Review,

Jelajahi Trans Studio Bandung Bersama 100 Bloger Dalam Blogger Day 2019

08.29 eva sri rahayu 7 Comments

Jelajahi Trans Studio Bandung Bersama 100 Bloger Dalam Blogger Day 2019


Ini kali pertama saya bergabung dalam acara Komunitas Blogger Crony. Setengah tak percaya ketika mendapat undangan untuk hadir dalam acara Blogger Day 2019 yang merupakan perayaan ulang tahun keempat Blogger Crony. Kelahiran, baik itu kelahiran seseorang maupun komunitas, selalu memberi efek besar dalam lingkup banyak kehidupan lainnya. Begitu magisnya kelahiran. Maka terasa patut dan wajar untuk memperingatinya, mensyukuri “keberadaan” dengan memaknainya minimal setahun sekali. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Blogger Crony mengadakan kegiatan di hari kelahirannya. Komunitas yang berangkat dari buah pikir para pendirinya, menyatukan gagasan, memupuknya hingga berkembang, memberi wadah pertemuan pikir maupun raga bagi para anggotanya. Seperti pepatah bijak: Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Saya percaya, begitulah tujuan embrio setiap komunitas.



Ulang tahun keempat ini memilih Bandung sebagai tempat menuai kenangan. 100 bloger terpilih akan pulang dengan memori yang tiap kali terpanggil menerbitkan senyuman. Dua hari yang padat acara.

Hari Pertama: Menjelajahi Trans Studio Bandung 

Sebagai warga Bandung, Trans Studio Bandung (TSB) tentunya tidak asing bagi saya. Selain beberapa tahun silam pernah mengecap beberapa wahana di sana, seringkali saya sekadar jalan-jalan ke malnya dan menatap takjub orang-orang naik roller coaster. Maklum, sampai detik ini saya belum punya nyali untuk menikmati wahana satu itu. Tanggal 2 Maret 2019 saya seperti sedang reuni dengan TSB, tapi kali ini datang bersama 100 bloger yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sedari malam, saya sudah deg-degan karena akan bertemu mereka. Karena banyak di antaranya yang terasa begitu akrab di dunia maya, namun belum pernah bertemu secara fisik.



Sebelum masuk ke TSB, foto bareng dulu (Dokumentasi Blogger Crony)

Sedari dini hari, ponsel sudah aktif mengabarkan keberangkatan teman-teman yang berkumpul di Jakarta--termasuk teman-teman dari provinsi lain. Terbayang euforianya. Dalam jadwal, kami mulai menjelajah berbagai wahana Trans Studio Bandung dari jam 1 siang. Ketika saya datang, teman-teman lain sudah berpencar dalam grup-grup kecil, memilih wahana-wahana yang berbeda sesuai dengan seberapa besar adrenalin rush yang ingin dijajal. Bergabunglah saya dengan salah satu kelompok kecil.

(Fotografer Dedew)

Dari sekian banyak wahana, dengan nekad, saya dan teman-teman memilih wahana 'Jelajah' sebagai wahana pertama yang dinaiki. Dalam wahana ini kami menaiki perahu yang melaju di atas air. Naik ke ketinggian 3 meter, lalu turun, dan naik lagi lebih tinggi yaitu 9 meter. Sebenernya deg-degan, tapi bersikap mencoba sok cool gituuuu…! Tapi beneran puas teriak-teriak deh. Membantu bikin dada yang nyesek jadi sedikit lega. Tapi… alhasil, baju kami basah. Seriusan basah kuyup! Jadilah baru juga masuk, sudah kedinginan. Sempat terbesit pikiran, semestinya naik wahana ini di akhir sesi.
Setelahnya kami memilih naik wahana Sky Pirates yaitu balon terbang berbentuk perahu (lagi) dengan tujuan mengangin-anginkan baju dan mengeringkan rambut. Untungnya strategi ini berhasil, keluar kapal terbang, rasanya tidak sekuyup sebelumnya. Serunya wahana ini kami bisa melihat pemandangan TSB dari atas yang terlihat indah berkerlap-kerlip. Jalur Sky Pirates memang mengelilingi TSB.

Wahana Jelajah dan Sky Pirates yang posisinya sebelahan.

Sebenarnya Imelda penasaran kepengin naik wahana Kong Climb, itu loh yang naik-naik ke atas. Sebagai orang yang takut ketinggian, saya sih enggak berani. Udah ciut duluan lihat ketinggiannya juga. Maka setelah sempat berfoto-foto narsis, bergeraklah kami ke area lain.


Numpang narsis dulu bareng Gigie dan Imelda

Tak terasa waktu menunjukkan jam 4 sore. Seperti jadwal tetap TSB, di jam tersebut akan muncul parade yang seru dengan berbagai karakter berkostum menarik. Mereka bergaya, menari, dan berlaga. Sayangnya, saya tak sempat menonton berbagai pertunjukan mereka, salah satunya pertunjukan Bedrock Circus. Karena selepas parade berlalu, kami langsung menjajal wahana 'Superheroes' yang memiliki teknologi 4D. Wahana ini memang sudah saya ‘tandai’ sejak dari rumah. Pokoknya mesti masuk ke sana! Soalnya dulu saking antreannya mengular, saya tidak sempat masuk. Sebagai yang pertama kali menonton film 4 dimensi, saya excited banget! Filmnya begitu hidup ditambah efek tempat duduk yang bergerak, serasa jadi tokoh filmnya beneran. Rasanya durasi film kurang panjang. Pengin teriak, "Lagi… lagi… lagi… mau nonton lagi!"

Parade di jalan

Sebagai penutup, kami masuk ke wahana 'Ocean Science'. Bertemu dengan cumi raksasa dan mengelus ikan hiu beneran. Wahana ini memang menyediakan berbagai pengetahuan mengenai laut dan isinya. Ada juga semacam replika kapal selam yang di dalamnya terdapat layar yang mempertontonkan film tentang binatang yang hidup di laut dalam.

Bermain dengan ikan hiu

TSB ini secara keseluruhan memberi kesan sedang berada di negeri dongeng. Sudah pasti instagramable, ya. Membangkitkan jiwa-jiwa foto model gaya ala-ala kami. Jadilah kami saling bergiliran memfoto sebelum pulang.





Crowne Plaza Hotel Bandung: Hotel Menawan Tempat Acara Diselenggarakan
Hotel Crowne Plaza Bandung yang berlokasi di Jalan Lembong merupakan tempat acara hari kedua berlangsung. Letaknya tidak begitu jauh dari rumah saya. Pas masuk lift baru ngeuh ternyata bangunannya sampai ketinggian 23. Tinggi banget, ya! Yang terpikir di benak saya saat itu adalah bagaimana pemandangan di lantai 23? Terbayang keindahan pemandangan yang tertangkap mata di atas sana. Namun, secara keseluruhan penampakan hotel ini bikin saya kepengin foto di tiap sudutnya karena bisa menjadi latar cantik untuk foto.

Salah satu sudut hotel (Fotografer Dedew)

Dari jumlah lantainya aja, enggak heran ketika melihat hotel bintang 5 di Bandung ini fasilitasnya lengkap. Ruang meeting yang nyaman, kolam renang menghadap view Bandung, lobi cakep, kids zone, sampai restoran yang menghidangkan makanan enak dan unik. Uniknya karena pengunjung bisa merasakan sensasi makan nasi liwet di atas pelepah pisang yang jadi alas langsung di atas meja. Jangan tanya rasa makanannya.... Masakan khas Sunda yang tersaji enak semua. Kids zone ini letaknya dekat dengan kolam renang. Cukup luas dengan berbagai permainan, anak-anak bakalan betah di sana. Cocok buat tamu yang datang bersama keluarga.

Restorannya nyaman

Makan nasi liwet

Tapi, dari segala fasilitas yang ada, satu hal yang sangat menarik perhatian saya dari Crowne Plaza Bandung ini, yaitu tersedia kamar difabel. Kamar ini memiliki fasilitas perangkat TTY yaitu telepon teks. Hotel ini memang ramah difabel. Mulai dari tempat parkir yang dapat diakses kursi roda, hingga akses-akses landai ke berbagai ruangan.

Kids zone

Buat kamu yang melancong ke Bandung, mau sekeluarga, sendirian, atau berpasangan, rekomendasi deh hotel ini. Soalnya jarak dari hotel ke tempat perbelanjaan juga dekat, lho. Kamu enggak akan buang-buang waktu karena terjebak macet.

Kolam renang hotel yang menghadap pemandangan Bandung

Setelah sekilas mengagumi interior hotel, saya bergegas ke ruang meeting untuk mengikuti acara. Dalam hati berkata, “Nanti pas rehat kepengin keliling buat foto-foto.”


Hari Kedua: Stress Management dari Lineation
Bisa dibilang, sesi ini yang paling saya tunggu-tunggu dari rangkaian acara Blogger Day 2019. Saya anaknya suka stresan sih, jadi berasa butuh memajemennya. Sesi ini diisi oleh dokter David dari Lineation.id yang memiliki tagline "Happy, Healthy, Beauty". Sepanjang sesi saya dibuat haru.

Bersama dokter David

Dokter David menyampaikan materi bahwa inti dari memanajemen stres adalah mengenal diri sendiri, mencintai, menghargai, dan memaafkan diri sendiri. Saya mengamini. Terkadang saking dekatnya kita dengan diri, seolah kita telah benar-benar ‘mengenal’ diri. Padahal, bisa jadi kita tidak benar-benar tahu sejatinya diri ini. Seringkali kita mudah mencintai, menyayangi, dan memaafkan orang lain, tapi tidak pada diri sendiri. Mungkin muncul pertanyaan, “Masa sih enggak mencintai diri sendiri? Memang bisa membenci diri sendiri?” Jawabannya ya, sangat mungkin. Terkadang kita terlalu keras menghakimi diri, lho. Begitu sulitnya menerima kesalahan yang kita perbuat.


Dokter David memcoba membukakan mata para peserta untuk berpositif pada diri. Mengizinkan diri untuk “menerima” kebaikan orang ketimbang menyangkalnya. Misalnya, ketika ada yang memuji kita. Kita mati-matian menolak hal itu. Padahal orang yang memuji sedang mengirimkan energi positif pada diri kita. Langkah kedua setelah menerima adalah memberi. Contohnya, ketika dipuji kita berterima kasih kemudian balik memberi feedback positif pada orang tersebut.
Bersikap positif bisa dilakukan dari segala sisi, termasuk “menulis”. Sebagai bloger, dokter David menyarankan kami untuk menulis hal-hal baik. Karena segala yang ditulis merupakan “cerminan” diri dan akan “kembali” pada diri. Sebegitu luar biasa ya efeknya. Karena tulisan memancarkan energi dan karakter--sadar atau tidak. Contoh konkret yang dikemukakan dokter David adalah menulis ulasan produk. Dalam mengangkat sebuah produk, kita jangan sampai menjatuhkan produk lain. Seolah bahwa untuk bersinar, kita mesti membuat orang lain terperosok. Setiap orang bisa cemerlang tanpa harus menjelekkan orang lain. Saya percaya itu, karena setiap kita telah dibekali potensi-potensi sendiri.


Kata dokter David, buat hidup bahagia itu kita mencintai diri sendiri. Dalam diri kita ada segalanya. Untuk bahagia kita mesti mengenal diri sendiri. Pertanyaannya, "Apakah kita siap?" Saya jadi mengerti, bahwa manusia, hati, dan segala apa di sekeliling kita adalah energi. Kitalah yang memutuskan dan mengizinkan energi positif atau negatif yang meliputi kita.

Kemudian, ada satu hal yang paling terkenang dari kata-kata dokter David, intinya kita bisa mengirimkan energi positif dan cinta melampaui jarak dan ruang. Jika kita menyayangi seseorang yang jauh, kita tetap bisa menghangatkan hatinya, meski tanpa kata, tanpa sentuhan. Seusai sesi ini, hati saya menjadi hangat dan tanpa terasa sudut-sudut mata saya memanas.

Blogger Day 2019: Kenang dan Kangen
Usai sesi dokter David, kami diberi materi kedua bertajuk "Storytelling vs Copywriting" dengan pembicara Bang Anwari Natari. Selain materi, kami diberi porsi praktik menulis cepat. Menulisnya pun langsung di grup WA. Kami diajak untuk berani menuliskan gagasan-gagasan yang terbesit di kepala tanpa takut atau terkendala masalah editing. Sesi ini terasa makin seru karena kami menulis berlomba dengan waktu.

Bersama Bang Anwari Natari
Berbeda dengan hari pertama, pada hari kedua ini para peserta tidak terbagi dalam kelompok-kelompok kecil, sehingga kami bisa lebih banyak berinteraksi. Rasanya puas bisa mengobrol ngalor ngidul dengan banyak teman bloger.

Bersama bloger keren, Mas Rudi Belalang Cerewet

Pada akhir acara, Blogger Crony bekerja sama dengan Bolu Susu Lembang dan Lineation memberi kami kejutan. Keduanya membekali kami dengan produk-produk yang bisa kami bawa pulang. Seperti Bolu Susu Lembang yang bolu bagian atasnya penuh taburan keju, susunya kerasa, lembut, manis yang pas nggak bikin eneg, juga pilihan berbagai rasa ini bakalan bikin nagih.

Makan bolu susu dulu, ya




Tak ada hari yang tak berganti, begitu pula acara Blogger Day 2019 yang telah sampai ke penghujungnya. Meninggalkan dua hal: kenang dan kangen. Semogalah, tahun depan kami diberi lagi rezeki pertemuan. Saling bertatap tanpa sekat layar.


Acara Bloggerday 2019 di Bandung 2-3 Maret 2019 didukung juga oleh Blue Bird Group, Raka FM dan Sonora FM, AHRA Reflexology by Nest, Bimas Islam Kemenag RI, BloggerPreneur Bloggercrony Community, Blogger Bandung, Endeus TV dan tentu saja BCC Squad bersama para pengurus komunitas Bloggercrony Network (BCN) dan BCN Executive (pengurus harian BCC).

You Might Also Like

7 komentar:

  1. seru banget teh meski diawal langusng naik wahana yang bikin baju kuyup tapi ga menutup keceriaan sampe sore ya teh :) sayang ga bisa ikut aku

    BalasHapus
  2. Wow seru banget jadi inget dulu ke TSB ternyata udah hamil beberapa minggu tapi kunaik wahana ekstrim kecuali 1 heheh teh saran aja g+ mau tutup tolong moderasi kolom komen biar bs anyone

    BalasHapus
  3. Ya Allah kangen heheheh
    Bandung membuatku jatuh cinta

    BalasHapus
  4. Ga usah jauh jauh kalau mau liburan. Di Trans Studio juga banyak wahana seru buat keluarga yaa. 😍 Asiik

    BalasHapus
  5. Aku belum pernah malah ke Trans Studio hihi

    BalasHapus
  6. Ternyata bukan aku saja yang minder melihat wahana roller coaster di TSB ya teh...
    Hmm... semoga tahun mendatang bloggerday bisa ikut lagi.

    BalasHapus
  7. Evaaaa, seru sekali sih main2 ke Trans Studio sambil kopdaran sama temen2 blogger! Sayang banget aku gak bisa ikutan huhuhu

    BalasHapus