#DramaKuota #GoUnlimited,

Ini Dia Salah Satu Kunci Melanggengkan Hubungan “Long Distance Friendship”

23.45 eva sri rahayu 12 Comments


Pada bulan-bulan akhir tahun 2004, saya bergabung dengan organisasi mahasiswa teater di UPI. Padahal waktu itu saya bahkan belum kuliah di sana, dan masih tercatat sebagai mahasiswi di universitas lain. Dengan canggung saya mencoba berbaur dengan anggota yang lain. Saya tak pernah menyangka akan menemukan 3 sahabat sejati di sana. Kegiatan teater telah merekatkan kami, membukakan tabir tabiat asli kami dan membuat kami saling menerima apa adanya. Terbayang kan 14 tahun perjalanan persahabat pasti dibumbui banyak drama. Betapa melegakan karena persahabatan kami tak lekang digilas waktu. Dan kini… jarak!

Kami semasa masih muda, beda, dan berbahaya.

Sejak beberapa tahun lalu, salah satu sahabat saya, Desita, menetap di Jepang bersama suaminya. Beberapa bulan lalu, sahabat lainnya, Ellis, ditugaskan mengajar bahasa Indonesia di Jerman. Tinggallah saya dan Ana yang meskipun tinggal di kota yang sama, tapi kesibukan masing-masing membuat kami jarang sekali bertemu. Ana satu-satunya dari kami yang bertahan di dunia panggung.

Heliana Sinaga (Ana) sedang berakting di atas panggung (Sumber foto: Seli Desmiarti)

Bisa dibilang kami berempat menjalani “long distance friendship”. Perbedaan jam antara Indonesia-Jepang-Jerman awalnya menyulitkan kami menentukan kapan bisa berkomunikasi. Memang sih ada grup WhatsApp sebagai media kami sharing berbagai topik dan curhat, yang walaupun dibalasnya seringkali delay dan tak tentu waktu, cukup membantu. Tapi ada saat-saat di mana kami membutuh respons langsung. Misalnya ketika meminta saran di situasi genting. Biasanya saya atau mereka memilih teleponan saja daripada chatting. Sebagai textrovert sejati alias lebih suka berkomunikasi lewat teks dan anti teleponan apalagi video call-an, saya sangat pemilih mengangkat telepon dan video call. Mengangkat telepon dari Abang ojek online saja saya suka mikir-mikir. Padahal si Abang hanya menanyakan posisi penjemputan. Kembaran saya Evi sampai selalu gemas tiap melihat saya hanya menatap nanar ponsel yang dibiarkan berbunyi.

Video call-an yang sangat jarang terjadi
Salah Satu Kunci Melanggengkan Hubungan “Long Distance Friendship”

Dalam setiap hubungan jarak jauh seringkali ada delay yang membentang. Semacam mau berbagi kebahagiaan, mencurahkan kesedihan, atau meminta saran atas masalah yang dihadapi mesti memilih waktu di mana kedua pihak punya waktu luang, atau minimal ya pada saat jam biologisnya sama-sama bangun. Waktu satu jam untuk berkomunikasi terasa sangat berarti. Jangan kan beda benua, beda kota saja soal komunikasi ini kadang bikin ribut. Tapi selalu ada hal positif kan di balik semuanya, salah satunya bisa menabung cerita. Jadi ketika mengobrol, banyak topik yang bisa disodorkan.

Ellis di Jerman
Jadi apa sih kunci melanggengkan persahabatan yang terpisah jauhnya jarak? Komunikasi dan saling pengertian. Perihal komunikasi ini dibutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil untuk teleponan atau video call-an. Pernah mengalami hilang mood cerita karena pas teleponan koneksinya hilang timbul? Paling sebal kan ketika mesti berkali-kali mengulang pertanyaan “Gimana... gimana?” atau harus mengulang-ulang cerita "Jadi tadi aku bilang..." begitu saja terus sampai semua superhero dibikin film universe-nya sendiri. Bikin capek. Masih mending kalau keduanya punya stok sabar seluas angkasa sehingga mau melanjutkan percakapan, kalau tidak, kelarlah obrolan. Itu sih masih mending, bagaimana kalau sedang berdebat? Percakapan berakhir menggantung menyisakan perasaan yang tidak enak. Selain itu komunikasi jarak jauh menghabiskan kuota yang tidak sedikit. Jangan sampai terjadi #dramakuota. Saya jadi keingetan iklan Smartfren yang T-Rex Jaman Now. Kejar-kejaran sama kuota berasa seperti dikejar T-Rex.

Desita dan para jagoannya

Untungnya saya pakai kartu Smartfren yang didukung koneksi internet cepat dan stabil. Fyi, Smartfren ini bukan CDMA, teknologinya 4G dan kartunya bisa dipakai di smartphone mana pun yang sudah 4G. Tidak khusus di-bundling dengan smartphone-nya kok. Mau pakai gawai Android atau iPhone tetap bisa pakai kartu Smartfren. Hal yang menyenangkannya lagi, paket Go Unlimited-nya murah meriah. Harganya mulai dari 65 ribuan. Paket #GoUnlimited ini berlaku full 24 jam untuk semua aplikasi. Serius deh unlimited-nya beneran selama 30 hari di semua aplikasi tanpa batas!


Oh iya, Smartfren sedang mengadakan kuis berhadiah super menarik. Ada iPhone X 64GB, Samsung Note 9 128GB, Redmi Note 5, Portable wi-fi Smartfren, dan Unlimited SP. Caranya? Share pengalaman berinternetmu yang tidak sesuai ekspektasi. Bisa dalam bentuk foto, video, komik, atau meme. Boleh pilih salah satu, atau mau semuanya juga bisa. Share di Instagram, Facebook, Twitter, atau Youtube pribadimu. Ceritamu tidak boleh mengandung unsur SARA dan pornografi ya. Kalau punya banyak pengalaman menyakitkan dengan seseorang, eh, dengan koneksi internet, boleh kok kalau mau share cerita berkali-kali. Lengkapi postinganmu dengan tagar #DramaKuota #GoUnlimited dan mention @smartfrenworld juga 2 orang temanmu, ya. Lalu ingat, akunmu jangan dikunci. Biarlah sekali-kali mantan stalking akunmu, paling-paling dia gagal move on, eh. Jangan lupa penuhi syarat utamanya, yaitu follow Instagram Smartfren @smartfrenworld dan subscribe official Youtube channel Smartfren di link ini: https://youtube.com/smartfrenworld
 


Kembali ke cerita saya. Kapan hari saya punya masalah yang mendesak untuk diceritakan. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Sebagai manusia nokturnal, saya memang terbiasa tidur di atas jam 12 malam. Akhirnya saya menelepon Ellis di Jerman menggunakan salah satu aplikasi, di sana baru jam 7 malam, jadi paslah waktunya. Karena koneksi internetnya stabil, komunikasi kami lancar. Lega sekali rasanya bisa berbagi dengan sahabat. Kadang mereka pun menelepon saya untuk membincangkan pengalaman menjadi perantau di negeri orang. Saya memang beruntung memiliki sahabat pendengar yang baik, pengingat jika saya salah langkah, dan menguatkan ketika jatuh. Saya pun selalu merasa bahagia ketika saya adalah orang yang mereka pilih untuk berbagi segalanya. Kami percaya, selama selalu berusaha saling pengertian dan menjaga komunikasi, jarak tak pernah menjadi penghalang persahabatan.

Di jalanan yang makin lengang, kita masih saling bergenggaman tangan 
Meski dalam pertemuan singkat direntang waktu yang terlampau panjang 
Lalu kita kembali saling berbagi kisah yang telah usang karena tergilas jarak 
Semoga tak lekang pada hati yang ingin mengekalkan: yang tertusuk padamu, berdarah padaku*

*”yang tertusuk padamu, berdarah padaku” merupakan puisi Sutardji Calzoum Bachri

You Might Also Like

12 komentar:

  1. Aih... manis banget sahabatannya... awet terus yaa

    BalasHapus
  2. Semoga selalu bersahabat selamanya yah teh Eva

    BalasHapus
  3. Duh langgeng terus, klo saya sama temen sma sih mba heheu

    BalasHapus
  4. Senangnya bisa tetap berkomunikasi dengan sahabat yang tinggal jauh disana :)

    BalasHapus
  5. Wah, berkat smartfren, komunikasi jd lancar terus ya

    BalasHapus
  6. Aku juga pengguna Smartfren.
    Kagum sama persahabatannya dan kagum juga sama jaringan smartfren yang daerah coverage nya makin luas.
    Lancaaarr jaya yaa, teh...komunikasinya...persahabatannya.

    BalasHapus
  7. Eva persahabatnnya hangat banget. Salam buat semua, selalu langgeng, ya.

    BalasHapus
  8. Bersyukur banget ya punya sahabat yang selalu saling mendukung walopun trhalang jarak dan waktu. semoga langgeng terus komuikasinya

    BalasHapus
  9. Wah keren teh, persahabatannya bisa awet banget...
    Semoga someday bisa meet up lagi, entah di bandung di kota lain 😇

    BalasHapus
  10. Wah ini nih true BFF.. seneng lihatnya.. semoga langgeng terus, saling support & saling sayang.

    BalasHapus
  11. Huahaha itu foto kalian lagi di panggung lagi lucu-lucunya yak

    BalasHapus