Menjaga Kebugaran Tubuh Sepanjang Hari dengan Minum Air VIT 8+

 

Tiap kali diminta tampil live, saya selalu deg-degan. Selain karena sering gugup ketika menyampaikan materi, saya juga suka enggak percaya diri dengan penampilan. Maklum sebagai manusia malam garis keras alias tukang bergadang, saya takut terlihat enggak segar. Kulit tampak kering atau berminyak banget, hiks. Soalnya beauty camera enggak bisa dijadikan pahlawan penyelamat saat tampil live begitu. Benar-benar tergantung pada kebugaran tubuh. Bergadang buat saya memang makanan sehari-hari, berbagai aktivitas seperti menulis bahkan berkebun saya lakukan di kala matahari sudah berganti bintang. Namun, bukan berarti pagi, siang, sore tak padat kegiatan. Sejak anak-anak sekolah di rumah, pagi hingga siang sudah pasti mesti mendampingi anak berkegiatan sepaket dengan masak-memasak dan kerjaan domestik lainnya. Belum lagi ikut acara-acara daring semacam webinar atau memenuhi undangan lainnya di waktu siang hingga sore. Jam tidur yang terputus-putus membuat saya mesti ekstra menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Apalagi di masa pandemi begini. 

SIMILAR POSTS

Jaga Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lewat Kolaborasi Bango Pangan Lestari

 

Dulu saya begitu asing dengan bibit, tanah, dan pupuk. Meski masa kecil saya dihabiskan di kampung, hanya ingatan berjalan di pematang sawah ketika perjalanan ke sekolah saja yang tersisa dari persentuhan dengan dunia pertanian. Sempat tebersit pertanyaan, “Kenapa ya ada yang ingin menjadi petani? Apa menyenangkannya menghabiskan waktu di sawah ladang bersama tumbuh-tumbuhan?” Jawabannya baru saya dapat setelah datang kesadaran akan pentingnya bercocok tanam. Betapa kompleksnya perasaan saat merawat tumbuhan: hangat, senang, sedih, khawatir, dan lainnya. Ketika menanam bukan sekadar menebar benih di tanah, tapi mengikat komitmen dengan tanaman itu. Saat malas melanda, saya berusaha mengingatkan diri ada tanaman yang menunggu disiram, mereka tak memilih tumbuh di beranda rumah saya, maka saya harus bertanggung jawab merawat mereka.

SIMILAR POSTS

Siapkan Penyelamat Di Masa Paceklik: Beli Emas Sekaligus Nabung Emas Dalam Satu Aplikasi


 

Sebelum kesandung pengalaman, nasihat sebijak apa pun seringnya masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Anu... Itu saya, sih. Salah satunya nasihat Mama tentang menabung dalam bentuk perhiasan. Sampai… pandemi melanda! Perubahan selama beberapa bulan belakang sungguh mengikis benteng pertahanan. Untungnya krisis ekonomi di masa pandemi sempat terselamatkan oleh… perhiasan. Jadi, dengan berbagai pertimbangan, emas-emas diboyong ke toko tempatnya berasal. Sebagai orang Sunda yang memegang erat falsafah “Untungnya…” alias selalu ada hal baik di balik situasi terjepit, masih ada ‘untung’ yang terlihat, yaitu harga emas sedang melambung. Jadi minimal saya enggak jual rugi, hehe…. Harga perhiasan ini memang ajaib. Itulah yang membuat Mama menyarankan menabung dalam bentuk perhiasan. 

SIMILAR POSTS

Mengenal Koperasi Sahabat UMKM

 

Koperasi sungguh tak asing di telinga. Sejak kecil, koperasi sering saya dengar, baik dari TV maupun dari guru yang menerangkan di depan kelas bahwa koperasi merupakan soko guru ekonomi. Namun, terus terang saja, saya tak begitu mengenal koperasi dan bagaimana sepak terjangnya di masa kini. Tampaknya begitu juga dengan generasi remaja dan dewasa muda. Pasalnya saya jarang menemukan perbincangan mengenai koperasi di media sosial yang mereka gandrungi. Berkaca pada diri, sesungguhnya bukan saya tidak tertarik pada koperasi, tapi seperti peribahasa “Tak Kenal Maka Tak Sayang” saya pikir saya dan lainnya bila mengenal dekat koperasi mungkin akan tertarik menjadi anggota dan aktif di dalamnya. 

SIMILAR POSTS

Tips Menghadapi Ketidakpastian di Masa Pandemi Ala Laura Aurelia Dinda

 

Setiap orang punya cara berjuangnya sendiri dalam keadaan dan latar berbeda. Namun, masa pandemi ini memberi satu benang merah dalam medan juang kita. Segalanya berubah dengan cepat dan tak pasti. Seluruh dunia menghadapi pembatasan-pembatasan yang sama. Ada tantangan jarak dan ruang demi kesehatan bersama. Efeknya ternyata sangat besar ketika tak ada ruang-ruang pertemuan fisik. Ada hobi-hobi dan pekerjaan yang mesti ditunda bahkan tak bisa dijalani. Padahal hal-hal itulah yang menjadi tumpuan kita menghilangkan stres atau tulang punggung penghasilan. Salah satu yang tertunda adalah gelaran-gelaran olahraga. Seperti yang dialami Laura Aurelia Dinda, atlet difabel renang Indonesia pemenang medali emas di ASEAN Para Games 2017 dan World Para Swimming Championship 2018, yang sementara harus beristirahat dari kegiatan berenangnya.

SIMILAR POSTS

Cerita Kebun: Misi Penyelamatan Cendana dan Panen Pertama



Meski sejak kecil kepengin punya rumah pohon di kebun, tak terbesit keinginan merawat kebunnya sendiri. Jiwa bercocok tanam saya sungguh lemah. 😭 Dulu paling banter saya mencabuti rumput kalau tingginya sudah membuat orang berpikir pekarangan rumah saya hutan belantara. Kadang-kadang menyiram tumbuhan karena takut mereka mati, itupun dilakukan dengan cepat. Sampai suatu ketika di masa pandemi ini saya belajar menanam dengan tujuan ketahanan pangan.


SIMILAR POSTS

Produktif #BERKARYADIRUMAHAJA dan Menghasilkan dengan Mengikuti Kompetisi Novel dan Webtoon Kwikku.com



Produktif #BERKARYADIRUMAHAJA dan Menghasilkan dengan Mengikuti Kompetisi Novel dan Webtoon Kwikku.com – Sebagai anak rumahan, berdiam diri di rumah dalam masa pshycal distancing untuk penanganan pandemi COVID-19 ini sebenarnya tidak banyak mengubah kegiatan saya, tapi berdampak sekali pada rencana-rencana jangka panjang, seperti agenda riset yang sudah dirancang jauh-jauh hari harus ditunda dulu. Terutama dampak yang paling bikin nyesek itu ketika melihat kesehatan dompet dan psikologi. Beberapa pekerjaan dibatalkan, terutama pesanan yang berkaitan dengan event. Mendengar jeritan tagihan seperti masuk ke dalam film horor.


SIMILAR POSTS