Lifestyle,

Investasi Cryptocurrency Apa Itu?

10.10 Eva Sri Rahayu 6 Comments

Investasi Cryptocurrency Apa Itu?
Investasi Cryptocurrency Apa Itu? (Sumber gambar Pixabay)

Tahun 2018 saat sedang proses menulis novel genre psikologi thriller, saya mencekoki diri dengan bacaan dan tontonan serupa. Ceritanya biar menghayati, padahal hidup sendiri waktu itu sudah berasa banget psikologi thriller-nya. Eh, gimana-gimana? Ada satu drama Korea berjudul ‘Voice’ yang menyinggung tentang bitcoin. Kata itu masih asing di telinga saya. Biasanya saya menuliskan kata-kata yang belum familer atau menarik di buku catatan. Bitcoin ini termasuk ke dalam list. Cukup penasaran tapi belum sampai mencari tahu lebih jauh. Namun, samar-samar akhirnya saya tahu kalau bitcoin ini salah satu bentuk investasi cryptocurrency. Makhluk apalagi itu cryptocurrency? Pastinya bukan kryptonite, benda yang jadi kelemahan Superman. Sabar-sabar, nanti kita bahas.

Sesungguhnya ngomongin soal investasi ini selalu menarik. Di zaman sekarang apalagi sebagai orangtua tunggal, punya investasi merupakan keharusan. Saya enggak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan, mesti mempersiapkan kebutuhan anak termasuk biaya pendidikannya. Kalau tahun-tahun sebelumnya berinvestasi selalu berakhir di niat dan pikiran, tahun ini saya mesti merealisasikannya. Doakan saya, saya akan berjuang! *Ngomong dengan nada ala-ala Benteng Takeshi*



Sejak tahun lalu sebenarnya beberapa bentuk investasi mulai saya jajaki. Pendekatan aja dulu, kalau cocok bisa lanjut, kan. Kemudian, sampai juga saya pada mempelajari cryptocurrency yang menjadi newbie di Indonesia. Pas banget dengan momen The Triv-Festival yang diselenggarakan Triv Pro dan Raden Kripto yang memang getol banget memberi edukasi mengenai cryptocurrency. Tanggal 30 Maret 2019 kemarin Bandung diserang mendung yang bikin hati gloomy apalagi saya lagi flu berat, tapi flu dan gerimis enggak mengikis semangat buat datang ke acara.


Bareng Ratri dan Evi ke acara Triv Pro
Investasi Mengapa Jadi Keharusan?
Selalu ada banyak alasan untuk enggak berinvestasi, tapi juga selalu muncul sejuta hal yang membuat kita harus berinvestasi. Beberapa di antaranya dijelaskan pembicara pertama yaitu Mas Kurnia Bijaksana. Menurut beliau, dominan generasi milenial Indonesia saat ini masuk ke dalam generasi sandwich. Generasi sandwich ini bebannya enggak nanggung-nanggung sih, harus membiayai diri sendiri, keluarga, dan orangtuanya. Tanggungan atas bawah inilah yang membuat generasi ini dinamai sandwich. Coba aja perhatiin sandwich, tapi saya enggak tanggung kalau jadi ngiler ya.

Sandwich (Sumber gambar Pixabay)
Ngomongin kebutuhan diri aja rasanya enggak ada habisnya. Coba tengok itu wish list di keranjang belanja, pasti segambreng deh. Mulai dari kebutuhan primer yang kita pelajari sejak SD yaitu pangan, sandang, papan, tambah yang terbaru skincare--sudah-sudah jangan enggak usah ngecek ke buku pelajaran, yang satu itu saya yang nambahin sendiri. Kemudian kebutuhan sekunder, semisal pendidikan dan rekreasi. Lalu kebutuhan tersier yang mendesak-desak jiwa-jiwa muda kita yang penuh keinginan eksistensi seperti tampil keren di media sosial. Kalau hanya dilamunkan bikin pengin ‘kulari ke rel kereta kemudian teriakku’ atau ‘kupasang musik galau kemudian menyanyiku’ kan.

Mas Kurnia Bijaksana sedang menjelaskan tentang cryptocurrency

Ada solusi enggak sih buat memenuhi itu semua? Tenang-tenang, ambil napas lalu embuskan. Selalu ada seribu jalan menuju… (silakan isi sendiri destinasi pariwisata yang diinginkan). Kita bisa meningkatkan penghasilan dengan banyak jalan. Salah duanya berinvestasi dan trading lewat cryptocurrency. Contoh orang sukses dari cryptocurrency ini si kembar Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss yang dulunya mengembangkan Facebook. Pas banget ya contohnya anak kembar, mungkin ini kode-kode dari semesta bahwa Eva-Evi bakalan menyusul jadi miliander. Aminin, jangan? Aminin ajalah ya….

Investasi Cryptocurrency Apa Itu?
Sampailah kita ngebahas makhluk bernama cryptocurrency ini. Jadi apa sih cryptocurrency itu?

Cryptocurrency is digital asset designed to work as a medium of exchange. Uses strong cryptography and decentralized control technology called blockchain. 

Simpelnya sih aset digital untuk pertukaran. Yang membedakannya adalah menggunakan kontrol teknologi kriptografi yang terdesentralisasi yang disebut blockchain. Simpan kata ‘terdesentralisasi’ ini sebagai keyword.

Mas Indra MC acara

Saat ini di mana-mana pembelian sudah sistem cashless, cukup bertransaksi lewat kartu atau di gawai yang menggunakan uang digital. Sistem cashless ini bikin transaksi lebih praktis, cepat, dan tepat. Tepat, karena uang digital nominalnya bisa digunakan sampai digit satuan. Kalau pakai uang fisik, pecahan terkecilnya kan seratus rupiah ya. Nah, mari kita keluarkan keyword tadi. Berinvestasi menggunakan cryptocurrency ini aset kita disimpan secara desentralisasi alias enggak di satu tempat sehingga aman dari hack karena menggunakan teknologi blockchain yang punya segel atau hash yang unik dan bikin ribet hacker. Kalau mau nge-hack mesti ke sejumlah komputer yang ada di block itu dalam waktu secara bersamaan.

Buat penjelasan lebih detail mengenai teknologi blockchain bisa kamu lihat di di gambar di bawah ini: 







Cryptographer yang ada dalam sistem blockchain inilah yang bikin segel atau hash-nya. Semakin banyak yang tergabung dalam blockchain itu akan makin sulit juga hash-nya. Imbasnya harganya juga jadi naik begitupun sebaliknya, makin sedikit yang ikutan cryptocurrency harganya makin rendah. Nah, kata Mas Kurnia justru saat masih sedikit yang ikut, saat itulah yang tepat untuk berinvestasi atau trading cryptocurrency. Kita bisa memilih bentuknya investasi atau trading. Bedanya investasi ini minimal satu tahun, kalau trading bisa harian jual belinya.

Risiko Cryptocurrency
Semua keputusan pasti ada risikonya, termasuk bergabung dalam cryptocurrency. Risikonya memang cukup besar, karena naik turunnya nilai cryptocurrency ini bisa sangat tinggi yang disebut siklus bubbles. Atau siklus kenaikan dan penurunan ekstrem. Ilustrasinya begini, misalnya kita membeli Rp3 juta turun harganya bisa sampai Rp300, ketika naik bisa sampai Rp30 juta. Mesti dipikirkan benar mengingat risikonya. Sebaiknya mempelajari ilmu dan pasarnya sampai paham benar sebelum berinvestasi. Jadi disarankan kalau kita mau terjun ke cryptocurrency memakai ‘uang dingin’ alias bukan uang yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari apalagi sampai bela-belain berutang.

Penjelasan lebih lanjut bisa kamu lihat di gambar di bawah ini:


Ada 3 kunci untuk berinvestasi cryptocurrency, yaitu analisis, perlindungan keuangan, dan manajemen emosi. Loh, kok ada manajemen emosi segala? Karena cryptocurrency ini berhubungan dengan psikologi manusia. Namanya orang kan enggak bisa ditebak pikiran dan maunya apa. Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan.

Berinvestasi Cryptocurrency di Triv Pro
Buat kamu yang setelah membaca penjelasan di atas jadi kepengin berinvestasi dalam bentuk cryptocurrency, muncul pertanyaan mau berinvestasi di mana? Salah satu yang terpercaya adalah Triv Pro yang sudah berkecimpung sejak tahun 2015. Mereka mempunya tim IT yang berpengalaman. Dan lagi Triv Pro ini merupakan marketplace yang likuid dengan modal dasar lebih dari 20 miliar rupiah, terjamin keamanannya. Ada dua website yang bisa kamu akses yaitu Triv.co.id dan Tpro.co.id. Tpro.co.id ini pas untuk yang memilih sebagai trader.

Mbak Merlin menjelaskan tentang Triv Pro

Kelebihan Triv Pro adalah buka 24 jam 7 hari. Tanggal merah libur? Itu hanya mitos buat Triv Pro, gaes! Artinya deposit dan penarikanmu bisa dilakukan kapan saja selama 24 jam 7 hari dan disetor ke berbagai bank, realtime. Mbak Merlin dari Triv Pro menjelaskan bahwa ada berbagai jenis tipe order di Triv Pro yaitu Good Til Time, Immediate or Cancel, dan Stop Loss. Good Til Time maksudnya kita membeli sesuai dengan budget yang kita inginkan. Kalau kamu masih bingung dan bimbang untuk berinvestasi atau trading cryptocurrency, hubungi aja tim Triv Pro yang akan membimbingmu dengan sabar dan ramah.

Gimana, gimana? Siap menyelami dunia cryptocurrency?



You Might Also Like

6 komentar:

  1. Wah investasi gaya baru nih, baru denger saya mah teh, makasih banyak informasinya jadi tau ternyata model investasi tuh banyak

    BalasHapus
  2. setuju banget, sedini mungkin kita harus invest

    Tapi tetep belum paham investasi cryptocurrency, mungkin harus nyemplung dulu ya?

    BalasHapus
  3. Jadi belajar hal baru nih dari tulisan Teh Eva. Belum sih saya belum nyobain cryptocurrency

    BalasHapus
  4. investasi model baru , belum pernah coba model ini masih takut akan resikonya

    BalasHapus
  5. Investasi ini harus benar-benar paham yaa, teh...bagaimana mekanismenya.
    Dan paling enak kalau dipandu dengan ahlinya.

    cryptocurrency bisa menjadi salah satu investasi yang menjanjikan.

    BalasHapus
  6. Investasi cryptocurrency ini mesti kita pelajari lebih banyak lagi ya, Pachan.

    BalasHapus