5 Tips Menjadi Content Creator di Rumah

5 Tips Menjadi Content Creator di Rumah


Sejak kecil, saya punya ketertarikan besar pada buku dan film. Menjadi penulis, merupakan impian saya yang tidak pernah pudar, meskipun jarak kelahiran dari satu buku ke buku lain membutuhkan waktu lama. Dalam berproses, saya enggak kepengin setengah-setengah. Jadinya, mau enggak mau, saya berjuang dengan passionate meskipun butuh kesabaran. Beda lagi dengan impian saya menjadi sineas, beberapa kali ditampar kenyataan berhasil membuat saya memutuskan untuk mengubur saja impian itu. Namun, Semesta dengan caranya sendiri mengantarkan saya pada profesi yang tetap mengakomodir impian itu meski dengan cara lain. Jadilah saya menggeluti dunia content creator.

SIMILAR POSTS

4 Tips Bikin Harimu di Rumah Kreatif dan Produktifnya Full Speed

 

4 Tips Bikin Harimu di Rumah Kreatif dan Produktifnya Full Speed

 

Hampir setahun ini kita familiar mendengar istilah work from home. Buat yang terbiasa kerja di kantor, kadang kesulitan membagi waktu kerja di rumah, beda dengan para freelancer yang sistem kerjanya terbiasa remote. Mungkin awalnya kaget-kaget. Loh, ternyata kerja di rumah dengan jam kerja sesuka hati enggak seindah dalam bayangan. Ada banyak hal yang bisa mendistraksi fokus dan kerjaan bisa-bisa malah terbengkalai. Boro-boro produktif, malah bawaannya pengin rebahan terus. Sebagai orang yang berkantor di rumah dan freelancer bertahun-tahun, saya kepengin berbagi tips. 

SIMILAR POSTS

5 Hal Penting Untuk Memutus Rantai Anemia Dalam Kehidupan Kita

Dulu, saya sering banget mengalami pusing migrain sampai muntah-muntah. Sakitnya bisa berhari-hari, dan dampaknya bikin saya enggak bisa ngapa-ngapain. Jangankan untuk kerja atau mengurus rumah, buat meninggalkan tempat tidur saja sudah kewalahan. Hal itu terjadi terutama ketika menstruasi. Ketidaktahuan saya terhadap penyebab migrain berkepanjangan membuat saya menghabiskan banyak pil obat pusing kepala sebelah. Ternyata… penyebabnya adalah anemia. Tampaknya, bukan hanya saya saja yang awam tentang segala hal mengenai anemia ini, sehingga dampaknya salah penanganan. Mengingat efeknya yang cukup mengerikan, kita mesti memutus rantai anemia dalam kehidupan. Mari mengenal anemia dan cara memutuskannya.

SIMILAR POSTS

Menjaga Kebugaran Tubuh Sepanjang Hari dengan Minum Air VIT 8+

 

Tiap kali diminta tampil live, saya selalu deg-degan. Selain karena sering gugup ketika menyampaikan materi, saya juga suka enggak percaya diri dengan penampilan. Maklum sebagai manusia malam garis keras alias tukang bergadang, saya takut terlihat enggak segar. Kulit tampak kering atau berminyak banget, hiks. Soalnya beauty camera enggak bisa dijadikan pahlawan penyelamat saat tampil live begitu. Benar-benar tergantung pada kebugaran tubuh. Bergadang buat saya memang makanan sehari-hari, berbagai aktivitas seperti menulis bahkan berkebun saya lakukan di kala matahari sudah berganti bintang. Namun, bukan berarti pagi, siang, sore tak padat kegiatan. Sejak anak-anak sekolah di rumah, pagi hingga siang sudah pasti mesti mendampingi anak berkegiatan sepaket dengan masak-memasak dan kerjaan domestik lainnya. Belum lagi ikut acara-acara daring semacam webinar atau memenuhi undangan lainnya di waktu siang hingga sore. Jam tidur yang terputus-putus membuat saya mesti ekstra menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Apalagi di masa pandemi begini. 

SIMILAR POSTS

Jaga Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lewat Kolaborasi Bango Pangan Lestari

 

Dulu saya begitu asing dengan bibit, tanah, dan pupuk. Meski masa kecil saya dihabiskan di kampung, hanya ingatan berjalan di pematang sawah ketika perjalanan ke sekolah saja yang tersisa dari persentuhan dengan dunia pertanian. Sempat tebersit pertanyaan, “Kenapa ya ada yang ingin menjadi petani? Apa menyenangkannya menghabiskan waktu di sawah ladang bersama tumbuh-tumbuhan?” Jawabannya baru saya dapat setelah datang kesadaran akan pentingnya bercocok tanam. Betapa kompleksnya perasaan saat merawat tumbuhan: hangat, senang, sedih, khawatir, dan lainnya. Ketika menanam bukan sekadar menebar benih di tanah, tapi mengikat komitmen dengan tanaman itu. Saat malas melanda, saya berusaha mengingatkan diri ada tanaman yang menunggu disiram, mereka tak memilih tumbuh di beranda rumah saya, maka saya harus bertanggung jawab merawat mereka.

SIMILAR POSTS

Siapkan Penyelamat Di Masa Paceklik: Beli Emas Sekaligus Nabung Emas Dalam Satu Aplikasi


 

Sebelum kesandung pengalaman, nasihat sebijak apa pun seringnya masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Anu... Itu saya, sih. Salah satunya nasihat Mama tentang menabung dalam bentuk perhiasan. Sampai… pandemi melanda! Perubahan selama beberapa bulan belakang sungguh mengikis benteng pertahanan. Untungnya krisis ekonomi di masa pandemi sempat terselamatkan oleh… perhiasan. Jadi, dengan berbagai pertimbangan, emas-emas diboyong ke toko tempatnya berasal. Sebagai orang Sunda yang memegang erat falsafah “Untungnya…” alias selalu ada hal baik di balik situasi terjepit, masih ada ‘untung’ yang terlihat, yaitu harga emas sedang melambung. Jadi minimal saya enggak jual rugi, hehe…. Harga perhiasan ini memang ajaib. Itulah yang membuat Mama menyarankan menabung dalam bentuk perhiasan. 

SIMILAR POSTS

Mengenal Koperasi Sahabat UMKM

 

Koperasi sungguh tak asing di telinga. Sejak kecil, koperasi sering saya dengar, baik dari TV maupun dari guru yang menerangkan di depan kelas bahwa koperasi merupakan soko guru ekonomi. Namun, terus terang saja, saya tak begitu mengenal koperasi dan bagaimana sepak terjangnya di masa kini. Tampaknya begitu juga dengan generasi remaja dan dewasa muda. Pasalnya saya jarang menemukan perbincangan mengenai koperasi di media sosial yang mereka gandrungi. Berkaca pada diri, sesungguhnya bukan saya tidak tertarik pada koperasi, tapi seperti peribahasa “Tak Kenal Maka Tak Sayang” saya pikir saya dan lainnya bila mengenal dekat koperasi mungkin akan tertarik menjadi anggota dan aktif di dalamnya. 

SIMILAR POSTS