Y.O.U Beauty Menemanimu Wujudkan Komitmen Pada Diri

Y.O.U Beauty Menemanimu Wujudkan Komitmen Pada Diri
 

Suatu hari saya ngalamin breakout yang bikin stress berat. Apalagi waktu itu lagi semanget-semangetnya bikin konten video. Rasanya pengin tenggelam aja ke dasar bumi. Rasanya pengin mencak-mencak sama skincare. Sampai saya menyadari, bahwa itu ulah saya sendiri. Gaya hidup kalongers parah dan mengabaikan kebuthan nutrisi tubuh membuat kulit rentan. Dan, mengabaikan satu hal yang justru paling penting: tidak menghargai tubuh sendiri. 

Langkah pertama yang saya lakukan untuk bangkit dari breakout adalah membenahi mental. Pola pikirlah yang saya ubah. Saya meminta maaf pada tubuh saya, mengatakan bahwa saya sangat menyayangi tubuh saya apa adanya. Tubuh inilah yang telah membersamai saya mewujudkan segala impian, namun seringkali tak saya apresiasi. Ajaibnya, setelah itu perlahan kulit saya sembuh dari keadaan breakout. Saya berkomitmen untuk menyayangi dan mempercayai tubuh saya.

SIMILAR POSTS

Bertualang Sambil Meraup Untung Bareng Daclen

 

Bertualang Sambil Meraup Untung Bareng Daclen

Meskipun anak rumahan, terkadang jiwa petualangan saya suka bergolak. Semacam pengin pergi ke situs-situs yang bikin berasa terlempar ke abad-abad lampau, berenang di sungai, atau main sama tumbuhan di hutan. Ya, kalau bisa, sih, bertualang di dunia fantasi kayak di buku The Lord of the Ring. Atau ngalamin pengalaman mengesankan di dalam perut bumi seperti film Journey to the Center Earth. Selama pandemi, hasrat itu tentunya lebih banyak terwujud lewat tontonan dan bacaan, makanya tingkat kehaluan meningkat tajam. Ikut webinar yang ngebahas situs aja udah seneng. Syukurnya, sekarang keadaan sudah beralih ke ‘normal baru’, dimana kita sudah bisa lagi melakukan petualangan yang sesungguhnya. (((sesungguhnya))). 

Tapi-tapi-tapi, tiap mau bertualang, selalu ada dua pertanyaan yang mengganggu. Perlengkapan saya yang seabreg—kayak baju, buku-buku, dan laptop—itu mau dimasukin ke mana? Tasnya juga mesti cukup buat masukin arca, prasasti, relief, kitab kuno, sampai mahkota ratu. Ya siapa tahu kan nemu harta karun, eh! Tas yang saya punya enggak mumpuni buat dibawa bertualang. Saya butuhnya tas kayak punya Dora dalam versi lebih stylish. Terus, jalan-jalan ke tempat jauh gitu dari mana dananya? *Jujur banget, ya* Setelah berpikir keras dengan mengerahkan seluruh kegeniusan, akhirnya saya dapet kesimpulan, bahwa saya butuh tas berisi cuan. Eh, gimana-gimana? 

Memang enggak rugi saya berpikir ala para filsuf semacam Plato, karena ternyata beneran ada tas buat berpetualang yang menghasilkan keuntungan! 

SIMILAR POSTS

Scarlett Brightly Ever After Series Rangkaian Skincare Aman Untuk Mencerahkan Kulit

Scarlett Brightly Ever After Series Rangkaian Skincare Aman Untuk Mencerahkan Kulit
 

Bulan-bulan ini saya rajin banget nontonin Youtube yang ngebahas tentang skincare. Ada 2 hal yang memotivasi saya mempelajari tentang skincare. Pertama, di usia 30+ ini saya kepengin tetep tampak glowing, minimal kulit terjaga kesehatannya dan nyaman sehingga saya tetap percaya diri untuk ngonten yang memperlihatkan wajah. Soalnya di muka ada beberapa noda cokelat dan bopeng sisa-sisa kejayaan para jerawat. Kedua, anak abege ternyata mewarisi tipe kulit berjerawat saya yang muncul di usia dini. Saya enggak kepengin anak saya mengalami pembully-an karena hal itu seperti pengalaman saya dulu. Hasil dari mempelajari skincare itu saya bagikan pada anak, supaya dia mau mulai merawat wajahnya. 

SIMILAR POSTS

Master Slim Full Body Bakar Lemak dan Remajakan Kulit


Tiap kali beres-beres lemari, ada baju-baju yang saya tatap dengan pandangan kangen. Bukan, bukan soal ada kenangan atau kejadian spesial dengan baju-baju itu. Meskipun memang ada juga sih yang pernah saya pakai dalam peristiwa istimewa. Namun, persoalan yang bikin saya kangen karena saya kepengin pakai baju itu lagi, tapi … udah enggak muat! Maklum, saya jarang beli baju. Palingan setahun maksimal dua kali. Jadi bajunya disayang-sayang banget. Saya biasanya memilih baju yang bikin kelihatan mudaan. Usia yang lagi emas-emasnya alias udah berkepala—ehm!—gini perlu menjaga penampilan supaya tetap percaya diri. Dalam setahun kebelakang, badan saya memang melar. Akar permasalahannya akibat malas berolahraga. Ya, paling-paling seminggu sekali. Padahal di masa pandemic begini penting banget, kan, menjaga kebugaran tubuh. Selain sehat, bentuk tubuh terjaga, dan kulit tetap terlihat remaja.

SIMILAR POSTS

5 Tips Menjadi Content Creator di Rumah

5 Tips Menjadi Content Creator di Rumah


Sejak kecil, saya punya ketertarikan besar pada buku dan film. Menjadi penulis, merupakan impian saya yang tidak pernah pudar, meskipun jarak kelahiran dari satu buku ke buku lain membutuhkan waktu lama. Dalam berproses, saya enggak kepengin setengah-setengah. Jadinya, mau enggak mau, saya berjuang dengan passionate meskipun butuh kesabaran. Beda lagi dengan impian saya menjadi sineas, beberapa kali ditampar kenyataan berhasil membuat saya memutuskan untuk mengubur saja impian itu. Namun, Semesta dengan caranya sendiri mengantarkan saya pada profesi yang tetap mengakomodir impian itu meski dengan cara lain. Jadilah saya menggeluti dunia content creator.

SIMILAR POSTS

4 Tips Bikin Harimu di Rumah Kreatif dan Produktifnya Full Speed

 

4 Tips Bikin Harimu di Rumah Kreatif dan Produktifnya Full Speed

 

Hampir setahun ini kita familiar mendengar istilah work from home. Buat yang terbiasa kerja di kantor, kadang kesulitan membagi waktu kerja di rumah, beda dengan para freelancer yang sistem kerjanya terbiasa remote. Mungkin awalnya kaget-kaget. Loh, ternyata kerja di rumah dengan jam kerja sesuka hati enggak seindah dalam bayangan. Ada banyak hal yang bisa mendistraksi fokus dan kerjaan bisa-bisa malah terbengkalai. Boro-boro produktif, malah bawaannya pengin rebahan terus. Sebagai orang yang berkantor di rumah dan freelancer bertahun-tahun, saya kepengin berbagi tips. 

SIMILAR POSTS

5 Hal Penting Untuk Memutus Rantai Anemia Dalam Kehidupan Kita

Dulu, saya sering banget mengalami pusing migrain sampai muntah-muntah. Sakitnya bisa berhari-hari, dan dampaknya bikin saya enggak bisa ngapa-ngapain. Jangankan untuk kerja atau mengurus rumah, buat meninggalkan tempat tidur saja sudah kewalahan. Hal itu terjadi terutama ketika menstruasi. Ketidaktahuan saya terhadap penyebab migrain berkepanjangan membuat saya menghabiskan banyak pil obat pusing kepala sebelah. Ternyata… penyebabnya adalah anemia. Tampaknya, bukan hanya saya saja yang awam tentang segala hal mengenai anemia ini, sehingga dampaknya salah penanganan. Mengingat efeknya yang cukup mengerikan, kita mesti memutus rantai anemia dalam kehidupan. Mari mengenal anemia dan cara memutuskannya.

SIMILAR POSTS