggak bakal diliatin aneh karena kurus :D
    Anak-anakku juga kurus2 (yang sulung nggak kurus lagi setelah ABG), copy paste dari emaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting anak-anak sehat ya, Teh :)

      Hapus